Srikandi Cup Bawa Andil Prestasi Tim Basket Putri Indonesia

Asa membawa prestasi basket putri di tingkat ASEAN bahkan Asia terus dirajut para pebasket putri Indonesia yang tengah berkompetisi di Srikandi Cup. Seperti prestasi yang baru saja diraih oleh tim basket putri yang berlaga di ajang Asean University GamesĀ  (AUG) 2018 ke-19 yang berlangsung di Naypyidaw, Myanmar, 7 hingga 19 Desember kemarin.

Di ajang olahraga antar mahasiswa se-Asean tersebut, tim basket putri Tanah Air berhasil merebut medali perak. Sedangkan emas diraih tim Thailand yang ironisnya tidak memiliki liga yang cukup baik seperti Srikandi Cup.

Hal ini membuat pelatih tim putri basket AUG Indonesia, Abrizalt Hasiholan gundah dan berharap kompetisi Srikandi Cup menjadi salah satu tonggak untuk wadah pencapaian prestasi tim putri di masa depan.

“Kompetisi Srikandi Cup membawa andil dalam prestasi basket putri kita. Sebenarnya kita tidak kalah dengan Thailand, hanya saja saya dengar mereka mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya dan fokus mulai dari pembinaan usia dini, meskipun secara nota bene liga mereka tidak berjalan,” ungkap Abrizalt Hasiholan yang juga pelatih Tanago Friesian Jakarta, salah satu kontestan Srikandi Cup musim ini.

“Untuk itu Srikandi Cup perlu diseriuskan penataan kompetisinya, karena memberikan pengaruh yang besar kepada pemain dari sisi jam terbang dan mental. Saya berharap jumlah pertandingan ditambah, jika perlu Srikandi Cup bisa 12 tim kedepannya,” sambungnya.

Pelatih yang karib disapa Jali itu juga menambahkan pentingnya memiliki kompetisi seperti Srikandi Cup, sebab ia menilai potensi prestasi sektor putri bisa berbicara banyak bahkan di tingkat Asia. Ia menilai liga putri musim ini sudah semakin baik tapi perlu melakukan pembenahan bersama supaya berimbas kepada prestasi timnas putri dimasa yang akan datang IDN Poker.

“Thailand yang persiapannya panjang dan banyak try out saja kita bisa diimbangi, bahkan hampir kita kalahkan. Para pemain di AUG kemarin adalah jebolan Srikandi Cup, meski mereka juga hasil dari Liga Mahasiswa (LIMA) dan kompetisi antar pelajar seperti DBL dan pembinaan diklub asal mereka masing-masing. Kalau opini saya, kita tidak butuh pemain asing di Srikandi Cup, karena pemain lokal kita saat ini sudah bagus dan bertalenta. Jika bicara ke arah Timnas, tinggal perbanyak try out atau panggil pelatih asing sebagai advisor tapi yang melatih pelatih lokal,” lanjutnya.

Tanggapan positif kompetisi Srikandi Cup juga disampaikan salah satu pemain yang memperkuat timnas putri mahasiwa di ajang AUG 2018, Kadek Pratita Citta Dewi. Perempuan yang biasa disapa Cita yang juga pemain Merpati Bali ini mengungkapkan Srikandi Cup berperan besar meningkatkan kematangannya dalam bermain.

“Keberhasilan kami merebut medali perak kemarin tidak bisa dipungkiri hasil dari kompetisi Srikandi Cup. Sayangnya, Srikadi Cup masih dianggap sebelah mata. Tapi saya percaya dengan semakin baiknya kualitas Srikandi Cup dapat menarik perhatian sejumlah pihak dan saya harap bisa salah satu acuan kompetisi olahraga yang terbaik di Indonesia,” tutur Cita.