http://cozypan.com

Tata Permukiman Kumuh, Anies Akan Revisi Aturan Tata Ruang

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akan menata permukiman kumuh, padat dan miskin dengan melibatkan sektor swasta. Pembeli dan penjual jasa harus tercipta dalam permukiman kumuh, padat dan miskin tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, permukiman kumuh di Jakarta bukan hanya berada di kawasan pinggir kota. Permukiman kumuh, padat dan miskin justru berada di pusat kota, khususnya di bantaran sungai.

Sebab, lanjut Anies, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada saat ini hanya mengatur berdasarkan bidang tanah, bukan sebagai sebuah kawasan. Di mana, pembangunan dekat jalan raya yang memiliki koefisien lantai bangunan (KLB) lebih tinggi membuat perusahaan swasta mau bertransaksi disitu. Sementara, di dalam jalan raya, KLB-nya rendah. Sehingga tidak ada yang mau berinvestasi di sana.

Baca Juga:

“Disitulah muncul ketimpangan. Jadi ke depan kita berorientasi pada perencanaan kawasan, perizinan juga orientasinya kawasan bukan per bidang tanah, karena selama ini yang kita lakukan per bidang tanah. Jadi sering kita menemukan satu kawasan di satu sisi ada gedung yang bisa tinggi sekali, gedung sebelahnya pendek. Padahal kawasannya sama,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (30/1/2019).

Anies menjelaskan, menata kota itu bukan hanya dengan tangan pemerintah saja. Pemerintah harus membuat aturan yang membuat semua pihak termasuk swasta bisa melakukan pembangunan. Memberikan manfaat bagi masyarakat secara sosial, secara bisnis dan disitulah kemudian daerah bisa berkembang.

Salah satu contoh yang paling sederhana, adalah pembangunan rumah susun. Menurutnya, rumah susun di Jakarta ini yang murah itu pemerintah. Sementara pihak swasta selalu mengambil yang tinggi. Sebab, aturan-aturan rencana tata ruang yang ada membuat tidak menguntungkan untuk membangun rumah susun di tengah.

“Aturan itu hanya menguntungkan bila membuat rumah susun yang di atas dan hari ini di berbagai tempat di Jakarta rata-rata 30 sampai 40{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} apartemen kosong, kenapa? karena apartemen dibangun sebagai investasi bukan dibangun untuk ditinggali. Nah ini yang akan diubah,” pungkasnya.

Selain mengubah aturan RTRW berdasarkan kawasan, Anies berencana menciptakan lapangan pekerjaan dan aturan yang memungkinkan tersambungnya antara penghasil dan pembeli jasa. Serta pelatihan-pelatihan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan agar mereka bisa naik kelas.

Mantan Menteri Pendidikan itu pun membantah apabila konsep penataan yang dilakukan di permukiman kumuh dengan cara menggusur. Justru, dilakukan adalah Pemprov menciptakan aturan yang membuat terjadi transaksi secara ekonomi.

“Kalau transaksi ekonomi tidak terjadi maka urban renewal harus selalu dilakukan oleh pemerintah. Jadi bukan Pemprov menuju tempat kemudian menggeserorang, bukan. Itu pendekatan lama,” tegasnya.

Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Oswar Muadzin Mungkasa menambahkan, penataan yang dilakukan selama ini sifatnya sporadis dan hanya mempercantik luarnya saja. Menurut Oswar, hidup masyarakat yang lingkungannya dipercantik tetap miskin dan susah.

Untuk itu, penataan harus dilakukan bersama-sama sehingga ada collaborative approach memecahkan semua masalah dalam pelaksanaannya. Dia optimistis konsep penataan pemukiman di Jakarta bisa menjadi contoh bagi penataan kota lain di Indonesia. “Kita ingin jadi center of excellence menangani rumah kumuh di Indonesia,” ucapnya.

(whb)

Pemprov DKI Dukung Penegakan Hukum Berlalu Lintas di Ibu Kota

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung berbagai kebijakan penegakan hukum dalam berlalu lintas. Sanksi pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan menghubungkan data pelanggar dengan perbankan bagi penunggak sanksi tilang di kawasan Electronic Traffic Low Enforcement (ETLE) menguntungkan DKI.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Faisal Syafrudin mengatakan, penerapan ETLE tentunya sangat membantu BPRD mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor. Sebab, dari perekaman kamera dan pelanggar lalu lintas bisa terlihat data kewajiban pajak kendaraan. Apalagi jika pemblokiran STNK bagi pelanggar lalu lintas dan larangan kredit perbankan yang tidak membayar sanksi lebih dari dua minggu.

“Mereka pelanggar lalu lintas ETLE yang belum bayar pajak tentunya harus melunasi pajaknya dulu baru bisa bayar sanksi. Nah ini sangat menguntungkan. Ke depan, kami juga akan menerapkan sistem ini di DKI Jakarta,” kata Faisal pada Rabu (30/1/2019).

Baca Juga:

Faisal menjelaskan, pengawasan manual yang dilakukan internal oleh BPRD saja, masih banyak kendaraan, khususnya kendaraan mewah yang belum membayar pajak. Ke depan, BPRD melalui Dinas Komunikasi, Teknologi dan Informasi akan memasang kamera CCTV diseluruh wilayah untuk merekam kendaraan yang belum membayar pajak.

“Nah, kami terus lakukan door to door ketika sudah mengetahui kepemilikan kendaraan penunggak pajak. Bagi kendaraan yang tidak sesuai kepemilikan, pemilik kendaraan harus mengurusnya kalau tidak mau ditahan,” ujarnya.(Baca: Polda Usulkan Pelanggar ETLE Tak Bisa Ajukan Kredit Perbankan)

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko menuturkan, penegakan hukum yang dilakukan kepolisian terhadap pelanggar lalu lintas harus terus didukung. Sehingga, kemacetan bisa lebih terurai. “Kemacetan di Jakarta ini salah satunya disebabkan oleh tidak tertib berlalu lintas. Jadi kami prinsipnya selalu mendukung,” kata Sigit.

Sementara itu, pengamat transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menuturkan, langkah utama untuk menertibkan lalu lintas itu memang harus melalui penegakan hukum yang konsisten. Penerapan blokir STNK dan kredit perbankan merupakan langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Leksmono berharap ETLE segera diterapkan meluas ke daerah lain yang sudah cukup terlayani dengan angkutan umum. Dia optimistis, pihak kepolisian dan Pemprov bisa melaksanakannya. “Pemprov DKI harus mendukung dan harus bisa menjadi contoh bagi daerah lain. ETLE harus dilakukan,” ucapnya.

(whb)

Empat Pasien DBD Meninggal Dunia, Pemkot Bogor Masih Kaji Status KLB

loading…

BOGOR – Pemkot Bogor gencar mengampanyekan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terkait meningkatnya jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD). Meski sudah ada empat pasien meninggal dunia akibat DBD, Pemkot Bogor belum menetapkan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Sepanjang Januari ini sudah ada empat pasien DBD asal Kota Bogor yang meninggal dunia. Ini memang cuacanya lagi berbeda, jadi tidak cukup hanya dengan fogging. PSN ini harus massif sekali,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada Rabu (30/1/2019).

Bima mengaku sudah mengumpulkan jajarannya, baik ditingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, (SKPD), kecamatan hingga kelurahan yang berkepentingan dengan pelaksanaan PSN. Namun demikian, lanjut Bima, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat untuk membantu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:

“Gerakan PSN ini bukan hanya pemerintah saja yang bergerak, tapi masyarakat juga harus bersama melakukan gerakan itu,” ujarnya. Tak hanya itu, karena kasusnya terus meningkat, pihaknya juga sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mengkaji penerapan status KLB.

Sementara itu, Kepala Subbag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, Taufik Rakhmat menjelaskan, berdasarkan data hingga Minggu, 27 Januari 2019, jumlah pasien DBD di RSUD Kota Bogor sebanyak 186 kasus. “Rinciannya pasien gejala DBD dari Kota Bogor sejumlah 71 kasus, dan Kabupaten Bogor 96 kasus. Sementara yang berstatus DBD akut sebanyak 19 kasus. Semuanya masih dalam perawatan. Untuk kasus meninggal belum ada,” kata Taufik.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah pasien DBD memang melonjak tajam. Terhitung sejak November 2018, RSUD Kota Bogor telah menerima pasien DBD sebanyak 45 pasien.

Sementara pada Desember 2018, pasien DBD mencapai 40 kasus. Saat ini RSUD Kota Bogor juga menyediakan tempat tidur tambahan akibat lonjakan kasus DBD di RSUD Kota Bogor.”Ya, kita ada penambahan bed atau kasus, tapi belum kami hitung lagi berapa penambahannya,” jelasnya.

Tempat terpisah, Kepala Humas RS PMI Bogor Adhy Rommy menjelaskan berdasarkan hasil rekap laporan sementara per 25 Januari 2019, saat ini terdapat 46 pasien demam berdarah, dan 13 pasien DBD di RS PMI Kota Bogor.

“Dari hasil evaluasi laporan 2018, Adhy menyebutkan ada peningkatan kasus pasien DBD di RS PMI Kota Bogor. Untuk bulan Januari 2019, kasus DBD ada di peringkat pertama, dan DBD ada di peringkat 6. Sedangkan untuk pasien meninggal, kami belum menerima laporan, semoga tidak ada,” katanya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Kota Bogor, Sari Chandrawati mengatakan, hingga Senin, 28 Januari 2019, kasus DBD di Kota Bogor mencapai 121 kasus. Dengan jumlah korban meninggal sebanyak empat orang.”Kita masih lakukan kajian kalau soal status KLB, karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam menetapkan suatu kasus penyakit itu,” ucapnya.

(whb)

Polda Usulkan Pelanggar ETLE Tak Bisa Ajukan Kredit Perbankan

loading…

Kamera pemantau tilang elektronik di Polda Metro Jaya. Foto:dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Ditlantas Polda Metro Jaya mewacanakan sanksi berupa tidak bisa melakukan kredit apapun bagi pelanggar Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebelum melakukan pembayaran sanksi tilang. Untuk merealisasikan wacana ini kepolisian sedang melakukan pembicaraan dengan pihak perbankan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan perbankan terkait sanksi bagi pelanggar kebijakan ETLE. Nantinya, data pelanggaran akan terhubung dengan data perbankan sehingga tidak hanya denda tilang yang diberikan melainkan juga ada blacklist yang dilakukan oleh perbankan.

“Nanti kalau tidak membayar denda maka pelanggar tidak bisa melakukan kredit apapun karena masuk blacklist,” kata Herman kepada wartawan pada Rabu (30/1/2018).

Baca Juga:

Herman menuturkan, ada beberapa hal yang saat ini tengah dibahas bersama perbankan. Salah satu pembahasan yakni, mensinkronkan data antara pelanggar dengan perbankan.

Herman melanjutkan, salah satu kerugian yang akan didapat oleh pelanggar lalu lintas itu, seperti tidak bisa mengajukan kredit, karena namanya tercemar sudah melakukan pelanggaran lalu lintas. “Detailnya seperti apa nanti akan diinformasikan selanjutnya. Masih diwacanakan dan dikaji terus bersama dengan pemangku kepentingan terkait,” ucapnya.

Seperti diketahui, pengguna sepeda motor dan mobil dengan pelat nomor B, jika melanggar aturan lalu lintas di jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta, akan dikenakan tilang elektronik. Apabila tidak membayar denda tilang sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu kurang lebih dua pekan setelah surat tilang dikirim ke rumah, maka polisi akan langsung memblokir STNK, dan baru bisa membayar pajak jika sudah membayar denda.

(whb)

Lagi, Puluhan Pentil Ban Motor Dicabut karena Parkir Liar

loading…

Petugas Dishub Jakarta mencabut pentil ban motor yang berada di area larangan parkir.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Razia parkir liar terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta, sayangnya pengguna kendaraan bermotor tidak pernah kapok meski berulang kali terken razia tersebut. Sebagai bukti,pentil ban puluhan sepeda motor dicabut oleh petugas gabungan Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Kecamatan Tebet bersama Satpol PP, TNI dan Polres Jakarta Selatan dalam razia di sejumlah ruas jalan.

Kepala Penertiban Kecamatan Tebet, Lukman mengatakan, sebanyak 55 petugas gabungan dilibatkan dalam operasi parkir liar yang digelar di Jalan Pandawa, Jalan Kasablanka, dan Jalan KH Abdullah Syafei pada Rabu (30/1/2019). “Sudah disosialisasikan, pasang sepanduk tapi masih saja parkir liar, meski ada sejumlah protes warga, petugas memberikan penjelasan semua parkir di ruang milik jalan mengganggu kelancaran berlalu lintas dengan penindakan tilang, cabut pentil, dan derek,” kata Lukman.

Menurut dia, operasi itu untuk menciptakan kawasan Jakarta Selatan yang tertib parkir liar. Operasi parkir liar juga rutin dilaksanakan untuk meminimalisir munculnya permasalahan parkir liar, sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas.

Baca Juga:

Sementara itu, Kasubag Perhubungan Transportasi dan Energi Fadhila Nurshehati menambahkan, kegiatan penertiban ini akan rutin dilaksanakan bersinergi pihak terkait selama satu tahun untuk memberikan edukasi, penataan, dan efek jera kepada pelanggar parkir

“Hasil penertiban dari Jalan Pandawa, Menteng sebanyak 21 kendaraan roda dua dicabut pentil, lima kendaraan light truck di BAP tilang, dan satu kendaraan pribadi diderek lantaran parkir di trotoar dan sembarang tempat ditambah 7 pelanggaran PKL ditindak Satpol PP,” ucapnya.

(whb)

Lakukan Rekonstruksi, Romlah Bunuh Bayi M yang dalam Keadaan Sakit

loading…

Romlah (kaus oranye) pelaku pembunuhan terhadap bayi M yang berusia tiga bulan diperlihatkan petugas Polresta Depok.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama

DEPOK – Romlah (66) pengasuh bayi M berjalan lemas dari mobil tahanan Polresta Depok. Romlah menjalani adegan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) yang juga rumah korban di Perumahan Vila Santika, Pancoran Mas, Depok.

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan, ibu korban menitipkan bayi M pada Romlah sebelum berangkat kerja. Dia berpesan agar M dirawat dan tidak dimandikan karena sedang sakit. “Saat kerja orang tuanya berpesan pada pengasuh untuk merawat dan tidak dimandikan karena sedang sakit,” kata Didik pada Rabu (30/1/2019).

Didik melanjutkan, saat ditinggal, korban menangis dan Romlah kemudian memberikan susu pada M. Tapi bayi tersebut tidak kunjung diam. Diduga bayi rewel karena sedang sakit. “Bayi memang sedang sakit demam saat itu,” ujarnya.

Baca Juga:

Didik menuturkan, karena kesal bayi M terus menangis Romlah pun menganiaya bayi tersebut. “Romlah memasukkan botol susu ke mulut Mutia dan mencubit. Kemudian ditidurkan dalam kondisi tengkurap,” tuturnya.(Baca: Pembunuh Bayi 3 Bulan di Depok Ternyata Pengasuh Berusia 66 Tahun)

Didik mengungkapkan, dari pemeriksaan forensik diketahui bahwa bayi M tewas karena adanya benda tumpul yang masuk ke mulut. Benda tersebut menyebabkan penghambatan di saluran pernapasan. “Korban pun mati lemas,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, Romlah dijerat pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76 huruf C Undang Undang No 53 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

(whb)

Usai Tabloid Indonesia Berkah, Bawaslu Temukan Tabloid Pembawa Pesan

loading…

DPRD DKI Jakarta meminta masyarakat Jakarta tak termakan konten yang ada di dalam tabloid Indonesia Barokah. Foto: dok/SINDOnews/Solichan Arif

JAKARTA – Warga Jagakarsa, Jakarta Selatan merasa resah dengan beredarnya Tabloid Pembawa Pesan di wilayah mereka yang berisi materi kampanye pasangan capres. Bawaslu DKI Jakarta sendiri sedang melakukan penelusuran terkait alamat redaksi dari tabloid tersebut yang berada di kawasan Buncit, Jakarta Selatan.

“Kronologisnya dari hari Minggu ada kurir datang ke rumah tabloid itu tiba-tiba dibagikan ke warga Cipedak, Jagakarsa. Nah kemudian warga itu lapor ke pengawas kelurahan kita,” Kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Puadi, Rabu (30/1/2019).

Lebih lanjut, Menurut Puadi, tabloid itu memuat sosok Presiden Joko Widodo. Sampul edisi 1 menampilkan tulisan “Bantu Presiden Lawan Hoaks, Fitnah, dan Kebencian”.

Baca Juga:

Kemudian ada pula tulisan berjudul “Benarkah Rezim Jokowi Anti-Islam? Justru Jokowi Gandeng Ulama” dan “Jokowi Bela Kepentingan Asing dan Aseng? Justru Indonesia yang Menginvasi Cina”.

Puadi mengatakan tabloid ‘Pembawa Pesan’ beralamat di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, untuk itu pihaknya sedang mendalami kebenaran dari alamat yang tercantum. (Baca: Soal Tabloid Indonesia Barokah, Polda Metro Jaya: Kita Cek Dulu)

“Kita sedang telusuri dulu karena kita gak tahu siapa yang nyebar ini. Kita cari subyek hukumnya dulu. Apa dilakukan oleh pelaksana, peserta, atau tim. Dan memang di sini banyak menceritakan tentang 01,” kata Puadi.

Puadi menyebut bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami segala isi konten dari tabloid tersebut. Yang pasti, oknum yang menyebarkan tabloid ke rumah-rumah warga merupakan pelanggaran dalam melakukan kampanye.

“Kalau ini dilakukan mereka turun ke rumah, siapa yang nyebar, siapa pelaksananya, siapa timnya. Bisa dikategorikan mereka kampanye di luar jadwal,” katanya.

Sebelumnya, Tabloid Indonesia Barokah sempat masuk di empat kecamatan di Jakarta. Diduga media tersebut berasal dari Pondok Melati, Bekasi.

(ysw)

Relokasi GT Cikunir II, Jalan Cikunir Ditutup Selama Tiga Pekan

loading…

Petugas Dishub Kota Bekasi melakukan penutupan ruas Jalan Cikunir Raya terkait pengerjaan relokasi GT Cikunir II.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai Rabu (30/1/2019) ini menutup ruas Jalan Raya Cikunir selama tiga pekan ke depan. Penutupan itu imbas relokasi gerbang tol sekaligus penambahan jalur kendaraan di Gerbang Tol (GT) Cikunir II ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

“Ruas jalan ini terpaksa ditutup dari 30 Januari sampai 21 Februari 2019,” ungkap Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan pada Rabu siang. Menurutnya, penutupan yang dimulai dari pukul 07.00-18.00 WIB ini bertujuan demi kelancaran pekerjaan pembangunan GT Cikunir II.

Johan menjelaskan, penutupan itu terpaksa dilakukan, karena keperluan pembuatan gerbang tol tambahan tersebut, ada sesi pemasangan sheet pile. Sebab, posisi gerbang butuh lahan pelebaran yang paralel dengan badan jalan, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan.

Baca Juga:

Kemudian rekayasa ini diberlakukan untuk kendaraan roda empat maupun lebih. Sementara kendaran roda dua dan warga yang tinggal di sepanjang Jalan Cikunir Raya serta civitas Universitas Gunadarma diperkenankan untuk melintasi jalan ini.

“Sebenarnya mereka bisa saja langsung menutup Jalan Cikunir Raya karena merupakan lahan milik kementerian. Namun kami apresiasi koordinasi yang sudah dijalin, sehingga kami bisa mempersiapkan rekayasa untuk keperluan masyarakat yang biasa melintas di Jalan Cikunir Raya,” tegasnya..

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi menambahkan, relokasi GT Cikunir II dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang datang dari arah tol Jakarta-Cikampek menuju arah selatan seperti Jatiwarna, Jatiasih, Taman Mini, Pasar Minggu, Cilandak, Pondok Indah dan sebagainya.

Sebab, kata dia, lintasan setelah GT Cikunir II menuju arah selatan hanya memiliki lebar enam meter atau 1,5 lajur. Kondisi ini berbeda dengan lintasan dari GT Cikunir II menuju arah utara seperti ke Cakung, Cilincing, Marunda hingga Tanjung Priok yang memiliki lebar jalan sekitar 12 meter atau dua lajur.

Padahal, arus kendaraan yang datang dari tol Jakarta-Cikampek menuju selatan tol JORR sangat tinggi. Deded menuturkan, pekerjaan proyek dilakukan tepat di persimpangan Jalan Raya Cikunir dekat SPBU. Namun demi kelancaran, proyek akan menutup jalan sepanjang 150 meter ke arah Galaxy.

Rekayasa yang dilakukan ada dua. Di antaranya, kendaraan yang datang dari Jatibening menuju Kalimalang atau Galaxy bisa melintasi Jalan Cempaka Raya- Simpang SPBU-Jalan Cikunir arah Jatiasih-Jalan Jakarta Perum Mas Naga-Jalan Bintang Raya-Jalan Taman Galaxy dan Kalimalang.

Kemudian kendaraan yang datang dari Kalimalang/Galaxy menuju Jatibening bisa melintasi arah sebaliknya yakni Jalan Taman Galaxy-Jalan Bintang Raya- Jalan Jakarta Perum Mas Naga-Jalan Cikunir Raya-Simpang SPBU dan Jalan Cempaka Raya.

(whb)

Kali Leduk di Kota Tangerang Meluap, 2 RW di Kecamatan Periuk Terendam

loading…

BPBD Kota Tangerang mengerahkan enam perahu karet untuk membantu warga melintasi banjir, Rabu (30/1/2019). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang, Banten, sejak semalam membuat Kali Leduk meluap. Akibat luapan Kali Leduk tersebut membuat dua RW di Kecamatan Periuk terendam 90 cm.

Kepala UPT Kecamatan Periuk, BPBD Kota Tangerang Kamaludin Azizi mengatakan, banjir setinggi 90 centimeter itu masuk ke dalam pemukiman warga, sejak pagi hari dan membuat Jalan Regency jadi lumpuh.

“Banjir terjadi, sejak pukul 05.00 WIB. Akibat intensitas hujan yang sangat tinggi, sejak tadi malam. Ketinggian air mencapai 90 centimeter,” kata Kamal, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga:

Dilanjutkan dia, air banjir masuk ke dalam rumah warga. Sedikitnya, ada sebanyak 94 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Perumahan Garden City, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, yang kebanjiran.

“Kami sudah menerjunkan enam unit perahu karet untuk membantu warga melintasi banjir. Kami juga dibantu stakeholder untuk menyeberangi warga dari air,” ungkapnya.

Akses lalu lintas warga sendiri, mengalami kelumpuhan. Kendaraan roda tidak bisa melintas. Warga yang hendak keluar rumah, dibantu petugas dengan menggunakan perahu karet yang ada, secara bergantian.

“Kami juga sudah menyiapkan ada posko bencana banjir untuk warga yang hendak mengungsi, di Puskesmas maupun Posyandu, dan Musala. Tapi rata-rata warga, memilih bertahan di rumahnya,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri menambahkan, banjir tidak merata disemua tempat. Hanya ada di lingkungan RW 25 dan 22, Kecamatan Periuk.

“Saat ini, posisinya rata-rata sudah selutut orang dewasa, atau sekira 60 centimeter. Setelah perbaikan pompa selesai, penurunan bisa terjadi. Insya Allah, dalam 2 sampai 3 jam ini akan selesai,” paparnya.

(ysw)

Satpol PP Bentrok dengan Mahasiswa di Kantor Puspemkot Tangerang

loading…

Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa terlibat bentrokan dengan Satpol PP di Kantor Puspemkot Tangerang.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG – Aksi demonstrasi belasan mahasiswa di depan Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang, berakhir bentrok pada Rabu (30/1/2019). Mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP).

Sejumlah mahasiswa tampak ditarik masuk ke gerbang Pemkot Tangerang, dan dipukuli beramai-ramai oleh Satpol PP. Mereka nenendang, dan memukul. Ada juga yang memakai alat bantu seperti tongkat.

Tidak hanya dari mahasiswa, korban luka juga ada yang dari petugas Satpol PP. Korban mengalami luka bocor di kepala, diduga akibat terkena lemparan batu.”Ini sih pembantaian,” kata salah seorang warga yang melihat aksi penganiayaan anggota Satpol PP terhadap para pendemo, di Pemkot Tangerang, Rabu (29/1/2019).

Baca Juga:

Hingga kini, aksi demonstrasi mahahasiswa masih berlangsung. Tampak botol, batu, dan bekas ban yang dibakar di halaman Pemkot Tangerang. Puluhan petugas Satpol PP dan kepolisian masih mengepung Puspemkot.

(whb)

Dua Pelaku Sindikat Pencurian Perangkat Keras Menara BTS Diringkus

loading…

Dua pencuri BTS di Bogor digiring petugas kepolisian saat akan digelar pers rilis di Mapolres Bogor.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sindikat pencurian perangkat keras atau hardware menara Base Transceiver Station (BTS) sejumlah provider seluler di Kabupaten Bogor diringkus petugas Polres Bogor. Dua pelaku YPO (39), dan FH (50) diciduk setelah beraksi di lokasi.

“Pelaku melakukan aksi pencurian perangkat modul tower Indosat, Telkomsel, XL di enam lokasi Kabupaten dan Kota Bogor,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky Pastika Gading, kemarin.

Menurut Dicky, modul-modul komponen ini biasa digunakan sebagai perangkat hardware dari tower-tower BTS. “Perlengkapan ini apabila diambil tentunya tidak akan berfungsi secara baik, sinyal-sinyal (seluler) juga akan berkurang kekuatannya,” katanya.

Baca Juga:

Komponen hardware BTS ini, lanjut Dicky, bukan benda yang mudah didapat karena penggunaannya cukup spesifik. Sehingga tak menutup kemungkinan bahwa para pelaku ini sebelumnya sudah tahu betul terkait komponen-komponen BTS yang berharga tinggi tersebut.

“Ini harganya cukup mahal serta tidak bisa digunakan sembarangan karena termasuk barang yang spesifik untuk digunakan. Oleh karena itu kerugian daripada provider itu selain masyarakat juga penggunaan HP terganggu juga kerugian daripada material yang mencapai miliaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi menjelaskan saat melakukan aksinya, pelaku juga menggunakan identitas palsu. Modus operandi menyamar sebagai salah satu pekerja dengan mengenakan baju termasuk identitas yang dipalsukan.

“Ada satu benda komponen hardware berbentuk kotak seukuran CPU yang harganya mencapai Rp200 juta. Biasanya terjadi pencurian baterai, tapi hal ini baru terungkap dimana spesifik komponen tertentu saja dan memang diketahui termasuk pen-suplai kita periksa karena kita ketahui barang ini tidak diperjualbelikan bebas dan harganya cukup mahal,” ujarnya.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa empat unit WBPD, dua unit UBBd6, satu unit Base Band, dua DUW, 57 rol kabel warna kuning,13 rol kabel warna hitam, tiga rol kabel warna abu-abu, satu rol kabel warna putih, 87 dus Box APV merk Ericsson, satu kardus putih merk Roxtec, satu kardus coklat kecil merk Huwaei berisi dua Sabreg, tiga kardus kecil isi delapan unit UBBd6, 105 buah kardus kecil merk 3M, lima buah Safety belt, 10 colokan listrik, dua pendingin / Ven, dan 12 dus kosong.

(whb)

Bekasi Akan Bangun Ratusan Titik PJU dari Anggaran Kompensasi DKI

loading…

Pemkot Bekasi bakal membangun 450 titik lampu PJU pada tahun ini yang anggarannya bersumber dari APBD Bekasi dan dana kompensasi DKI Jakarta. Foto: dok/Koran SINDO

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bakal membangun 450 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) pada tahun ini. Pembangunan ratusan PJU tersebut bersumber dua anggaran, yakni dari APBD Bekasi dan DKI Jakarta.

Pertama, Kota Bekasi bakal membangun 171 titik dengan anggaran Rp930 juta dan kedua sebanyak 279 titik mencapai Rp2,5 miliar bersumber dari anggaran DKI Jakarta.

“Anggaran dari DKI Jakarta itu berasal dalam alokasi anggaran kompensasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Arief Maulana kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga:

Namun, kata dia, anggaran hibah dari APBD DKI Jakarta tersebut memang dikhususkan untuk membangun titik lampu PJU disekitar wilayah Kecamatan Bantargebang. (Baca: Bekasi Terima Hibah 20 Ribu Lampu Bekas dari Jakarta)

Sejauh ini, kata dia, program pemasangan seluruh lampu oleh pemerintah daerah dibagi empat zona. Diantaranya zona satu meliputi wilayah Bekasi Timur, Bekasi Utara, Medan Satria. Zona dua meliputi wilayah Jatiasih dan Bekasi Barat. Zona tiga meliputi Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang.

Dan terakhir, zona empat meliputi Kecamatan Pondok Gede, Pondok Melati dan Jatisampurna. Namun, beberapa wilayah itu sudah tidak gelap, karena lampu PJU diwilayah itu sudah dalam kondisi baik menerangi permukiman dan jalan lingkungan warga.

“Tahun ini kita pastikan lampu PJU sudah dalam kondisi baik dan tidak rusak,” tegasnya.

Kabid PJU DBMSDA Kota Bekasi, Priyatna menambahkan, penambahan lampu jalan di Bantargebang sebagai kompensasi untuk memberikan kesehjateraan bagi masyarakat. “Karena disana sangat gelap, jadi diprioritaskan untuk warga Bantargebang,” katanya.

Menurutnya, anggaran bantuan untuk PJU di Bantargebang salah satu dana konpensasi dari DKI Jakarta yang menggunakan wilayahnya menjadi TPST Bantar Gebang.

Tak hanya untuk kompensasi, sebagian dana tersebut digunakan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat (community development).

Beberapa fasilitas yang dibiayai dengan dana ini antara lain pembangunan dan pelebaran jalan dan jembatan Jatiwaringin, fly over Rawa Panjang, dan fly over Cipendawa.

Dana kompensasi bagi penduduk sekitar TPA Bantar Gebang mulai diberikan pada 2009. Ini merupakan pengejawantahan Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Dalam regulasi tersebut dikatakan, kompensasi adalah imbalan bagi masyarakat sekitar yang terkena dampak pengelolaan sampah.

Kompensasi itu meliputi biaya relokasi, pemulihan lingkungan, biaya pengobatan dan kesehatan, serta kompensasi lainnya. Sejak diambil alih oleh Pemprov DKI, masyarakat di sekitar Bantargebang memeroleh dana kompensasi tersebut.

(ysw)

Transjakarta Buka Rute Stasiun Senen-Stasiun Tanah Abang

loading…

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai hari ini mengoperasikan bus Transjakarta rute Stasiun Senen-Stasiun Tanah Abang. Sebanyak lima bus Metrotrans sudah dapat melayani para penumpang kereta api dari dua stasiun tersebut.

“Penumpang kereta api yang turun di Stasiun Senen bisa menuju Tanah Abang dengan memanfaatkan layanan Transjakarta, begitu pula sebaliknya. Rute baru ini beroperasi sejak pukul 05.00-22.00 WIB dengan tarif Rp3.500,” ungkap
Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono pada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Agung mengatakan, bus berkapasitas 68 orang ini akan terhubung dengan sejumlah rute Transjakarta, antara lain 1A (PIK-Balai Kota), 1H (Stasiun Tanah Abang-Stasiun Gondangdia), 1N (Tanah Abang-Blok M), 1P (Senen-Bundaran Senayan), 5F (Kampung Melayu-Tanah Abang), 6H (Lebak Bulus-Senen), 8C (Tanah Abang-Kebayoran Lama), 8K (Tanah Abang-Batusari), 9D (Pasar Minggu-Tanah Abang), 12B (Pluit-Senen), GR1 (Harmoni-Bundaran Senayan), GR2 (Tanah Abang Explorer), BW1 (Bus Wisata History of Jakarta), BW2 (Bus Wisata Jakarta Modern), BW3 (Bus Wisata Art and Culinary), BW4 (Bus Wisata Jakarta Skyscrapers), BW5 (Bus Wisata RPTRA Kalijodo), BW6 (Bus Wiata Makam Mbah Priok).

Baca Juga:

Dan layanan Jak Lingko, yakni JAK7 (Tawakal-Tanah Abang), JAK10 (Tanah Abang-Kota), JAK11 (Tanah Abang-Kebayoran Lama), JAK12 (Tanah Abang-Pos Pengumben-Kebayoran Lama), dan JAK14 (Tanah Abang-Meruya).

“Dengan dibukanya rute Stasiun Senen-Stasiun Tanah Abang maka transportasi publik semakin menjangkau masyarakat yang sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya. Agung menerangkan, integrasi antarmoda juga menjadi salah satu faktor memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Karena masyarakat merasakan kenyamanan menjadi pengguna angkutan umum. Penambahan layanan Transjakarta untuk Stasiun Senen-Stasiun Tanah Abang, bagian dari upaya manajemen perusahaan merealisasikan target untuk mencapai 236 rute pada tahun 2019.

Sebelumnya, Transjakarta juga telah membuka rute baru History of Jakarta Explorer pada Senin 28 Januari kemarin, dengan jam operasional dan tarif yang sama. Pembukaan kedua rute baru ini dalam kurun waktu sepekan di Tanah Abang yang merupakan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) hasil penataan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) menambah layanan yang sudah ada.

Antara lain Tawakal-Tanah Abang (JAK7), Tanah Abang-Kota (JAK10) , Tanah Abang-Kebayoran Lama (JAK11), Tanah Abang-Pos Pengumben-Kebayoran Lama (JAK12), dan Tanah Abang-Meruya (JAK14). Serta Tanah Abang-Gondangdia (1H), Tanah Abang-Blok M (1N), Kampung Melayu-Tanah Abang (5F) Tanah Abang-Kebayoran Lama (8C), Tanah Abang-Batusari (8K), Pasar Minggu-Tanah Abang (9D), GR2 (Tanah Abang Explorer).

(whb)

Hanya karena Ditegur, Pemuda di Cengkareng Tega Bunuh Ayah Kandung

loading…

JAKARTA – Entah setan apa yang merasuki jiwa pria berinisial PI (24) ini. Hanya karena ditegur, ia tega menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di rumahnya Jalan Kapuk Sawah, RT 10/12, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kepada polisi, PI mengaku tega menganiaya ayah kandungnya, Abdurachman bin H Sadin (60) hingga meregang nyawa, lantaran kesal ditegur di depan umum.

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri mengatakan, peristiwa anak bunuh ayah kandung itu terjadi Selasa (29/1) kemarin di Jalan Kapuk Sawah. Saat itu pelaku bersama dua rekannya, yakni Udin dan Yudi, sedang menenggak minuman keras (miras) di Pos RT setempat.

Baca Juga:

Pelaku kemudian membantu rekannya Udin memperbaiki televisi milik warga yang rumahnya berada persis di depan Pos RT. Namun, pengerjaan tidak kunjung rampung hingga menjelang magrib. Pelaku lalu ngedumel kepada Udin dengan kalimat ‘Kalau nyervis yang bener dong,lihat-lihat orang’.

Tak terima atas omongan pelaku, Udin membalas dengan makian sambil menendang pelaku. “Pelaku yang mendapat perlakuan dari Udin hanya diam saja tanpa perlawanan,” ungkap Kompol H Khoiri, kepada wartawa, Rabu (30/01/2019). (Baca juga: 10 Tahun Tak Bertemu, Anak Rampok dan Bunuh Ayah)

Tak lama kemudian, datanglah ayah pelaku atau korban. Saat mengetahui anaknya mabuk-mabukan, korban menegurnya. Inilah awal mula pembunuhan itu terjadi.

Saat pulang di rumah, pelaku menanyakan alasan sang ayah menegurnya di depan umum. Pelaku mengaku kesal karena korban bukannya membelanya. (Baca juga: Sebelum Dibunuh, Kedua Anak Korban Melihat Ayahnya Berlumuran Darah)

“Kok Bapak belain orang lain, bukan belain anak sendiri,” kata Khoiri menirukan ucapan pelaku. Korban lalu menjawab “Sama aja kalian berdua juga”. (Baca juga: Perkara Buah Mangga, Anak Tega Tebas Leher dan Tangan Ayah Kandung)

Pelaku yang tidak terima dengan jawaban korban langsung naik pitam dan menyerang secara membabi buta menggunakan celurit yang diambilnya dari dapur. Pelaku mengayunkan clurit satu kali ke arah korban hingga mengenai pangkal leher sebelah kiri. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Setelah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi, polisi akhirnya mengamankan tersangka tak jauh dari rumahnya. PI dibekuk setelah mencoba melarikan diri. “Dia enggak ada perlawanan, tapi waktu itu pelaku berniat melarikan diri,” kata Kapolsek.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

(thm)

Anies Instruksikan Lurah dan Camat Beri Respons Cepat Penanganan DBD

loading…

JAKARTAPemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per tanggal 28 Januari 2019 jumlah kasus DBD mencapai 662 kasus.

“Ada 662 kasus DBD ini angkanya yang sangat tinggi dibandingkan tahun lalu ataupun 2 tahun lalu,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Guna mengantisipasi agar kasu DBD tidak terus meningkat, Anies memerintahkan jajaranya menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kerja jumantik dengan memeriksa dan membersihkan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Baca Juga:

“Saya juga sudah instruksi kan seluruh Jajaran untuk merespons cepat yang kewilayahan terutama, lurah, camat seluruh jajaran ke bawah,” tuturnya.

Disamping itu juga, Anies berharap masyarakat berperan aktif menjadi jumantik di rumahnya masing-masing juga menghindari kasus DBD. (Baca: Kasus DBD di Jakarta Meningkat 2 Kali Lipat, Anies: Ini Ancaman Serius)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, pihaknya akan Keluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk Penanganan DBD di DKI Jakarta ini.

Ingub itu nantinya menjadi landasan untuk anak buahnya melakukan pembiayaan-pembiayaan dan lain-lainnya dalam penanganan kasus DBD.

“Sebagai kegiatan berjalan tapi kalau melakukan kegiatan kegiatan tambahan yang terkait dengan DBD membutuhkan dasar hukum, nanti akan keluar. Akan tetapi kegiatannya sudah jalan, Jadi bukan menunggu ingub baru bergerak tidak, itu sudah jalan sekarang,” tutupnya.

(ysw)

Ribuan PJU Padam, Sejumlah Jalan di Kota Bekasi Gelap Gulita

loading…

Ilustrasi, petugas sedang mengganti lampu jalan yang padam. Foto: dok/SINDOnews/Yan Yusuf

BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyebutkan ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tersebar di wilayahnya dalam kondisi padam dan rusak. Alhasil, wilayah yang berada di ribuan titik itu dalam kondisi gelap gulita akibat rusaknya lampu penerangan jalan umum tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Arief Maulana mengatakan, lampu PJU yang terdata padam dan rusak sebanyak 7.570 titik. Namun, angka kerusakan titik lampu PJU itu sebanyak 20 persen dari PJU yang ada sebanyak 37.850 titik. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan perbaikan,” katanya kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, anggaran perbaikan itu dianggarkan Rp1,5 miliar dari APBD 2019. Anggaran sebesar itu, kata dia, masuk dalam pagu pengadaan komponen ditahun 2019. (Baca: Bekasi Terima 20 Ribu Lampu Bekas dari DKI Jakarta)Apalagi jumlah kerusakan itu terdata sepanjang 2018 lalu. “Jadi tahun ini kita fokus perbaiki agar tidak dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:

Berdasarkan catatan DBMSDA, kerusakan lampu PJU sejak tahun 2016 sudah mencapai 6.000 titik. Kemudian, pada tahun 2017, kerusakan lampu PJU mencapai 4.500 lampu rusak dan tahun 2018 mencapai 7.570 titik.

Setiap kerusakan PJU itu akan dilakukan perbaikan pada tahun anggaran mendatang dan tahun ini kerusakan akan segera diperbaiki. (Baca juga: Pemkot Bekasi Alokasikan Rp110 Miliar untuk Biaya Pendidikan SD-SMP)

Apalagi, faktor kerusakan 7.570 lampu PJU itu beragam, ada yang sudah termakan usia, dan ada juga yang mengalami masalah dalam sistem penerangan seperti lampu penerangan rusak dan perlu diganti lampu baru. Meski demikian, pemerintah akan memperbaiki mulai bulan depan secara bertahap di 12 Kecamatan.

(ysw)

DKI Luncurkan Tiga Produk Inovasi Kesehatan Berbasis Teknologi

loading…

Gubernur Anies Baswedan meluncurkan E-Jiwa, DBDKlim, dan Jak-Track, di Balai Kota, Rabu (30/1/2019). Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan tiga produk inovasi di bidang kesehatan berbasis teknologi, yakni E-Jiwa, DBDKlim, dan Jak-Track. Dengan terobosan ini, layanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan lebih cepat dan optimal.

Anies mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi ini merupakan bentuk perkembangan bidang kesehatan Pemprov DKI Jakarta dalam melayani masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, swasta, maupun lembaga internasional.

“Kehadiran ini mencerminkan komitmen kami bahwa kesehatan yang menjadi prioritas utama penuh dengan terobosan terbaru. Masalah yang kita hadapi banyak sekali, dan kita harus melakukan inovasi menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dengan teknologi, kita melakukan pendekatan baru yang berbeda,” ujar Anies Baswedan saat peluncuran ketiga produk, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Anies, pendekatan gerakan sangat dibutuhkan dalam menjalankan program pemerintah, termasuk dalam berbagai inovasi bidang kesehatan. Melalui pendekatan gerakan, masyarakat mampu terlibat langsung dan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan tindakan preventif, kuratif, maupun promotif di bidang kesehatan. (Baca juga: Aplikasi Perizinan JakEVO Kaya Fitur-fitur Kekinian)

“Saya berharap semua puskesmas secara aktif menjangkau masyarakat kita. Karena ada masyarakat yang terlihat sehat secara fisik, tapi ternyata ketika dites memiliki masalah kejiwaan. Karena itu, mereka harus diberikan treatment, ada pantauan rutin, kembali sehat. Barulah setelah itu, kita katakan sukses dalam menjalankan program ini,” paparnya.

Mantan Mendikbud itu menekankan agar setiap petugas dan semua pihak yang aktif dalam pelayanan dunia kesehatan, mampu terus berinovasi dan berpikir kreatif untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. “Saya berharap di akhir tahun ini, banyak inovasi yang bisa ditawarkan DKI Jakarta ke kota-kota lain, kepada daerah-daerah di seluruh Indonesia,” ucap Anies.

E-Jiwa
E-Jiwa merupakan aplikasi berbasis android dalam mendeteksi secara dini masalah kejiwaan seseorang. Melalui 29 pertanyaan singkat atas gangguan perasaan, NAPZA, gejala psikotik, dan post traumatic stress disorder (PTSD), hasil jawaban akan dikalkulasi secara otomatis lalu menampilkan status jiwa seseorang. Dengan demikian petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta dapat menentukan langkah selanjutnya dengan cepat.

Inovasi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Ardhia Multi Parama selaku pemilik Ibunda.id. Melalui platform ini, diharapkan masyarakat yang membutuhkan konsultasi awal terkait masalah psikologis yang dihadapinya dapat memperoleh masukan maupun saran dari tenaga profesional dan terlatih secara online terlebih dahulu, sebelum datang ke fasilitas kesehatan yang ada di DKI Jakarta.

DBDKlim
DBDKlim adalah program peringatan dini penyakit DBD berbasis iklim. Inovasi ini merupakan sistem aplikasi informasi online berbasis web (dbd.bmkg.go.id) yang dapat menunjukkan prediksi angka penyakit demam berdarah pada masing-masing kota di DKI Jakarta dengan curah hujan dan kelembaban udara sebagai prediktor utama. (Baca juga: Dalam Sepekan 500 Warga Terpapar DBD, Jakarta Status Waspada)

Melalui inovasi ini, diharapkan informasi cepat mengenai prediksi kejadian demam berdarah mampu memberikan langkah antisipasi penyebaran dan pencegahan penyakit sedini mungkin. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta didukung Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jak-Track
Jak-Track adalah singkatan dari Jakarta Teman, Reservasi, Ambil obat, Cek Resiko, Kinerja. Inovasi ini merupakan sistem aplikasi informasi online berbasis web (jak-track.id) yang terintegrasi dalam penerapan model tracking data, laporan, kemajuan, dan capaian program penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jakarta Smart City, dan dukungan teknis dari LINKAGES Indonesia (projek dari USAID Indonesia). Jak-Track juga merupakan salah satu bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam pelaksanaan kesepakatan global Sustainable Development Goals (SDGs).

(thm)

Mulai Hari Ini, Pemkot Jakpus Tertibkan Puluhan Jaringan Kabel Atas

loading…

Wali Kota Jakpus Bayu Meghantara saat menertiban kabel jaringan atas di Jalan Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019). Foto/Istimewa

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) mulai memindahkan jaringan kabel atas untuk masuk ke manhole atau jaringan kabel bawah tanah. Saat ini Pemkot Jakpus menertibkan 20 jaringan kabel udara (Utilitas) Telematika sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Juanda, Gambir, Jakarta Pusat.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara menegaskan, mulai hari ini seluruh jaringan kabel udara (Utilitas) telematika akan masuk ke manhole. “Kami rencananya melakukan penertiban kabel udara di wilayah Jakarta Pusat ada 16 titik salah satunya di Jalan Juanda,” kata Wali Kota usai Memotong Kabel udara (Utilitas) Telematika di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Ini dilakukan, kata wali kota, karena manhole yang dipersiapkan Pemda DKI Jakarta sudah tersedia. Saat ini hanya tinggal kabel PLN yang masih menggunakan jaringan atas. “Bulan kami sudah koordinasikan dengan PLN, kabel PLN juga masuk ke Manhole,” ujarnya. (Baca: Biaya Jadi Kendala Penataan Utilitas Bawah Tanah)

Ditargetkan dalam dua bulan kedepan kabel udara termasuk tiang penyangga kabel udara dan lain-lain di jalan Juanda tidak ada lagi.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Sukowibowo menjelaskan, penataan atau penertiban kabel udara sesuai dengan Ingub No. 126 tahun 2018 tentang Penataan dan penertiban jaringan utilitas.

Baca Juga:

Kabel udara Telematika di wilayah Jakarta Pusat panjangnya ada sekitar 21 kilometer dan ini terdapat di 16 titik yaitu di Jalan Juanda, Jalan Katedral, Jalan Lapangan Banteng Barat, Banteng Selatan, Banteng Utara, jalan Gedung Kesenian, Jalan Balik Papan, Jalan Suryopranoto, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jalan H.Agus Salim, Kebon Sirih, Salemba Raya, Kramat Kwitang, Prajurit KKO Usman Harun, Letjen Suprapto dan Jalan Cikini Raya.

“Kami menargetkan kabel udara telematika di wilayah Jakarta Pusat akhir tahun sudah tidak ada lagi. Insyaallah, akhir tahun wilayah Jakarta Pusat sudah bebas dari kabel udara dan tiang penyangga kabel udara,“ kata Bowo.

(ysw)

Curi Kabel, Dua Warga Koja Dicokok Polres Pelabuhan Tanjung Priok

loading…

JAKARTA – Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membongkar kasus pencurian kabel di Jalan Digul, samping Pertamina LPG, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua pelaku diringkus yang merupakan warga Koja.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP M Faruk Rozi, mengatakan, kedua tersangka yang diringksus yaitu WI alias Bebek, dan AR. Keduanya ditangkap dikediaman mereka di kawasan Koja, Jakarta Utara.

“Mereka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing,” ujar M Faruk kepada wartaan, Rabu (30/1/2019). (Baca juga: Beraksi 15 Kali, Pencuri Spesialis Peralatan Kamar Mandi Diciduk)

Baca Juga:

Dari keduanya polisi menyita antara lain satu bundle dokumen berita acara penyelesaian pekerjaan, satu bundle dokumen kontrak kerja, dan dua buah potongan kabel.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada 8 Januari lalu. Mereka merupakan pekerja yang memasang kabel tersebut. Kabel listrik NYFGBY 4 x 95 mm itu merupakan milik PT Djakarta Global Solusindo yang dipasang untuk jaringan SKTM Jalan Digul.

Ketika itu salah seorang karyawan PT Djakarta Global Solusindo melakukan pengecekan pekerjaan dan menemukan kabel sepanjang 15 meter itu tidak ada dan ditemukan bekas potongan menggunakan gergaji.

Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. “Akibat pencurian itu perusahan tersebut mengalami kerugian Rp30 juta,” katanya. (Baca juga: 2 Janda Paruh Baya Gasak Pakaian Anak Senilai Rp7 Juta)

Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, serta Pasa 480 KUHP tentang Penadahan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Kini keduanya masih ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan masih dilakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya.

(thm)

Soal Tabloid Indonesia Barokah, Polda Metro Jaya: Kita Cek Dulu

loading…

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Polisi masih belum bisa mengambil sikap soal tabloid Indonesia Barokah. Pasalnya, hingga kini polisi masih terus menunggu hasil rekomendasi pihak Dewan Pers juga Badan Pengawas Pemilu.

“Kita cek dulu (rekomendasi Dewan Pers Bawaslu),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/1/2019).

Meski sejauh ini tabloid tersebut telah tersebar ke beberapa daerah, tapi hingga kini polisi mengaku belum ada laporannya di Polda Metro Jaya. Bisa saja laporan sudah masuk ke Bareskrim Mabes Polri. “Nanti apakah Mabes atau Polda yang menangani,” katanya. (Baca: Bawaslu DKI Temukan Tabloid Indonesia Barokah di 4 Kecamatan)

Baca Juga:

Tabloid dengan enam belas halaman itu memuat berita tentang kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun, isi berita di tabloid Indonesia Barokah disebut-sebut lebih banyak memuat konten negatif dan menyoroti pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

(ysw)

Diguyur Hujan Dua Jam, Sejumlah Kawasan di Kelapa Gading Terendam

loading…

Pascadiguyur hujan dua jam, sejumlah ruas jalan di Kelapa Gading terendam banjir setinggi 20-30 cm. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf

JAKARTA – Pascadiguyur hujan sekitar dua jam, sejumlah ruas jalan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir setinggi 20-30 sentimeter. Imbasnya kemacetan lalu lintas tidak terhindari.

Di sisi lain, terdapat dua proyek pembangunan infrastruktur yaknni Light Rapit Transit (LRT) dan proyek Tol Sunter Pulo Gebang, sehingga membuat tali tali air di kawasan itu rusak. Akibatnya, aliran air menjadi tersendat dan membuat genangan di jalanan.

Genangan terburuk terpantau di empat titik, yakni Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Raya Kelapa Hybrida, Jalan Boulevard Barat, dan Jalan Boulevar Raya. Di titik-titik itu genangan banjir menghambat arus lalu lintas.

Baca Juga:

Hingga saat ini petugas masih berusaha menangani genangan. Beberapa pompa mobile dan mobil damkar dikerahkan untuk membantu pompa stasioner melakukan manajeman air. (Baca juga: Banjir Rendam Jalan Boulevard Barat Raya Kelapa Gading)

Ardito (26), salah seorang pengguna jalan mengungkapkan, di sekitar Jalan Boulevard Raya genangan air cukup tinggi. Akibatnya banyak pekerja yang terhambat menuju kantor. Mereka tidak bisa berbuat banyak lantaran hampir semua ruas jalan utama yang biasa dilalui, tergenang. “Mau muter kemana mas, semuanya hampir terendam,” cetus Ardito di lokasi, Rabu (30/1/2019) pago.

Meskipun tidak masuk ke dalam pemukiman warga dan toko, namun genangan yang melanda Kelapa Gading membuat ekonomi di kawasan itu terganggu. Toko yang biasa buka sekitar pukul 08.00-09.00 WIB, pagi ini terpantau masih tutup.
Meskipun ada beberapa yang sudah buka, namun tidak terlihat adanya pengunjung.

“Biasanya sudah ada yang ke sini buat belanja,” kata Ivan (35), salah satu penjaga toko. (Baca juga: Banjir Rendam Jakarta, Sentra Bisnis Kelapa Gading Terputus)

Kasatpel Sumber Daya Air, Kecamatan Kelapa Gading, Rukmana, membenarkan adanya genangan yang merendam sejumlah kawasan di Kelapa Gading. Genangan disebabkan hujan deras yang melanda Jakarta Utara sejak pukul 03.00 WIB pagi tadi.

Meskipun hujan berhenti sekitar pukul 05.00 WIB, namun intensitas yang tinggi tidak mampu ditampung oleh sejumlah kali yang ada. “Kalinya penuh, jadi airnya meluap,” kata Rukmana di lokasi banjir. (Baca juga: Pemprov DKI Yakin Jakarta Aman dari Banjir dan Genangan)

Selain itu, Rukmana menuding banjir disebabkan tali tali air yang tersumbat. Pembangunan tiang pancang grider merusak sejumlah tali dan memutusnya. Imbasnya air tidak masuk ke kali sehingga tumpah ke jalanan.

Menurut dia, untuk membantu penanganan banjir, dua unit pompa mobile kapasitas 500 liter per detik dibantu oleh mobil damkar, pompa jet fire, dan pompa accord, sudah isebar di beberapa titik. Mereka nantinya membantu pompa Stasioner kapasitas 250 liter per detik yang sudah ada di kawasan Jalan Boulevard.

“Kami juga telah meminta Sudin untuk kembali mendatangkan pompa, mungkin lagi di jalan,” ucapnya. (Baca juga: Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah di Jakarta Utara Tergenang Banjir)

Sementara ke depannya, dalam mengatasi banjir di Kelapa Gading, setelah dua proyek besar itu rampung, pihaknya akan melakukan pembenahan tali tali air yang rusak. Kemudian, pembenahan gorong-gorong serta mengembalikan saluran air r.

Selain di Kelapa Gading, kata Rukmana, banjir juga melanda kawasan Cilincing dan Penjaringan. Banjir di sana menggenangi sejumlah jalanan dan menyebabkan kemacetan.

(thm)

DPRD DKI Minta Masyarakat Tak Termakan Konten Tabloid Barokah

loading…

DPRD DKI Jakarta meminta masyarakat Jakarta tak termakan konten yang ada di dalam tabloid Indonesia Barokah. Foto: dok/SINDOnews/Solichan Arif

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta meminta masyarakat Jakarta tak termakan konten yang ada di dalam tabloid Indonesia Barokah. Pasalnya, tabloid itu dicurigai bakal memecah kehidupan warga dalam menghadapi Pemilu 2019.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, agar masyarakat Jakarta tidak termakan isu konten yang ada di dalam tabloid tersebut. Kepolisian juga diharapkan menindaknya bila memang ada pelanggaran hukum di dalamnya. (Baca: Bawaslu DKI Temukan Tablod Indonesia Barokah di 4 Kecamatan)

“Kalau memang katakanlah itu melanggar hukum mungkin dari Polri pasti sudah melakukan penghadangan atau melakukan penekanan terhadap peredaran majalah barokah ini,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono saat dihubungi, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem, Bestari Barus menerangkan, kemunculan tabloid Indonesia Barokah itu mencoreng kinerja jurnalis. Sebab, isi di dalam berita itu bukan berdasarkan fakta dan verifikasi dari lapangan.

“Ya kasihan sama wartawan, udah capek-capek tapi ada oknum yang meresahkan segera usut tuntas,” katanya.

(ysw)

DKI Umumkan Pemenang Desain Tapak Medan Merdeka dan Revitalisasi Monas

loading…

Proses penjurian di Balai Agung Balai Kota, Selasa 29 Januari 2019. Foto: Ist

JAKARTAPemprov DKI Jakarta bersama dewan juri telah selesai menyeleksi karya peserta Sayembara Desain Kawasan Tapak Medan Merdeka dan Desain Interior Tugu Monumen Nasional (Monas). Sayembara yang telah dibuka sejak Desember 2018 itu diikuti oleh 72 profesional di bidang arsitek dan interior yang berjumlah 26 tim.

“Kemarin kami mengumumkan pemenang dari Sayembara Desain Kawasan Tapak Medan Merdeka dan Desain Interior Tugu Nasional,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (30/1/2019) pagi.

Proses penentuan pemenang sayembara tersebut berlangsung ketat oleh para juri di Balai Agung, Balai Kota. Setiap peserta dituntut memberikan paparan desain mereka di depan para dewan juri, termasuk di dalamnya Anies Baswedan.

Baca Juga:

DKI Umumkan Pemenang Desain Tapak Medan Merdeka dan Revitalisasi Monas

Anies terlibat langsung dalam proses presentasi sehingga dapat melihat langsung para peserta dalam memperkuat karakteristik kawasan Monas sebagai alun-alun Indonesia.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada 72 peserta yang telah berpartisipasi dalam Sayembara Desain Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka dan Interior Tugu Nasional. Dari 72 peserta yang memasukkan karyanya, telah kami nilai dan seleksi menjadi 10 nominator untuk mempresentasikan karyanya,” kata Anies.

Menurut Anies, karya dari para peserta memberikan banyak perspektif mengenai kawasan Monas serta Tugu Nasional di masa depan. Sebagai dewan juri, ia juga mengalami banyak sekali pengalaman unik dan belajar banyak hal dari desain para peserta. (Baca juga: Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Alokasikan Rp150 Miliar)

“Sebagai dewan juri, saya mengalami banyak sekali pengalaman unik dimana saya juga belajar banyak dari karya teman-teman semua. Banyak perspektif baru mengenai kawasan Monas serta Tugu Nasional di masa depan,” ucapnya.

DKI Umumkan Pemenang Desain Tapak Medan Merdeka dan Revitalisasi Monas

Bagi Anies, ini merupakan babak awal untuk proses revitalisasi Kawasan Medan Merdeka dan Tugu Nasional. “Ini akan lanjut ke babak baru dan kita akan bawa terus sampai level pelaksanaan, Insya Allah akan membawa perubahan untuk Monas yang kita banggakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Sayembara Desain Kawasan Tapak Medan Merdeka dan Desain Interior Tugu Nasional, Gatot Ghautama, menjelaskan, kriteria para pemenang harus memenuhi kerangka acuan kerja (KAK) dari Kawasan Monas.

“Nantinya akan ada perubahan dari desain-desain ini untuk memenuhi stardar KAK, diantaranya ada ruang komprehensi, eksplorasi, kontemplasi, dan interaktif,” ujar Gatot.

Berikut daftar enam tim pemenang yang terdiri atas tiga pemenang Sayembara Desain Tapak Kawasan Medan Merdeka dan tiga pemenang Desain Interior Tugu Nasional:

Pemenang Desain Tapak Kawasan Medan Merdeka
Juara 1: Tim Nelly Lolita
Juara 2: Tim Achmad Tardiyana
Juara 3: Tim Gregorius Supie Yolodi

Pemenang Desain Interior Tugu Nasional
Juara 1: Tim Mei Mumpuni
Juara 2: Marya Rasantina
Juara 3: Yudhistira

(thm)

Dishub DKI Ganti 54 Rambu Ganjil Genap Menjadi Elektronik

loading…

Dishub DKI Jakarta akan mengganti 54 rambu penunjuk kawasan ganjil genap di 27 simpang jalan, menjadi rambu elektronik. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutuskan melanjutkan kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap yang dimulai pada Rabu, 2 Januari 2018. Kebijakan ini dalam rangka mendukung pola pergerakan masyarakat yang telah menuju ke arah positif pasca pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games 2018 beberapa bulan lalu.

Sehubungan dengan kebijakan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta akan mengganti 54 rambu penunjuk kawasan ganjil genap di 27 simpang jalan menjadi rambu elektronik. Ditargetkan pemasangan itu selesai pada akhir Februari 2019 mendatang.

“Kami harapakan di triwulan satu sudah selesai dan dipasang. Artinya dalam Febuari atau Maret harus sudah mulai terpasang,” ujar Plt Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, Rabu (30/1/2019). (Baca juga: Sistem Ganjil Genap Dilanjutkan di Sembilan Ruas Jalan Jakarta)

Baca Juga:

Sigit menyebut selama ini masih banyak masyarakat pengendara yang menerobos kawasan sistem ganjil genap hanya karena tidak melihat rambu-rambu yang sudah terpasang, walaupun sebenarnya di tempat yang mudah terlihat.

Ia berharap dengan diubah menjadi rambu elektronik, maka pengendara mobil yang melanggar bisa semakin berkurang. “Khususnya yang simpang terdekat dengan tol, itu sebagai titik awal kami pasang,” katanya. (Baca juga: Polda Metro Jaya Sepakat Ganjil Genap Diteruskan hingga 2019)

Pengadaan rambu elektronik ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. Dana yang dihabiskan untuk pemasangan itu sebesar Rp7,35 miliar.

Adapun ruas jalan yang terkena dampak perluasan ganjil genap, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S Parman (mulai dan simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan Jenderal DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan HR Rasuna Said.

Ganjil genap berlaku secara normal pukul 06.00-10.00 WIB dan untuk sore pukul 16.00-20.00 WIB serta tidak diberlakukan pada hari libur. Kebijakan ini berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 155/2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

(thm)

Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik PLN di Gambir

loading…

Sebuah pohon Dadap berdiameter 30 sentimeter tumbang di Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist

JAKARTA – Sebuah pohon Dadap berdiameter 30 sentimeter tumbang di Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, pagi tadi. Petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat sudah mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

“Jadi ada anggota PPSU yang datang ke kantor kami untuk mengabarkan bahwa ada pohon tumbang yang menyangkut di kabel PLN,” ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Hardisiswan, Rabu (30/1/2019).

Akibat kejadian itu, lanjut Hardisiswan, arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi terganggu. Pohon setinggi 8 meter itu menutup sebagian jalan (Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Tergenang, Arus Lalu Lintas Macet)

Pihaknya pun mengerahkan anggota untuk segera melakukan evakuasi. “Kita kerahkan dua unit untuk evakuasi,” ucapnya. (Baca juga: Puluhan Pohon Tumbang, Minimarket dan Bus Transjakarta Ikut Tertimpa)

Diduga pohon tumbang tersebut akibat terjangan angin dan hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak Rabu dini hari tadi.

Baca Juga:

Ia pun meminta masyarakat untuk selalu waspada cuaca saat akan beraktivitas di luar ruangan. Mengingat, curah hujan di Jabodetabek sedang meningkat.

(thm)

Ada Gangguan Signal di Stasiun Gambir, Perjalanan Kereta Tertahan

loading…

Akibat gangguan signal di Stasiun Gambir, perjalanan kereta commuter line Rabu (30/1/2019) pagi mengalami mengalami keterlambatan. Dokumen/SINDOnews

BOGOR – Akibat gangguan signal di Stasiun Gambir, perjalanan kereta commuter line Rabu (30/1/2019) pagi mengalami mengalami keterlambatan.

“KRL Commuter line untuk tujuan Jakarta-kota dan Jatinegara hari ini akan mengalami keterlambatan perjalanan karena adanya gangguan persinyalan distasiun Gambir. mohon maaf atas ketidaknyamanannya.” Kata petugas informasi di stasiun Bogor.

Laju Perjalanan kereta Commuter Line dari Bogor sudah tertahan berjalan lambat sejak memasuki stasiun Citayam. Kereta berangkat Bogor menuju Jakarta mengalami antrean sejak memasuki stasiun Pasar Minggu.

Baca Juga:

“kereta tertahan disinyal masuk stasiun. Pasar Minggu, mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan Anda,” ujar petugas yang kali ini terdengar di Stasiun Pasar Minggu.

(nag)

16 Pasien DBD Masih Jalani Perawatan di RSU Tangsel

loading…

TANGERANG SELATAN – Sebanyak 16 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini masih menjalani perawatan intensif Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Kabid Pelayanan Medis (Yanmed) RSU Tangsel, Imbar Umar Gozali mengatakan, ke-16 pasien tersebut merupakan pasien minggu ketiga Januari.
“Masih ada yang 16 orang. Untuk pasien yang dirawat di selasar sudah tidak ada, sebelumnya, ada empat pasien sekarang sudah di dalam kamar semua,” kata Imbar di RSU Tangsel pada Selasa (29/1/2019).

Imbar menuturkan, pasien DBD ini dirawat inap bersama pasien lain. Digabungnya pasien DBD dengan pasien umum, tidak masalah hingga trombositnya naik.

Baca Juga:

“Boleh digabungkan dengan pasien lain, karena infeksi. Makanya, saat trombosit naik, langsung disuruh pulang. DBD itu fenomenanya turun dan naik terus,” tuturnya.

Seluruh pasien DBD saat ini dirawat di Lantai 3. Dengan rincian, tiga pasien anak, sedang sisanya dewasa. Pasien berasal dari Tangsel sebanyak 10 orang, Bogor, dan Depok.

(whb)

Cemaskan Dampak Putusan MA, Warga Sentul Minta Public Hearing

loading…

Putusan MA yang membatalkan surat izin Bupati Bogor atas SPAM PT Sentul City Tbk menuai reaksi dari warga Kota Mandiri Sentul City. Putusan MA dianggap tidak mencerminkan realitas yang ada di masyarakat. Foto/Istimewa

BOGOR – Putusan Mahkamah Agung yang membatalkan surat izin Bupati Bogor atas SPAM PT Sentul City Tbk menuai reaksi dari warga Kota Mandiri Sentul City. Putusan MA nomor 463 K/TUN/2018 dianggap tidak mencerminkan realitas yang ada di masyarakat. Bahkan putusan tersebut telah meresahkan sebagian besar warga perumahan elite tersebut.

Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) Cinda Damai pun meminta Pemkab dan DPRD Bogor segera menggelar public hearing untuk mencari jalan terbaik dalam mengatasi ancaman krisis suplai air minum bagi warga kota mandiri tersebut. “Paling tidak kami minta DPRD dan Pemkab Bogor memfasilitasi terselenggaranya public hearing,” kata Wakil Ketua PWSC Erwin Lebe kepada media, Selasa (29/1/2019)

Hadir pada acara konfrensi pers ini Penasihat PWSC Erfi Triassuni serta para pengurus seperti Dhani Setiawan, Fatta Hidayat, dan Sarce. Menurut Erwin, dalam public hearing itu, semua pihak dihadirkan, baik eksekutif, legislatif, PDAM Tirta Kahuripan, dan para tokoh masyarakat yang mewakili warga baik yang pro maupun yang kontra atas putusan MA tersebut.

Baca Juga:

Public hearing itu sangat penting, semuanya duduk bersama disaksikan langsung oleh pihak Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor. Kami mohon Bupati Bogor Ibu Ade Yasin dapat segera memfasilitasi dilakukannya public hearing ini. Forum ini untuk mencari solusi solusi terbaik pascakeluarnya keputusan MA,” ujar Erwin.

Erwin juga menegaskan bahwa PWSC Cinta Damai ini merupakan paguyuban murni dari warga yang selama ini patuh terhadap regulasi yang berlaku dan selalu membayar seluruh kebutuhan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa PWSC bukan bentukan dari pengembang PT Sentul City Tbk. Selama ini, katanya, warga Sentul City yang mayoritas ini lebih banyak diam.

Namun karena polemik yang dikembangkan segelintir warga itu telah melebar ke mana-mana dan cenderung merugikan, maka warga mayoritas Sentul City ini merasa terpanggil untuk bergerak mengantisipasi dampak negatif yang dialami warga. “Paguyuban ini murni aspirasi warga yang taat membayar selama ini, tidak ada masalah dalam pembayaran hal apapun. Jadi kami mohon kepada Pemkab dan DPRD untuk segera memfasilitasi kami,” pintanya.

Sementara, Jubir PT Sentul City Tbk Alfian Mujani menyambut baik keinginan PWSC untuk melakukan public hearing dan bermediasi dengan semua warga yang juga melibatkan Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor. “Ini kabar gembira buat kami. Kami memang ingin semua warga bersatu, guyub dalam sebuah pemukiman yang bersih, asri, aman dan nyaman. Saya percaya public hearing ini salah satu bentuk komunikasi yang efektif untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga pasca putusan MA,” kata Alfian.

Pascaputusan MA, Alfian mengaku perusahaan tidak memiliki payung hukum untuk melayani kebutuhan air bersih warganya. Namun demikian, ia memastikan pasokan air kepada masyarakat tetap berjalan dengan lancer selama masa transisi yang akan berlangsung dua tahun.

“Nanti dalam public hearing bisa dijelaskan dampak sosial ekonomi pasca putusan MA itu seperti apa. Intinya kami menyambut baik keinginan PWSC untuk melakukan public hearing dan melakukan mediasi dengan para pemangku kepentingan. Sebagai mitra pemerintah, PT Sentul City Tbk tetap akan ikuti aturan yang berlaku,” tandas Alfian.

(poe)

Pasar Jaya Bakal Lakukan Pengawasan Bahan Pangan di Pasar Tradisional

loading…

JAKARTA – PD Pasar Jaya bakal melakukan pengawasan bahan pangan dan produk yang dijual di Pasar Tradisional, seperti di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ini dilakukan untuk merealisasikan gerakan #2019PasarBersihSehat.

Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, guna merealisasikan Pasar Bersih Sehat, salah satu yang dilakukannya dengan melakukan pengawasan dari segi bahan pangan dan produk yang dijual para pedagang di pasar tradisional, salah satunya di Pasar Santa. Maka itu, pihaknya menggandeng Pemkot Jakarta Selatan untuk turut mengawasi agar tagline Pasar Bersih Sehat bisa terwujud.

“Kita ingin pasar tradisional itu punya identik yang sama, identitas yang sama bersih dan memastikan juga sehat. Sehat juga kategorinya banyak, kita juga minta para pedagang untuk tak lagi menggunakan, misalkan bahan berbahaya untuk makanan, menjaga keamanan makannya juga,” kata Arief di Pasar Santa, Kebayoran Baru,, Jaksel, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Dia menerangkan, pihaknya pun sejatinya sudah memiliki program yang dicanangkan tentang pengawasan bahan pangan dan produk itu di setiap pasar tradisional, tak terkecuali di Pasar Santa. Adapun saat ini pun sudah berjalan, yang mana petugasnya bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk BPOM berkeliling melakukan pendataan dan pengecekan pada bahan pangan serta produk yang dijual pedagang.

“Jadi kita bahasanya itu jemput bola, kita keliling dan melakukan pemeriksaan menggunakan alat seperti tester yah untuk mendeteksi ini ada zat berbahaya atau tidak. Alatnya sudah ada dan sudah kita siapkan,” tuturnya.

Program itu, juga mendukung kegiatan pihak BPOM juga Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian yang mana selalu melakukan pengecekan bahan pangan serta produk di pasar-pasar. Dengan begitu, bahan pangan dan produk yang dijual di pasar tradisional pun terjamin.

“Apalagi, euforia pasar tradisional semakin bagus tahun demi tahunnya, artinya pengunjungnya cukup banyak dan yang belanja pun bukan hanya menengah ke bawah, tapi juga menengah ke atas,” ujarnya.(Baca: PD Pasar Jaya Launching Tagline #2019PasarBersihSehat)

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mendukung adanya pengawasan pangan di pasar tradisional, salah satunya di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia pun menginstruksikan jajaran, khususnya Sudin Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan untuk melakukan pengecekan bahan makanan setiap hari.

“Terkait sehat, tadi Pak Dirut (Pasar Jaya) katakan itu penting dari makanan yang terkontaminasi dari zat yang tak aman gitu yah. Saya mungkin secara khusus meminta pada teman-teman yang terkait ini untuk bisa difasilitasi Perumda Pasar Jaya,” paparnya.

Dia juga meminta agar Perumda Pasar Jaya dapat memberikan sebuah kios untuk dijadikan laboratorium pengujian bahan makanan. Sehingga, seluruh bahan makanan yang dijual pedagang dapat melalui diperiksa pihaknya sebelum dijual.

“Pak Dirut, saya minta diberikan ada satu kios atau tempat yang bisa ditempatkan di situ semacam lab, setiap hari beroperasi. Jadi pagi-pagi misalnya, kalau ada lab beroperasi semua makanan, semua barang dagangan yang biasanya dicurigai kurang aman, bisa dicek bahwa bahan itu aman,” katanya.

Selain bahan pangan, tambahnya, produk yang awet juga perlu mendapatkan perlindungan sehingga di setiap Pasar Jaya atau setiap pasar tertentu perlu disiapkan semacam lab, dengan berkoordinasi bersama BPOM. Jajaran Pemkot Jakarta Selatan pun siap membantu pengawasan itu dengan baik.

(whb)

Truk Molen Terguling, Kuli Bangunan di Serpong Tewas

loading…

Truk molen yang jatuh akibat tanah ambles di lokasi pembangunan toko marmer di Serpong Utara, Tangsel.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Kecelakaan kerja terjadi di lokasi proyek pembangunan toko marmer Kampung Priyang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).Dalam kecelakaan itu, seorang buruh kernet proyek bernama Wido (23), warga Pagedangan tewas tertimpa truk molen yang tergelincir, akibat tanah ambles karena tidak kuat menahan berat truk.

Dedi, warga sekitar yang juga saksi mata mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (28/1/2019) pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang mengganjal ban truk molen itu.

“Truk molen ingin mengecor bangunan yang akan dijadikan toko marmer, dan korban ada disampingnya,” kata Dedi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Korban, lanjut Dedi, hendak mengganjal ban truk yang terlihat mulai miring.
Nahas, diwaktu bersamaan permukaan tanah dekat ban mengalami ambles dan truk terguling. “Truk molennya langsung jatuh tergelincir. Tidak ada suara korban. Langsung drepp, dan darah mengucur dari bawah molennya. Saya langsung lari melihat. Korban saat itu di bawah, belum dievakuasi,” ungkapnya.

Baca Juga:

Hingga pukul 20.30 WIB, truk molen serta kenek yang tertimpa belum dapat dievakuasi. Peristiwa ini sendiri langsung memantik warga datang ke lokasi kejadian dan melihat langsung. Garis polisi juga sudah mulai dipasang.

Anggota polisi yang tiba di lokasi, hingga kini belum bisa dimintai keterangan. Mandor proyek tersebut juga entah kemana, dan belum ada yang bisa dikonfirmasi.

(whb)

Bayi M Dibunuh dengan Cara Ditidurkan dalam Posisi Terlungkup

loading…

Romlah (kaus oranye) pelaku pembunuhan terhadap bayi M yang berusia tiga bulan diperlihatkan petugas Polresta Depok.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama

DEPOK – Romlah (66) tega membunuh bayi M yang baru berusia tiga bulan dengan cara menganiaya dan meniduri korban dengan posisi terlungkup. Romlah yang sudah berusia senja ini pun harus mengisi hari-hari tuanya di balik jeruji besi.

Kasatreskrim Porlesta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, Romlah diamankan polisi setelah didapat cukup bukti bahwa dia adalah pelaku yang menyebabkan M tewas. Penyidik menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban.

Romlah mengaku kesal dengan M yang terus-terusan menangis saat diasuhnya. “Pelaku sempat memberikan susu pada bayi M supaya bayi tersebut diam. Namun bayi itu justru menangis tanpa henti. Pelaku kesal karena bayi menangis terus,” kata Deddy Kurniawan, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Deddy menuturkan, Romlah mengaku khilaf dan tidak berniat menghabisi nyawa bayi M. Kekesalan Romlah pun dilampiaskan dengan cara menganiaya bayi tersebut hingga meniduri korban dengan posisi terbalik. (Baca:Pembunuh Bayi 3 Bulan di Depok Ternyata Pengasuh Berusia 66 Tahun)

“Pelaku menganiaya dengan cara mencubit tubuh dan meniduri korban dalam posisi terbalik. Dari hasil autopsi diketahui bahwa bayi meninggal karena kehabisan napas lantaran bayi ditidurkan dalam posisi terbalik,” jelasnya.

Menurut Deddy, kedua orang tua Mutia mempercayai Romlah untuk mengasuh namun justru menyiksa sampai meninggal dunia. Romlah baru empat hari bekerja.

Ayah Mutia bekerja di Kalimantan, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta. Sehingga Mutia dititipkan pada Romlah. Pelaku akan dijerat pasal 80 ayat 3 UU No 53 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun.

(whb)

Anies Rencanakan 95{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} Wilayah Ibu KotaTerlayani Transportasi Massal

loading…

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akan menyusun perencanaan tata ruang sejalan dengan kebijakan transportasi. Dengan integrasi antarmoda dan tata ruang, maka 95{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} wilayah DKI akan terlayani transportasi massal.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kebijakan transportasi dengan kebijakan tata ruang tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Untuk itu, dalam rapat terbatas soal transportasi Jabodetabek di Istana pada 9 Januari 2019 lalu, Anies menyampaikan siap untuk menjadi pengendali kebijakan dan pelaksanaan seluruh moda transportasi di Ibu Kota.

Saat ini, lanjut Anies, tata ruang tidak sejalan dengan pembangunan transportasi. Di mana perumahan besar dibangun, tetapi kendaraann umumnya tidak sampai ke tempat itu. Begitu juga sebaliknya, pembangunan kendaraan umum massal tidak dirancang untuk membentuk perilaku.

Baca Juga:

“Kalau yang sekarang ada kan hanya mengelola existing rute, hanya mengcover 19{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} penduduk Jakarta. sementara kita punya kepentingan mengcover 95{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b}. Nah ketika mengcover 95{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} rute kereta misalnya harus ditambah, yang menentukan rute keretanya siapa? Yang menentukan tata ruang,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (29/1/2019).

Anies menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 26/2007 tentang Tata Ruang, rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam pasal ini ditetapkan dengan perda. Artinya, kewenangan yang diberikan kepad DKI untuk mengatur transportasi bukan karena anggarannya cukup, tetapi karena yang mengatur tata ruang adalah Pemprov DKI.

Tahun ini, lanjut Anies, Rencana Tata Ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta tengah diperoses dengan fokus pembangunan kawasan berbasis kendaraan umum massal, bukan berdasarkan kendaraan pribadi dan jalan raya yang terjadi selama ini. “Butuh waktu 10 tahun untuk mencakup 95{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} wilayah dengan transportasi massal,” ungkapnya.

Dalam RTRW nantinya, lanjut Anies, masyarakat bisa membangun di sekitar tempat transit kendaraan umum, tempat yang lebih tinggi tanpa harus menyediakan tempat parkir, dan tanpa menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga, mencerminkan tata ruang dan transportasi.

Kemudian, pembangunannya agak masif. Sebab, untuk menjadikan Jakarta sebagai Ibu Kota yang efisien, diperlukan Transjakarta yang menjangkau 2.149 kilometer. Sedangkan hari ini baru 1.100 kilometer. Artinya, armadanya harus ditambah.

Light Rail Transit (LRT) yang hari ini hanya 5,8 kilometer itu dibutuhkan sekitar 130 kilometer untuk menjangkau semua. Begitu juga dengan Mass Rapid Transit (MRT) yang sekarang 16 kilometer, itu harus dibangun sampai 112 kilometer. Angkutan mikro, harus menjangkau lebih dari 20.000 unit.

“Tidak dikerjakan secara bertahap 30-40 tahun. Dikerjakan bersamaan dalam waktu 10 tahun, seluruhnya dikerjakan. jadi bangunnya bareng. Daripada bangunnya seperti sekarang ini, fase I, II, III dan IV. Itu akhirnya nanti ketika fase kesekian harganya pun jauh lebih mahal,” ujarnya.

Selanjutnya untuk pembangunan jalur kereta api di dalam kota dengan konsep loopline. Dimana kereta api tidak lagi melintasi persimpangan sebidang. Sebab, simpangan di Jakarta saat ini lebih dari 80.

“Dari luar masuk ke dalam. Manggarai akan jadi tempat untuk transit, digunakan untuk kereta api antar-kota berhenti. Di dalam kota berputar terus menerus. Jadi dari luar masuknya ke Manggarai, dalam kota akan berputar secara terus menerus dan itu dinaikkan ke atas sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menuturkan, beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengintegrasikan tata ruang dan transportasi. Di antaranya yaitu, penyelarasan RTRW tiga provinsi yakni DKI, Jawa Barat dan Banten serta delapan kota atau kabupaten seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.

Fokus penyelarasan pada pengembangan transportasi (sesuai rencana induk transportasi Jabodetabek) dan pembangunan permukiman dan perumahan di pusat kota, seperti pengembangan kawasan terpadu dan transit oriented development/tod. “Tindak lanjut kesepakatan harus dibuktikan dalam revisi RPJMD, RKPD, RAPBD masing-masing provinsi dan kota/kabupaten. Sehingga benar-benar dapat dilaksanakan di lapangan,” ucapnya.

(whb)

PD Pasar Jaya Launching Tagline #2019PasarBersihSehat

loading…

Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin meluncurkan tagline #2019PasarBersihSehat di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – PD Pasar Jaya meluncurkan tagline #2019PasarBersihSehat di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Itu dilakukan agar pasar tradisional tak kalah dibandingkan pasar modern dan pasar online saat ini.

Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, tagline tersebut diluncurkan untuk menjaga keunikan Pasar Tradisional, khususnya Pasar Santa agar bisa terus bersaing dengan pasar-pasar yang ada, khususnya pasar modern dan pasar online. Kebersihan Pasar Santa khususnya, diharapkan bisa membuat ikon akan adanya Pasar Tradisional yang bersih di Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan.

Selain bersih, lanjut dia, sehat pun diharapkan menjadi cerminan bagi barang yang dijual para pedagang tersebut. “Jadi, pastikan 2019 ini, sologan Pasar Sehat Bersih ini tak hanya sekedar sologan belaka, tapi juga diaplikasikan,” ujarnya di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Guna mewujudkan sologan itu, Arie pun sudah meminta semua jajarannya, khususnya di Pasar Santa untuk merealisasikannya. Selain itu, para pedagang pun diharapkan sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, paling tidak di lingkungan kiosnya itu dan terciptanya kebersihan tentu membawa kesehatan pula di lingkungan Pasar Santa.

“Ini tahun untuk kita saling kerja sama mewujudkannya. Poin pentingnya, pasar tradisional akan tetap bisa bersaing dengan pasar sekitarnya, baik pasar modern maupun pasar online. Jadi, mari kita buktikan pasar tradisonal di Jakarta menjadi percontohan untuk pasar nasional,” ujarnya.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menerangkan, tagline tersebut diharapkan bisa diwujudkan dengan baik. Pasalnya, persaingan tentang perpasaran itu bakal semakin ketat di tiap waktunya sehingga perlu penataan pasar, khususnya pasar tradisional secara efektif.

“Jadi, kalau kita tak segera menata pasar menjadi bersih dan sehat, besok orang akan baralih ke pasar lainnya. Saat ini kan orang lagi senang-senangnya belanja di pasar tradisional,” paparnya.

Dia menambahkan, asyiknya berbelanja di pasar tradisional itu karena miliki keunikan dan seninya tersendiri, salah satunya dari segi harga, yang mana ada proses tawar menawar di dalamnya. Maka itu, dia pun mengajak masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

“Ini (Pasar Santa) salah satu contoh yang baik karena relatif tertib, semua pedagangnya masuk di dalam. Kalaupun masih ada beberapa yang di luar saya minta agar bisa dimasukan ke dalam pasar,” ucapnya.

(whb)

Pemkot Bekasi Siap Siaga Wabah Penyakit Demam Berdarah Dengue

loading…

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai siap siaga penyebaran wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, angka penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti mengalami peningkatan pada bulan ini. Hingga Selasa (29/1/2019) tercatat peningkatan dari 49 kasus menjadi 75 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohaliwati mengatakan, status siap siaga tersebut mengacu karena adanya indikasi peningkatan mulai awal bulan hingga akhir bulan ini. Untuk itu, instansinya terus mewaspadai kemungkinan akan bertambahnya angka kasus penderita wabah penyakit DBD ini.

”Kita belum resmi menetapkan kasus DBD, kami mulai waspada dan siap siaga dengan penyakit mematikan tersebut,” katanya. Menurutnya, jumlah penderita berjumlah 75 kasus tersebut berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit swasta maupun layanan kesehatan tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga:

Saat ini, kata dia, pemerintah memetakan tiga kecamatan di wilayahnya yang rawan dengan wabah penyakit ini. Hal itu, mengacu pada kasus penderita demam berdarah sepanjang tahun 2018 yang mencapai 626 jiwa. Ketiga wilayah itu, Kecamatan Bekasi Utara dengan total kasus 129 kasus, satu meninggal dunia, Bekasi Barat 107, dan Bekasi Timur 69 kasus.

Adapun di periode yang sama selama empat tahun terakhir, kasus demam berdarah cenderung naik turun. Januari 2015 jumlah kasus mencapai 50, tahun 2016 mencapai 196, lalu 2017 sebanyak 89, dan tahun 2018 mencapai 49 kasus.”Tapi tahun ini kita berusaha menurunkan wabah penyakit DBD,” ungkapnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati menambahkan, pemerintah mewaspadai peningkatan angka kasus wabah penyakit demam berdarah ini sampai dengan April mendatang.”Karena musim hujan ini atau pancaroba akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah meminta pihak rumah sakit swasta cepat dalam melaporkan pasien yang terindikasi atau yang sudah positif DBD kepada Dinas Kesehatan. Sehingga, dalam waktu 1×24 jam, pihaknya bisa melakukan pencegahan, pemetaan wilayah agar bisa langsung melakukan penanganan di lapangan atau pemukiman warga itu.

Selain itu, Dezi meminta warga Kota Bekasi agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumahnya. Disamping pihaknya melakukan koordinasi ke tiap wilayah Kelurahan dan Kecamatan agar melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN).”Pihak kecamatan dan kelurahan kita minta bersihkan lingkunganya,” jelasnya.

Dezi menuturkan, wilayahnya memang pernah mengalami jumlah kasus DBD yang cukup tinggi pada 2016 yaitu 3.813 dengan jumlah kematian 50 orang. Namun, setelah segala upaya yang dilakukan pemerintah angka itu bisa ditekan dan turun jumlah penderita DBD 2017 menjadi 699 kasus dan 626 kasus pada 2018.

(whb)

Pembunuh Bayi 3 Bulan di Depok Ternyata Pengasuh Berusia 66 Tahun

loading…

Romlah (kaus oranye) pelaku pembunuhan terhadap bayi M yang berusia tiga bulan diperlihatkan petugas Polresta Depok.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama

DEPOK – Pelaku pembunuhan terhadap bayi berusia tiga bulan di Pancoran Mas, Depok, akhirnya terungkap. Romlah (66) pengasuh bayi tersebut dinyatakan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap bayi berinisial M.

“Bayi M dibunuh Romlah karena menangis terus menerus. Kekesalah Romlah dilampiaskan dnegan membunuh bayi tersebut,” ungkap Kasatreskrim Porlesta Depok, Kompol Deddy Kurniawan, Selasa (29/1/2019).

Deddy menuturkan, setelah mendapat laporan adanya temuan mayat bayi dengan sejumlah luka di Perumahan Vila Santika, Kelurahan Pancoran Mas Depok, petugas bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya tak sia-sia, petugas menangkap Romlah yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan bayi tersebut.

Baca Juga:

“Romlah ini pengasuh bayi tersebut. Orang tua bayi dua-duanya bekerja sehingga bayi tersebut dipercayakan ke Romlah,” tuturnya.(Baca: Mayat Bayi 3 Bulan Ditemukan Penuh Luka di Pancoran Mas)

Menurut Dedy, Romlah baru empat hari bekerja, adapun ayah M bekerja di Kalimantan, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta. Atas perbuatannya pelakukan dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 53 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 338 atau pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan earga Perumahan Vila Santika, Kelurahan Pancoran Mas Depok dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di dalam salah satu rumah. Bayi yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tersebut diperkirakan berusia tiga bulan pada Senin (28/1/2019) pukul 14.00 WIB.

(whb)

Karutan Cipinang Gelar Rapat Tentukan Sel untuk Ahmad Dhani

loading…

Ahmad Dhani usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Kepala Rutan Kelas 1 Cipinang, Oga G Darmawan akan memimpin rapat untuk menentukan kamar yang akan dihuni Ahmad Dhani terpidana kasus ujaran kebencian. Rapat ini sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan mengingat kasus yang menjerat Ahmad Dhani sangat sensitif.

Oga mengatakan, kapasitas Rutan Cipinang sebenarnya hanya untuk 1.000 tahanan. Namun, saat ini rutan tersebut diisi sebanyak 4.300 tahanan. “Sehingga tak bisa semua masuk di dalam kamar karena over. Ada yang tidur di selasar,” ujar Oga saat dikonfirmasi, Selasa (29/1/2019).

Menurut Oga, hari ini pihaknya akan melakukan rapat untuk menentukan sel tetap yang bakal dihuni Ahmad Dhani. Rapat dilakukan guna menentukan sel mana yang tepat dihuni Ahmad Dhani agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

“Di dalam ini (sel) kan banyak kelompok, ada Ambon, Arek, Palembang, dan Medan, kan gitu. Tiap kelompok kan beda-beda pandangannya, latar belakangnya, apalagi dengan perkaranya sensitif kan,” ucapnya.

(whb)

Advokat Betawi Ajak Para Advokat Bersatu dan Saling Sinergi

loading…

JAKARTA – Perkumpulan Advokat Betawi (PADI) meminta aga seluruh advokat di Indonesia menghormati keputusan Mahkamah Agung (MA). PADI mengajak para advokat yang tergabung dalam organisasi manapun untuk bersatu erat dan saling bersinergi membangun dan menjalankan misi penegakan hukum yang transparan dan tidak lagi saling argumentasi.

“Yang terpenting, jangan merasa organisasinya lah yang lebih berhak mengangkat para calon advokat dan boleh beracara di pengadilan,” ungkap Ketua Umum PADI, M Kurnia Akhyat dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Selasa (29/1/2019).

Menurut Kurnia, Ada beberapa hal yang penting dilakukan, yakni membantu pemerintah dan aparat penegak hukum mencari solusi untuk bangsa sedang dilanda krisis keadilan dan moral terkhusus bahaya laten narkoba.

Baca Juga:

“Sudah seharusnya atau menjadi hal wajib bagi kita untuk memberikan contoh yang lebih baik kepada masyarakat untuk lebih peduli, dan patuh lagi terhadap hukum, peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di NKRI,” ujarnya.
Kurnia menuturkan, MA telah mengatur profesi advokat, tercatat ada delapan butirdidalam Surat Ketua MA Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015. Termasuk melalui SK MA Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015 yang isinya menyatakan bahwa Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) memiliki kewenangan untuk melaksanakan penyumpahan terhadap advokat yang telah memenuhi syarat dari organisasi manapun itu.

SK kemudian menerangkan ada delapan poin yang tertuang berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 18/2003 tentang Advokat, sebelum menjalankan profesinya, advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya.

Kedua, berdasarkan Surat Ketua MA Nomor 089/KMA/VI/2010 tanggal 25 Juni 2010 yang pada pokoknya Ketua Pengadilan Tinggi dapat mengambil sumpah para advokat yang telah memenuhi syarat dengan ketentuan bahwa usul penyumpahan tersebut harus diajukan pengurus PERADI sesuai dengan jiwa kesepakatan tanggal 24 Juni 2010.

Ternyata kesepakatan tersebut tidak dapat diwujudkan sepenuhnya, bahkan PERADI yang dianggap sebagai wadah tunggal sudah terpecah dengan masing-masing mengklaim sebagai pengurus yang sah. “Di samping itu, berbagai pengurus advokat dari organisasi lainnya juga mengajukan permohonan penyumpahan,” tuturnya.

Ketiga, UUD 1945 menjamin hak untuk bekerja dan memperoleh penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, hak mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (tidak terkecuali advokat) sesuai ketentuan Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28D ayat (2).

Keempat, bahwa di beberapa daerah tenaga advokat dirasakan sangat kurang karena banyak advokat yang belum diambil sumpah atau janji sehingga tidak bisa beracara di pengadilan, sedangkan masyarakat pencari keadilan sangat membutuhkan advokat.
Kelima, advokat yang telah bersumpah atau berjanji di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya, sebelum maupun sesudah terbitnya UU Advokat, tetap dan/atau dapat beracara di pengadilan dengan tidak melihat latar belakang organisasinya.
Keenam, bahwa terhadap advokat yang belum bersumpah atau berjanji, Ketua Pengadilan Tinggi berwenang melakukan penyumpahan terhadap advokat yang memenuhi persyaratan dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU Advokat atas permohonan dari beberapa organisasi advokat yang mengatas namakan PERADI dan pengurus organisasi advokat lainnya hingga terbentuknya UU Advokat yang baru.Ketujuh, setiap kepengurusan advokat yang dapat mengusulkan pengambilan sumpah atau janji harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana ditentukan dalam UU Advokat selain yang ditentukan dalam angka 6 tersebut di atas.
Kedelapan, bahwa dengan diterbitkannya surat ini, maka Surat Ketua MA Nomor 089/KMA/VI/2010 tanggal 25 Juni 2010 perihal Penyumpahan Advokat dan Surat Nomor 052/KMA/HK.01/III/2011 tanggal 23 Maret 2011 perihal Penjelasan Surat Ketua MA Nomor 089/KMA/VI/2010 dinyatakan tidak berlaku.

(whb)

Gasak Mobil dan Perhiasan, Eks Sopir Rampok Rumah Majikan di Menteng

loading…

JAKARTA – Seorang mantan sopir pribadi, Ruslan alias Aray Bin Sainan (31) nekat merampok rumah majikannya sendiri LTN alias Liem di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Pelaku menggondol mobil Suzuki Karimun milik korban serta uang tunai sebesar Rp5,2 juta, barang elektronik serta perhiasan.

“Pelaku sudah 8 tahun jadi sopir pribadi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Menteng AKP Gozali Luhulima saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Dedy Supriadi menerangkan, kejadian berawal saat korban pulang ke kediamannya sehabis mencari nafkah. Korban panik mendapatkan pintu pagar rumahnya sudah terbuka.

Baca Juga:

Kepanikannya terbukti, ia memergoki pelaku tengah menggasak barang berharganya. Bukannya kabur, pelaku malah makin nekat. Dia coba menyerang korban hingga terjadilah perkelahian antar keduanya.

Namun, akhirnya perlawanan korban berhenti kala pelaku mengeluarkan sebilah pisau. Korban yang tak mau ambil resiko menyerah dan diikat pelaku. Pelaku mengambil kunci mobil dan membawa kabur barang berharga yang telah dikumpulkan.

Setelah pelaku hilang, barulah korban minta tolong kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. “Karena pelaku dikenal mantan sopir pribadi korban, petugas kemudian mendatangi alamat rumah (pelaku),” tuturnya.

Apa yang dilakukan polisi berbuah hasil, pelaku ternyata belum kabur dari rumahnya di Jalan Mawar Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Alhasil, tak pakai pikir panjang, polisi pun menciduk Aray pada Senin, 28 Januari kemarin. Kini Aray harus mendekam dibakik jeruji besi atas perbuatannya. Barang berharga milik korban yang digasak pun disita polisi sebagai barang bukti.

(ysw)

Geng Motor Kopus Bunuh Yuda Terkait Tantangan di Media Sosial

loading…

JAKARTA – Motif pembunuhan terhadap Yuda (26) di Jalan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dilakukan enam anggota geng motor Kopus (Komunitas Pusat) dilatar belakangi tantangan lewat media sosial. Enam pelaku yakni, FR (18), PSD (21), AL (18), TR (24), GBB (26) dan AAR (23) telah mendakam di tahanan.

Wakapolrestro Jakarta Pusat AKBP, Arie Ardian mengatakan, keenam pelaku yaitu FR (18), PSD (21), AL (18), TR (24), GBB (26) dan AAR (23). Para anggota geng motor ini terancam dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 170 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun.

“Geng motor ini berjumlah 30 motor saat kejadian. Sekitar 60 orang, datang ke TKP melakukan penganiayaan. Korban mengalami luka di punggung sebelah kiri, bahu sebelah kanan, dan dada sebelah kiri. Sempat dibawa ke rumah sakit namun tak tertolong nyawanya,” kata Arie pada wartawan Selasa (29/1/2019) .

Baca Juga:

Arie melanjutkan, selain melakukan penganiyaan, pelaku juga mengambil motor milik korban yakni Kawasaki Ninja warna oranye. “Motor korban kami temukan di rumah salah satu pelaku di Manggga Besar,” tuturnya.

Sementara, barang bukti yang diamankan antara lain, baju pelaku, golok dan celurit cocor bebek. “Kasus geng motor ini sangat sadis dan brutal. Kami masih lakukan pendalaman soal pelaku lainnya,” ungkapnya.(Baca: Bunuh Yuda di Kemayoran, Ketua Geng Motor Kopus Ditembak Polisi)

Berdasarkan keterangan saksi, Yudi dihampiri oleh sekelompok orang yang merupakan pelaku. Pelaku FR langsung melakukan pembacokan.“Salah satu pelaku memakai narkoba jenis shabu sejak setahun,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung menegaskan, aksi yang dilakukan tersebut karena kelompok pelaku merasa ditantang oleh kelompok korban. Tantangan itu dilakukan melalui media sosial Instagram. ”Mereka mengaku baru sekali melakukan aksinya. Memang mereka selalu nongkrong disana tapi kadang berpindah tempat juga,” katanya.

Dari latar belakangnya, pelaku sendiri bukanlah orang susah. “Iya mereka ini ada yang kerja sebagai penjaga toko, karyawan,” ucapnya.

(whb)

Bayi Ditemukan Meninggal Dunia di Depok Diduga Dianiaya Pengasuhnya

loading…

DEPOK – Mutia bayi berusia tiga bulan yang ditemukan tewas kemarin siang diduga dianiaya oleh orang dekat. Bayi itu tewas dengan sejumlah luka di tubuh dan ditemukan dalam kamar sebuah rumah di Villa Santika blok F 10 Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, informasi yang diterima pihaknya pada Senin 28 Januari 2019 siang menyebutkan ada penemuan jasad bayi. Namun kematian bayi tersebut dianggap mencurigakan. (Baca: Mayat Bayi 3 Bulan Ditemukan Penuh Luka di Pancoran Mas)

Petugas kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Kami melakukan olah TKP ditempat rumah tinggal korban. Dari hasil olah TKP tersebut, kami lihat ada luka lebam di bagian mulut dan pinggangnya,” katanya, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Aksi itu terungkap setelah tetangga korban melihat ibu pengasuhnya berusaha membawa bayi tersebut naik ojek online. “Ibu yang sudah tua menggendong bayi dengan kondisi bayi sudah pucat, minta diantar ke rumah neneknya,” paparnya.

Tukang ojek itu merasa curiga dan tidak mau mengantar dan melapor ke saksi lain. “Kemudian tetangga korban yang merupakan dokter dipanggil untuk mengecek kondisi korban dan diketahui sudah meninggaal dunia,” ungkapnya.

Jasad bayi dibawa ke RS Polri untuk diautopsi. Petugas curiga dengan kematian bayi tersebut sehingga dilakukan autopsi. “Sudah empat orang saksi diperiksa, termasuk kita periksa pengasuhnya sendiri,” tutupnya.

(ysw)

Ditahan di Rutan Cipinang, Ahmad Dhani Ditunggu Kasus Lain di Surabaya

loading…

Ahmad Dhani saat dibawa mobil kejaksaan menuju Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

SURABAYA – Setelah divonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Ahmad Dhani masih harus menjalani persidangan lagi di Jawa Timur dalam kasus pencemaran nama baik. Kejati Jatim sendiri berencana meminta Kejari Jaksel untuk memindahkan penahanan Ahmad Dhani ke Surabaya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan, permintaan pemindahan penahanan Ahmad Dhani itu karena masih ada kasus lagi yang harus dihadapi Ahmad Dhani, yakni kasus dugaan pencemaran nama baik.

Pemindahan ini guna mempermudah proses persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Sesuai prosedur normatif, kami akan berkoordinasi dengan Kejari Jakarta Selatan selaku eksekutor,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Pemindahan penahanan itu, lanjutnya, untuk mempermudah proses sidang di PN Surabaya. “Kami pun masih menunggu penetapan dari PN Surabaya, terkait dengan jadwal sidangnya,” terangnya. (Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan Penjara)

Terkait Rutan mana yang akan ditempati Dhani, Richard mengaku hal itu diserahkan pada keputusan PT DKI Jakarta. “Saat ini kami masih menunggu surat penetapan dari Hakim dulu, terkait kapan jadwal sidangnya. Setelah itu barulah kita bisa melakukan upaya pemindahan penahanan Ahmad Dhani,” pungkasnya.

Diketahui, Ahmad Dhani Prasetyo oleh Polda Jatim ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik pada Kamis (18/10/2018). Penetapan tersangka ini dilakukan setelah suami Mulan Jameela itu dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim lantaran diduga mengucapkan ujaran kebencian.

Dugaan tersebut lantaran menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata “Idiot”. Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya pada Minggu 26 Agustus 2018 lalu. (Baca juga: Ancaman Hukuman di Bawah 4 Tahun, Ahmad Dhani Tidak DItahan kejari)

Saat itu, musikus yang terjun ke dunia politik ini tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan.

(ysw)

Karutan Cipinang: Ahmad Dhani Bakal Ditempatkan di Sel Bebas Rokok

loading…

Ahmad Dhani berada di mobil tahanan usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani yang saat ini menjalani penahanan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, setelah menjalani masa orientasi akan ditempatkan di sel yang jauh dari terpidana perokok. Pasalnya, Ahmad Dhani memiliki alergi terhadap asap rokok.

Kepala Rutan Klas 1 Cipinang, Oga G Darmawan mengatakan, pihak Rumah Tahanan Klas I Cipinang telah melihat berkas penahanan pentolan grup Band Dewa 19. Dari sana didapatkan kalau Ahmad Dhani diduga mengidap penyakit yang tak membolehkannya menghirup asap rokok.

Hingga kini, Ahmad Dhani masih melakukan masa pengenalan lingkungan Rutan Klas I Cipinang sebelum akhirnya dipindahkan ke sel.”Nanti ditempatkan di orang tua yang tidak merokok. Karena beliau anti-asap rokok,” kata Oga dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Oga menuturkan, pengenalan lingkungan itu wajib dijalani oleh semua tahanan di Rutan Cipinang. Selain itu, Ahmad Dhani pun diperlakukan secara sama, sebagaimana tahanan lainnya dan tak ada perlakuan khusus.

“Kita kapasitasnya 1.000 dan ini diisi 4.300 (narapidana), jadi mau dispesialkan bagaimana,” ucapnya.

(whb)

Tiga Cawagub PKS Bersilaturahmi dengan Fraksi Partai Golkar di DPRD

loading…

Ketua Komisi Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Ahmad Yani saat medampingi tiga cawagub DKI bertemu dengan Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Selasa (29/1/2019). Foto: iNews.id

JAKARTA – Sebanyak tiga calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendatangi Fraksi Partai Golkar DPRD untuk memperkenalkan diri dan bersilaturahmi. Ketiga kandidat tersebut yakni Abdurahman Suhami, Ahmad Syaikhu dan Agung Julianto.

Ketua Komisi Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Ahmad Yani menyebut, pihaknya diterima dengan baik dan penuh kekeluargaan. Dia pun berterima kasih kepada Fraksi Partai Golkar yang membuka tali silaturahmi kepada ketiga kandidat cawagub. (Baca: Kandidat Cawagub PKS Siap Lakukan Lobi Politik ke DPRD DKI)

“Ini adalah silahturahim kami yang kelima dan Alhamdulillah kami tadi diterima dengan baik oleh Fraksi Golkar dengan suasana yang cukup menggembirakan,” kata Yani saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta Asraf Ali berpesan pada tiga kandidat cawagub DKI Jakarta agar tampil degan bobot yang lebih berwibawa bila terpilih menjadi pendamping Anies Baswedan.

“Kita ingin Jakarta Ibu Kota, kota internasional tampil dengan bobot yang berwibawa dengan kepemimpinan yang juga beriwaba,” ujarnya.

Ali menyebut, Gubernur Anies adalah sosok yang dikenal di kalangan internasional karenanya wagub yang mendampinginya kelak juga mesti memiliki kapasitas yang berimbang.

“Kita tahu pak Anies Baswedan tokoh internasional sehingga kita juga bisa merasakan nanti wakil gubernur yang hadir ini adalah bisa mendampingi Pak Anies yang skalanya juga bukan hanya lokal tapi internasional,” katanya.

Lebih dari itu, Ali berharap wagub baru nanti juga bisa mengeksekusi dengan baik semua program yang telah direncanakan agar kebijakan tersebut bisa berdampak positif bagi seluruh warga DKI.

“Iya ini kan bukan wakil gubernurnya satu kelompok tapi wakil gubernurnya rakyat Jakarta. Kita berharap bahwa nantinya program-program dan kebijakan-kebijakan itu pastinya akan berdampak baik dan positif untuk kemaslahatan umat Jakarta,” ujarnya menegaskan.

(ysw)

Dipenjara di Rutan Cipinang, Kondisi Kesehatan Ahmad Dhani Baik

loading…

Ahmad Dhani berada di mobil tahanan usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Kondisi kesehatan Ahmad Dhani yang menjalani panahanan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, dalam keadaan baik. Hal ini diungkapkan Karutan Kelas 1 Cipinang, Oga G. Darmawan.

Oga menuturkan, kondisi Ahmad Dhani di Rutan Cipinang tampak sehat-sehat saja. Sehingga pihaknya pun memastikan kondisi pentolan Dewa 19 tersebut baik-baik saja, bahkan saat dibawa masuk ke Rutan.

“Saat pertama masuk ke rutan, Ahmad Dhani sudah membawa sejumlah barang pribadi, seperti pakaian dan alat mandi. Ahmad Dhani sehat, baik dan bugar,” kata Oga saat dikonfirmasi pada Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Oga, saat pertama kali masuk ke Rutan Cipinang, Ahmad Dhani sudah menjalani proses pengecekan kesehatan. Semua itu dilakukan sesuai prosedur rutan, yang mana harus dilakukan pula oleh semua tahanan yang berada di rutan tersebut.

“Sudah dicek kesehatannya semuanya sejak kemarin pun. Di sini kita ada dokter, dokter gigi, dan perawat juga,” ucapnya.

(whb)

Polisi Dalami Motif Pelaku Penipuan dengan Catut Nama Presiden Jokowi

loading…

JAKARTA – Polisi tengah mendalami apa motif Ikhsan Seno Prabu (39) melakukan penipuan dengan mencatut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hary Tanoesoedibjo (HT), dan Yenny Wahid. Polisi mendalami adakah kemungkinan kampanye hitam dalam penipuan yang dilakukan Ikhsan.

“Masih kita dalami motifnya. Belum tahu sih (ada atau tidak kampanye hitam), belum tahu juga ada unsur kesengajaan, itu masih kita dalami,” ujar Kepala Sub Direktorat III Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kompol Haerudin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/1/2019).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap Ikhsan belum sampai ke arah sana. Pada polisi Ikhsan mengakuan baru pertama kali melakukan penipuan. (Baca: Catut Nama HT dan Yenny Wahid, Penipu Ulung Digelandang Polisi)

Baca Juga:

Ikhsan sendiri diketahui diciduk di rumahnya di kawasan Kampung Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat 25 Januari 2019 lalu. Sementara aksinya ia lakukan di kawasan Pulogadung, juga Manggarai, Jakarta Selatan. “(Pelaku beraksi) Di Pulogadung, Manggarai, di acara pengajian-pengajian,” tuturnya.

Setidaknya, sudah ada 14 orang yang jadi korban Ikhsan. Selain nama Jokowi, pelaku juga mencatut nama putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, juga Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

(ysw)

Ahmad Dhani Jalani Masa Orientasi, Karutan Cipinang: Untuk Keamanan

loading…

Ahmad Dhani saat menjalani masa orientasi lingkungan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Foto: twitter @Dahnilanzar

JAKARTA – Terpidana Ahmad Dhani kini tengah menjalani masa orientasi atau pengenalan lingkungan di Rutan Klas I Cipinang. Itu dilakukan agar pihak rutan dapat memetakan sel mana yang nantinya tepat bagi Dhani.

Karutan Klas 1 Cipinang Oga G. Darmawan mengatakan, selain itu, orientasi dilakukan terhadap tahanan untuk menjaga keamanan tahanan selama di sana. Semua ini untuk menghindarkan Dhani dari tahanan lain dalam sel yang mungkin ada yang tidak suka dengannya. (Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan)

“Nanti setelah itu kan kita gak tahu nih, apa ada pihak musuh, pihak lawan ya. Kita kan harus teliti dulukan, apalagi seorang artiskan kita gak bisa ini apalagi publik figur,” ujar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, mulai Rabu 30 Januari atau Kamis 31 Januari 2019 musisi itu baru akan ditempatkan di sel yang tetap. Ahmad Dhani akan ditempatkan bersama terpidana lain meski jumlahnya lebih sedikit dari yang sekarang. (Baca juga: Ditahan, Ahmad Dhani Jalani Masa Orientasi di Rutan Cipinang)

“Kita lihat dahulu di situ tiga hari paling besok lah, besok sudah ditempatkan yang berjumlah sedikit,” tuturnya.

(ysw)

Integrasi Transportasi Jabodetabek Butuh Rp600 Triliun

loading…

Integrasi Transportasi Jabodetabek Butuh Rp600 Triliun. (Dok. Set Wapres).

JAKARTA – Upaya membangun transportasi yang terintegrasi antarmoda di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bukanlah perkara mudah.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah membutuhkan waktu 10 tahun. Anggarannya pun tidak kecil, yakni Rp600 triliun. Perkiraan waktu dan besaran anggaran ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) seusai memimpin rapat koordinasi integrasi transportasi antarmoda Jabodetabek.

Rapat yang digelar di Istana Wapres, Jakarta, kemarin, juga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dan seluruh bupati/wali kota di kawasan Jabodetabek. Rapat digelar menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu untuk mencari solusi kemacetan yang mendera Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:

Jokowi memprihatinkan kemacetan karena berdasarkan data Bappenas, kemacetan menimbulkan kerugian Rp65 triliun per tahun. Rapat juga mematangkan rencana membentuk badan pengelola transportasi baru di wilayah Jabodetabek. Badan ini akan menjadi wadah koordinasi para kepala daerah di wilayah tersebut. Menurut JK, ada beberapa sumber anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur transportasi. Beberapa sumber anggaran itu, misalnya APBN, APBD, ataupun dalam bentuk investasi yang di gelontorkan oleh pihak swasta.

“Dana tersebut (Rp600 triliun) dibutuhkan untuk periode pembangunan hingga 10 tahun ke depan. Pembangunan atau perbaikan tersebut diperlukan agar para pengguna kendaraan pribadi mau beralih naik kendaraan umum,” ujar JK kepada wartawan. Berdasarkan data yang diperoleh Wapres, jumlah penumpang kendaraan umum di Jabodetabek turun dari 49{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b} menjadi 19{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b}.

Sebelumnya, pemandangan orang masih mungkin bergelantungan di bus-bus yang tua yang beroperasi dari kota-kota satelit menuju Ibu Kota sebagai hal biasa.

“Sekarang semua (penumpang angkutan umum) turun, karena begitu banyaknya mobil pribadi. Jalan-jalan dan jembatan makin baik, (harga) mobil pribadi makin murah maka orang cenderung memakai mobil pribadi. sekarang kita mesti balik kembali, lebih banyak yang memakai angkutan umum. Namun, harus dalam kualitas yang lebih baik,” imbuhnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dia mengakui pemerintah tidak memaksa penduduk untuk memarkir kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Karena itu salah satu cara yakni dengan menyediakan moda transportasi yang nyaman dan berkualitas dan menerapkan kebijakan pendukung. “Ada juga cara misalnya biaya parkir dimahalkan. Nanti ada ERP (electronic road pricing ) juga,” ucap JK.

Lebih jauh dia menjelaskan, pengintegrasian harus dimulai dengan pembuatan rencana tata ruang wilayah (RTRW) oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda) terkait. Dia pun meminta kepala daerah untuk segera menyampaikan perkembangan penyusunan RTRW da lam waktu seminggu ke depan.

“Seminggu lapor sama saya. Sebulan lapor lagi. Biar prinsip pokoknya dulu, bagaimana nyambungnya tata ruang. Khususnya DKI sebenarnya karena DKI yang paling besar,” tuturnya. JK juga membebernya rencana pembentukan otoritas transportasi baru. Menurut dia, dalam otoritas itu para gubernur dan kepala daerah akan dilibatkan.

Menurut JK, sebenarnya saat ini sudah ada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang mengelola transportasi di Jabodetabek. Namun, dia menginginkan adanya koordinasi langsung antardaerah. “Tetapi kami ingin membuat koordinasi langsung dengan moda-moda itu. Misalnya bagai mana menyambung kan antara Jakarta dan Bekasi, lalu dengan Tangerang. Kemudian bagaimana Jakarta ini orang mendorong untuk memakai kendaraan umum,” ujar JK.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, terkait pembentukan badan otorita baru akan dilihat urgensinya. Pasalnya, integrasi ini bukan hanya terkait persoalan transportasi semata. Ada hal-hal yang lebih makro yang perlu juga ditangani.

“Bahwa transportasi itu tidak bisa dilepaskan dengan pengaturan tata guna. Dalam hal ini mendistribusikan jumlah penduduk, mengatur konsentrasi penduduk, mengatur teknis berkaitan dengan insentif, pendapatan yang diperoleh pemda dan sebagainya. Inisiden ya adalah menyatukan antara transportasi dan tata guna lahan yang akan diterjemahkan dalam RT/RW. Itu isu besarnya,” ucap Budi.

Kepala BPTJ Bambang Prihantoro mengatakan, rencana pembentukan badan ini muncul dari keinginan pemerintah mengintegrasikan moda transportasi sekaligus mengelola infrastruktur kota, seperti permukiman dan air bersih. Lantaran luasnya fungsi dan wilayah, muncullah ide ter sebut dalam rapat koordinasi pengelolaan transportasi di Jabodetabek. “Mereka belajar dari New York. Di Singapura ada LTA (Land Transport Autoriza tion),” katanya. Kemarin pagi JK sempat melakukan peninjauan ke sejumlah titik kemacetan lalu lintas se-Jabodetabek dari udara.

Untuk itu, dia mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dita Angga)

(nfl)

Ajukan Banding, Kuasa Hukum Bakal Masukan Ketidakpuasan Ahmad Dhani

loading…

Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan, vonis hakim PN Jaksel pada kliennya itu tidaklah adil. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan, vonis hakim PN Jaksel pada kliennya itu tidaklah adil. Maka itu, dalam banding pun bakal dimasukan ketidakpuasan atas putusan itu.

“Majelis hakim tidak menjelaskan sama sekali mas Dhani ini ujaran kebencian itu terhadap siapa. Tweet-nya mas Dhani kan jelas pada penista agama, pelapor pendukung Ahok,” ujarnya pada wartawan, Selasa (29/1/2019)

Menurutnya, dalam sidang vonis hakim tidak menjelaskan ujaran kebencian itu ditujukan terhadap siapa. Dalam pasal itu ada pasal yang namanya narasi atau kata antargolongan, tapi hakim tak menjelaskannya secara spesifik.

Baca Juga:

“Maka itu, berdasarkan keputusan itu kami akan banding secepatnya, itu sudah sangat jelas sekali. Karena kami anggap keputusan ini tidak adil, khususnya bagi mas Dhani,” tuturnya. (Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 BUlan Penjara)

Dia menerangkan, sejak awal Ahmad Dhani dan tim kuasa hukum yakin tak ada perbuatan melakukan ujaran kebencian terhadap golongan sebagaimana hakim yang tak menjelaskan terhadap golongan siapa kliennya itu melakukan ujaran kebencian.

“Makanya, di banding nanti kami akan memasukkan itu tadi, bahwasanya kami tidak puas dengan keputusan tersebut,” katanya.

(ysw)

Ditahan, Ahmad Dhani Jalani Masa Orientasi di Rutan Cipinang

loading…

Ahmad Dhani saat dibawa mobil kejaksaan menuju Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur setelah divonis satu tahun enam bulan penjara oleh hakim di PN Jaksel. Selama di rutan Cipinang, Dhani menjalani masa orientasi bersama napi lainnya.

Karutan Cipinang, Oga Darmawan mengatakan, selama tiga hingga tujuh hari ke depan, Ahmad Dhani bakal ditempatkan di sebuah ruangan berukuran 20×10 bersama 300 narapidana lainnya. Pasalnya, Dhani harus mengikuti masa orientasi atau masa pengenalan lingkungan sebagai tahanan baru.

“Jadi beliau kita letakkan sesuai dengan SOP, yakni pada admisi orientasi. Masa pengenalan lingkungan itu semua tahanan wajib melalui tahapan tersebut,” ujarnya pada wartawan, Selasa (29/1/2019). (Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan Penjara)

Baca Juga:

Menurutnya, tak ada perlakuan khusus pada seorang narapidana, tak terkecuali Ahmad Dhani, semuanya bakal diperlakukan secara khusus dan mengikuti semua kegiatan yang berlaku bagi semua tahanan, salah satunya masa orientasi itu.

Usai masa orientasi dijalani Ahmad Dhani, baru dia bakal ditempatkan di kamar sebagai mana tahanan lainnya. “Kita akan lihat selama mengikuti masa orientasi itu, lalu kita akan tempatkan di kamar,” katanya.

(ysw)

Dianggap Korban Kriminalisasi, Ini Puisi Fadli Zon untuk Ahmad Dhani

loading…

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon membuat puisi untuk sahabatnya, Ahmad Dhani yang ditahan karena kasus ujaran kebencian. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis 1,5 tahun terhadap Ahmad Dhani dan memerintahkan kejaksaan untuk langsung menahan terpidana.

Melalui akun twitternya @fadlizon, mengungkapkan kegelisahannya karena Ahmad Dhani dianggap korban kriminalisasi yang dilakukan rezim ini. Fadli juga menyampaikan kalau puisi ini ditulis saat dia melakukan perjalanan ke Surabaya, Selasa (29/1/2019) pagi ini. (Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan)

Berikut puisi yang ditulis Fadli Zon untuk Ahmad Dhani:

Baca Juga:

AHMAD DHANI

kau telah bersaksi
tentang zaman penuh persekusi
kau melihat dengan mata kepala sendiri
teater kebiadaban rezim tirani
kini kau korban kriminalisasi
ruang gerakmu makin dibatasi
kau telah didzalimi

mereka cemas kata-katamu
melahirkan kesadaran
mereka gentar dengar lagumu
membangunkan perlawanan menabuh genderang kebangkitan

mereka bungkam kalimatmu
sambil menebar teror ketakutan
mereka hentikan nyanyianmu
sambil mencari-cari kesalahan

mereka ingin kau tunduk tersungkur
tapi kau berdiri tegak pantang mundur
mereka ingin kau berkhianat
tapi kau kokoh menjunjung amanat
membela umat
membela rakyat

perjalananmu kini menentukan
kau bukan sekedar musisi pemberani
kau penghela roda perubahan
rezim ini harus segera diganti
dan dimusnahkan

Fadli Zon, Perjalanan Jakarta-Surabaya, 29 Januari 2019

Puisi yang ditweet sejak pukul 07.33 WIB tersebut, hingga pukul 09.00 WIB sudah diretweet sebanyak 222 kali dan di like hingga 534 likes.

(ysw)

Depok City Operating Room Beroperasi

loading…

Depok City Operating Room Beroperasi. (Istimewa).

DEPOK – Perkembangan Kota Depok tak lepas dari hiruk pikuk aktivitas warganya. Kini Kota itu pun bertransformasi dalam berbagai bentuk, termasuk kemajuan teknologi. Satu contoh, jika dulu aktivitas apa pun tidak dapat diawasi langsung pimpinan, sekarang bisa dilakukannya.

Melalui Depok City Operating Room (DeCOR) segala kegiatan dan aktivitas di Depok bisa dipantau langsung oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris. Tidak hanya aktivitas internal lingkungan Pemerintahan Kota Depok yang dapat dilihat, aktivitas di luar pun bisa terlihat jelas lewat DeCOR, misalnya masalah kemacetan.

Melalui ruang pantau ini bisa terlihat bagaimana kondisi di lapangan. Sehingga, pemangku kebijakan bisa langsung mengambil langkah terkait persoalan yang terjadi di lapangan. Dengan kata lain, permasalahan yang terjadi bisa langsung ditanggapi pihak terkait.

Baca Juga:

DeCOR baru saja diresmikan Wali Kota Depok, Rabu (23/1). Ruangan itu berada di lantai 5 Balaikota Depok. Ruang tersebut berfungsi sebagai pemantau seluruh aktifitas di lingkungan Pemkot Depok. Selain itu juga sebagai wadah bagi warga yang ingin melaporkan kejadian dan memerlukan bantuan.

Wali Kota Idris mengatakan, DeCOR diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Program seperti ini merupakan salah satu realisasi dari smart city yang menggunakan potensi yang ada baik SDM-nya maupun fasilitasnya agar bisa dioperasikan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Dia menambahkan, DeCOR diharapkan mampu memberikan kemudahan, kelancaran, dan ketepatan informasi. Dengan melihat visualisasi DeCOR, pihaknya akan kembali menambah kamera pengintai atau CCTV di setiap sudut kota.

Wali Kota menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan perbaikan dari kekurangan yang ada dengan program DeCOR. ”Sudah ada lima OPD yang terintegrasi dengan DeCOR, sementara untuk OPD yang lain masih dalam penyempurnaan data. Ke depan kami akan perluas lagi integrasinya baik antar-OPD maupun dengan kepolisian dan instansi lainnya untuk menciptakan kolaborasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk tahun ini akan ditambah 10 titik CCTV yang penempatannya masih dirahasiakan. Melalui ruang ini pihaknya dapat memantau kondisi lalu lintas ataupun sudut kota lainnya.

“Di DeCOR ini kami dapat memantau kondisi arus lalu lintas, jika ada masalah langsung dikendalikan oleh Dishub. Begitu juga ketika ada pengaduan-pengaduan dari masyarakat dapat diteruskan ke OPD terkait hingga ke kepolisian. Respons tentu akan dilakukan secepatnya,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono, mengatakan, DeCOR merupakan pusat kendali terpadu dan terintegrasi terhadap pelayanan publik, mengendalikan, memantau, mengawasi serta menerima berbagai data dan informasi berbasis teknologi.

“Sasarannya tak lain untuk menyempurnakan pelayanan publik keluar dan mempermudah pelayanan publik ke dalam. Selain itu juga berfungsi sebagai pusat kendali Kota Depok dengan cara mengakses data yang dapat terhubung dengan pihak terkait,” katanya.

Keunggulan DeCOR juga berfungsi untuk memonitoring keadaan Kota Depok di ruang besar dengan menggunakan monitor layar besar dan layar lebar yang dilengkapi rekaman titik-titik CCTV yang telah ditempatkan di sudut Kota Depok.

“DeCOR juga untuk mempermudah pelayanan masyarakat seperti manajemen pengambilan keputusan cepat terkait pengusutan kecelakaan lalu lintas atau tindak kriminal dan lain sebagainya. Selain itu, keberadaan DeCOR juga berfungsi untuk menanggapi kritik dan saran yang diaspirasikan masyarakat setiap harinya,” pungkasnya. (R Ratna Purnama)

(nfl)

Dalam Sepekan 500 Warga Terpapar DBD, Jakarta Status Waspada

loading…

JAKARTA – Sebanyak 502 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di DKI Jakarta selama sepekan. Jumlah itu menjadikan Ibu Kota masuk dalam fase waspada kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sepekan belakangan jumlah kasus DBD terus meningkat hingga lima kali lipat. Sebelumnya, pada 20 Januari 2019, jumlah kejadian DBD baru tercatat 111 kasus. Saat ini jumlah DBD sudah mencapai 613 kasus.

Menurut Widyastuti, kasus DBD di Jakarta tahun ini tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, penderita DBD hanya sekitar 200 kasus. (Baca juga: Kasus DBD di Jakarta Naik 2 Kali Lipat, Anies: Ini Ancaman Serius)

Baca Juga:

“DKI daerah endemis DBD. Kami bikin kriteria (KLB) sendiri bersama BMKG untuk kewaspadaan. Kami berikan status waspada agar tidak bergerak,” ujar Widyastuti di kantornya, Senin, 28 Januari 2019.

Widyastuti merinci, kasus demam berdarah paling menonjol terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Sedikitnya ada lima kecamatan dengan tingkat kejadian (incidence rate/IR) tertinggi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Dia menduga lima kecamatan di tiga wilayah kota itu banyak lahan kosong yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah aedes aegypti.

Kecamatan Jagakarsa tercatat sebagai wilayah dengan kejadian tertinggi dengan 19,27 IR, disusul Kalideres (16,94 IR), Kebayoran Baru (16,54 IR), Pasar Rebo (13,93 IR), dan Cipayung (13,57 IR). IR adalah perhitungan kejadian per 100.000 penduduk yang digunakan untuk mengukur proporsi kejadian DBD. Semakin tinggi angka IR maka semakin tinggi kejadiannya.

“Pada Februari dan Maret 2019, seluruh wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori waspada KLB DBD,” ucapnya. (Baca juga: Wabah DBD Merebak, Disdik DKI Perintahkan Sekolah Ikut Lakukan PSN)

Untuk mewaspadai meluasnya DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah bekerja sama dengan BMKG dalam pengembangan model prediksi angka DBD berbasis iklim yang dapat diakses melalui http:// bmkg.dbd.go.id/.

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan fogging di wilayah asal korban DBD dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif. “Kami telah menginstruksikan semua fasiltas pelayanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali, meminta petugas kelurahan hingga tingkat RT melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat berikut fogging secara berkala.

Ia melihat masih banyak daerah pemukiman padat penduduk yang belum mendapatkan sosialisasi terkait sebab dan akibat DBD. “Musim hujan banyak warga pemukiman padat yang tidak perhatikan lingkungannya. Sosialisasi harus dilakukan secara langsung ke lapisan bawah masyarakat,” pungkasnya.

(thm)

Jelang Perayaan Imlek, Barongsai Meriahkan Pusat Perbelanjaan

loading…

BEKASI – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2019 yang jatuh pada 5 Februari, berbagai tempat publik dan pusat perbelanjaan berlomba-lomba mempercantik dekorasi Tahun Baru China tersebut. Termasuk barongsai dan ornamen berbau Imlek. Namun hal itu berbeda di Bekasi, barongsai mulai menghibur warga Bekasi di pusat perbelanjaan.

Salah satunya tim barongsai Dharmaphala Dragon and Lion Dance Troupe berhasil membuat takjub penonton di Summarecon Mal Bekasi, mulai Minggu (27/1). Tim barongsai ini sudah melanglang buana di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan, tim barongsai yang ditekuni Yustio, 25, warga Cikarang sejak 2003 ini sempat meraih emas pada kejuaraan Barongsai 2015.

Saat dijumpai KORAN SINDO, Yustio tampak masih kelelahan usai tampil menghibur pengunjung. Selama kurang lebih 15 menit, Yustio dan tim barongsainya membuat takjub pengunjung pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bekasi tersebut. “Ini sudah tahun keempat saya tampil di pusat perbelanjaan Bekasi,” kata Yustio.

Baca Juga:

Dalam penampilannya, tim barongsai mempertontonkan Patok besi yang dijadikan arena atraksi dan memiliki tinggi yang bervariasi. Jarak antar patok juga memiliki panjang 70 sentimeter. Sedangkan untuk jarak paling jauh antarpatok, yakni 2,1 meter. Sambil menari, barongsai itu melompat dari patok besi satu kepatok besi lainya.

Sebelum menggelar atraksi, Yustio mengaku sudah sejak dua pekan lalu berlatih. Rencananya, tepat perayaan Imlek pada 5 Februari 2019 mendatang, dia akan tampil kembali menghibur pengunjung dengan atraksi Barongsai Patok Besi yang lebih ekstrem. “Kalau tadi kira memang atraksi menaiki patok besi, nanti kita tambah dengan lompatan-lompatan yang lebih lagi,” ungkapnya.

Yustio menjelaskan, sejak 2011 memiliki tandem menari Barongsai bernama Andi. Sejak saat itu, dia belum pernah berganti tandem lantaran untuk atraksi Barongsai Patok Besi, menurut Yustio, hal itu harus benar-benar dilakukan penari barongsai profesional. Yustio sendiri biasa bermain sebagai pemain belakang, sedangkan rekannya Andi merupakan pemain depan.

Keduanya berkolaborasi dalam satu jubah Barongsai dan manari mengikuti irama musik yang dimainkan selama pertunjukkan. “Jadi kalau pemain belakang itu fokus menjaga keseimbangan dan kekuatan. Untuk pemain depan biasanya memang postur tubuhnya agak lebih kecil agar mudah diangkat, tapi dia juga harus pandai memainkan kepala barongsai agar terlihat hidup,” ujarnya.

Yustio mengaku, menjadi penari barongsai bukan hanya sekadar melestarikan budaya. Lebih dari itu, barongsai seperti hobi sekaligus olahraga yang sangat dinikmatinya. Bahkan, berbakat ketekunannya menjadi penari barongsai telah membuatnya meraih berbagai prestasi. Bahkan, dia bersama Andi pernah meraih medali emas dalam kejuaraan barongsai tingkat nasional pada 2015.

Sementara tahun ini, barongsai telah resmi diperlombakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat. Pada ajang itu, Yustio dan Andi berkesempatan mewakili Jawa Barat dan meraih medali perak. “Barongsai sudah seperti hobi buat saya, bukan sekadar melestarikan budaya. Berkat Barongsai juga saya dapat meraih prestasi di ajang nasional,” tegasnya.

Direktur Summarecon Mal Bekasi, Ugi Cahyono mengatakan, kegiatan ini memang sengaja dihadirkan SMB untuk merayakan Chinese New Year atau imlek yang identik dengan warna merah sebagai perlambang keberuntungan. “Jadi, kita adakan kegiatan ini, salah satunya tari barongsai yang akan menghibur pengunjung yang datang ke SMB,” katanya.

Sementara atraksi barongsai dan Liong Dance akan hadir setiap Sabtu dan Minggu pukul 17.00 WIB di The Oval. Sementara itu, tepat di hari raya Imlek pada 5 Februari 2019 mendatang, barongsai patok besi akan menghibur para pengunjung pada pkl 17.00 WIB.

Tidak hanya itu, tari kipas pada 9 dan 16 Februari 2019 akan hadir di The Oval pada pukul 16.30 WIB serta Tarian Seribu Tangan khas Thailand akan hadir pada 27 Januari dan 17 Februari 2019.

(don)

Ditahan di Cipinang, Begini Keakraban Ahmad Dhani Bersama Tahanan

loading…

JAKARTA – Musisi Dhani Ahmad sejak kemarin petang mendekam di Rutan Cipinang pasca divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam kasus ujaran kebencian. Meski berada di dalam rutan, pentolan grup band Dewa 19 itu terlihat tetap enjoy.

Pemilik nama lengkap Dhani Ahmad Prasetio inipun berbagi moment saat dirinya duduk santai bersama sejumlah tahanan. Moment itu dibagikan ke media sosial oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak, semalam.

Foto tersebut diunggah Dahnil melalui laman Twitter miliknya @Dahnilanzar. Dalam foto itu Dhani terlihat duduk santai bersama sejumlah tahanan. (Baca: Usai Divonis Penjara, Ahmad Dhani Ditahan di Rutan Cipinang)

Baca Juga:

“Saya dan semua Anggota BPN berdoa dan yakin Mas @AHMADDHANIPRAST kuat dan tegar. Dia pejuang. Dia korban rezim. Terus berdiri tegak dan melawan. @fadlizon @prabowo @sandiuno,” tulis Dahnil dalam caption foto tersebut.

Dalam akun twitternya, Dahnil juga memastikan BPN Prabowo-Sandi sama sekali tidak mempertimbangkan untuk mencopot Ahmad Dani sebagai jurkam. Justru BPN mendukung penuh perjuangan Dhani mencari keadilan dan melawan semua ancaman kriminalisasi dan ketidakadilan. (Baca: Tak Merasa Lakukan Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani akan Ajukan Banding)

Diketahui, Ahmad Dhani divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dalam sidang kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Ratmoho memerintahkan Ahmad Dhani ditahan.

Majelis hakim memutuskan Ahmad Dhani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh, melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

Dalam sidang tersebut sang istri tercinta Mulan Jameela dan anaknya, Dul Jaelani, terlihat berada di ruang sidang. Putusan hakim ini membuat sang istri Mulan Jameela dan anaknya Dul Jaelani tampak sedih. (Baca juga: Ahmad Dhani Divonis Bersalah, Raut Wajah Mulan Jameela Terlihat Sedih)

(thm)

Fraksi PPP Minta Proses Pemilihan Cawagub DKI Disegerakan

loading…

Ketiga calon Wagub DKI, masing-masing Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto, dan Abdurrahman Suhaimi. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta ingin proses pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI oleh dua partai pengusung, yakni Partai Gerindra dan PKS, bisa disegerakan. Sebab posisi wagub di Ibu Kota dinilai sangat penting.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta Usman Helmy menegaskan, keberadaan posisi Wagub DKI sangat penting agar roda pemerintahan berjalan dengan baik. Karenanya, ia mendorong partai pengusung pasangan Anies-Sandi di Pilkada pada 2017 lalu, bisa segera menyelesaikan persoalan DKI 2 ini.

Ia berharap Partai Gerindra maupun PKS segera mengusulkan 2 nama kepada Gubernur Anies Baswedan untuk selanjutnya dibawa ke Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga:

“Peran seorang wagub itu menjadi penting untuk segera ada di Pemprov DKI. Kami juga sepakat supaya bersama-sama mendorong agar wagub di DKI dalam waktu tidak terlalu lama segera bisa ditentukan,” ujarnya. (Baca juga: PKS dan Gerindra Sepakat Serahkan Nama Cawagub DKI pada 11 Februari)

Kemarin, PKS bersama ketiga kandidat cawagub DKI Jakarta sudah melakukan safari politik ke Fraksi PPP DPRD. Safari itu bertujuan untuk memperkenalkan ketiga kadernya.

Ketiga nama yang menjadi kandidat Wagub DKI adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi. (Baca juga: Mengenal Lebih Dekat 3 Sosok Kandidat Wagub DKI Pendamping Anies)

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani mengatakan, Fraksi PPP menerima rombongan PKS dan calon DKI 2 dengan hangat. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan harapannya agar segera ada pendamping Anies Baswedan memimpin Ibu Kota.

“Tadi suasana gembira, hangat dan memiliki keinginan yang sama, agar pemilihan wagub segera terwujud,” kata Ahmad Yani.

Sebelum bersafari politik ke Fraksi PPP, PKS bersama tiga cawagub telah lebih dadulu mengunjungi Fraksi Demokrat, PAN, Hanura, dan PDIP, di Gedung DPRD DKI Jakarta.

(thm)

Pesawat Alami Gangguan, Kesigapan Kru dan Penumpang Patut Dicontoh

loading…

Para penumpang saat turun dari pesawat GA866 yang mengalami kerusakan pada bagian AC. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews

BANGKOK – Pesawat Garuda rute Jakarta- Bangkok dengan nomor penerbangan GA866 kemarin siang mengalami gangguan teknis pada sistem AC. Namun berkat kesigapan kru penerbangan dan ketenangan penumpang, pesawat yang mengalami kerusakan berhasil return to base dengan selamat.

Pesawat dijadwalkan boarding time pukul 09.05 WIB, Gate 10 dibuka sedikit molor dari jadwal. Penumpang pun yang masuk lewat Gate 10 pada akhirnya diarahkan ke Gate 13.

GA866 dijadualkan tiba di Bangkok, Thailand pukul 13.10 waktu setempat. Tak lama kemudian, pesawat yang tidak terisi penuh itu tinggal landas meninggalkan Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Baca juga: Ada Bau Terbakar, Pesawat Garuda Tujuan Bangkok Kembali ke Bandara Soetta)

Baca Juga:

Proses tinggal landas ternyata menimbulkan dua pertanyaan bagi sejumlah penumpang. Wartawan SINDOnews, Muhammad Iqbal, kebetulan salah satu penumpang pesawat GA866 tersebut. Penumpang di barisan kedua di kelas ekonomi sempat merasakan adanya aroma terbakar. Namun dia tidak mempedulikan dan tidak berusaha bertanya ke awak kabin.

Kejanggalan kedua, seorang penumpang mengatakan, biasanya seusai tinggal landas AC di dalam pesawat akan bertambah dingin. Tapi kondisi ini tidak ditemukan di GA866. Kejanggalan itu akhirnya terjawab. Sekitar 30-45 menit pesawat mengudara, sang pilot mengumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan teknis pada AC. Dia pun memutuskan untuk kembali ke bandara awal.

Penumpang dibuat terkejut, mereka terlihat saling menatap satu sama lain. Tapi tak ada yang protes kepada awak kabin. Mereka semua terlihat tenang. Setenang-tenangnya penumpang, SINDOnews melihat ada satu penumpang manula yang sepertinya shock mendengar kabar tersebut. Terlebih setelah pengumuman dari pilot, pesawat seperti bergerak ke kiri dan ke kanan, seperti tak punya tujuan.

Dia terlihat sedikit melongsor dari tempat duduknya. Seorang pramugari dengan cekatan memberikan minum kepada yang bersangkutan, sehingga penumpang manula ini kembali tenang. Penumpang ini ternyata berasal dari Belanda. Saat berbincang sebentar, dia mengaku bersama istrinya baru kemarin pagi datang dari Amsterdam, Belanda. Sehingga dia merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Beruntung, pesawat berhasil kembali ke Bandara Soetta dengan selamat, sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum meminta penumpang turun, tim teknis melakukan pengecekan hingga akhirnya semua penumpang diminta turun membawa barang bawaannya masing-masing.

“Karena kerusakan teknis penumpang diminta turun dan membawa barang bawaannya di kabin, karena kerusakan teknis membuat Garuda harus mengganti pesawat menuju Bangkok,” sebutnya.

Pesawat pengganti dengan kru kabin yang sama akhirnya berhasil membawa penumpang selamat sampai ke Bangkok, Thailand, sekitar pukul 16.00 WIB.

Belajar dari peristiwa ini, keputusan pilot yang langsung membawa pesawat berbalik ke Tanah Air patut diapresiasi. Ditambah lagi ketenangan para penumpang saat menghadapi masalah tersebut, sehingga tidak menimbulkan kepanikan massal.

(thm)

Prakiraan Cuaca: Hujan Guyur Jabodetabek pada Siang dan Malam Hari

loading…

JAKARTA – Sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada pagi hari ini, Selasa (29/1/2019), diprakirakan cerah berawan, kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang berpotensi turun hujan lokal. Namun pada siang hari sebagian besar wilayah Ibu Kota bakal diguyur hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya www.bmkg.go.id, menyebut, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, pagi ini akan diselemuti awan. Sementara pada siang dan malam hari, berpotensi diguyur hujan.

Sedangkan wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, pagi ini berpotensi hujan lokal, namun siang hari akan cerah berawan. Hujan akan kembali mengguyur wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada malam hari.

Baca Juga:

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Kepulauan Seribu, Jakut, Jaksel, dan Jaktim pada malam dan dini hari,” tulis peringatan dini BMKG.

Sementara itu, Kota Bogor dan Kota Depok pagi ini dan siang nanti berpotensi turun hujan ringan. Sedangkan malam hari cerah berawan. Berbeda dengan wilayah Bekasi yang pagi ini cuacanya berawan dan pada siang hari berpotensi turun hujan ringan.

Sedangkan wilayah Tangerang, pagi dan siang hari diprakirakan cerah berawan dan berpotensi turun hujan pada malam hari. Untuk suhu udara di Jakarta hari ini rata-rata 24-31 derajat celcius, dengan kelembaban 70-100{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b}.

(thm)

Gerombolan Remaja yang Meresahkan Warga Tangsel Dicokok

loading…

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, memperlihatkan barang bukti yang disita dari para tersangka. Foto: Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menciduk 11 pemuda yang diduga merupakan gerombolan remaja yang menenteng celurit dan pedang di kawasan Anggrek Loka, BSD City, Serpong, beberapa waktu lalu. Video aksi mereka sempat viral sehingga meresahkan warga Tangsel.

“Dari upaya penyelidikan dan penyidikan di lapangan, diperoleh identitas tersangka yang terekam dalam video itu. Akhirnya bisa kami amankan 11 orang, 8 diantaranya masih berusia di bawah umur,” ungkap Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, di Polres Tangsel, Senin (28/1/2019).

Adapun remaja yang diamankan yakni ADS (15), siswa SMP Al-Hasanah Rawa belong, Jakarta Barat. Dia terekam dalam video membawa sebilah celurit. Kemudian FR (16), siswa SMA Budi Luhur, Petukangan, Jakarta Selatan. Dia terekam dalam video membawa stik golf. (Baca juga: Konvoi Remaja Bawa Celurit dan Pedang Resahkan Warga Tangsel)

Baca Juga:

Lalu, Stevanus Septiawan (19), mahasiswa Universitas Budi Luhur, Jakarta Pusat. Perannya merekam aksi melalui kamera handphone. F (17), perannya menyebarluaskan video yang direkam di media sosial, serta Ary Saputra (19), ikut serta dalam rombongan.

Selanjutnya, KJ (17), siswa SMK Global Informatika, Kreo Selatan, Kota Tangerang. Perannya sebagai inisiator kegiatan di jalanan tersebut. EP (18), siswa SMA di Jakarta Barat; AF (17), siswa SMA 12 Kota Tangerang; MVS (16); MAR (16), dan MRR (15), perannya ikut serta.

“Karena sebagian besar masih berusia di bawah umur, maka kami berkoordinasi pula dengan P2TP2A dan Bapas dalam pemeriksaannya,” kata Ferdy.

Dari pemeriksaan polisi, ternyata pelaku berinisial ADS merupakan penderita tumor intrasella. Sedangkan pelaku berinisial FR, tengah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Salemba, Jakarta Pusat.

“Tersangka FR adalah terpidana kasus tawuran yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. Kasusnya ditangani Polsek Pesanggarahan (Jaksel),” kata Ferdy. (Baca juga: Genk Bermotor Serang Warga dan Jarah Toko Kelontong)

Sebagian besar pelaku tidak berdomisili di wilayah Kota Tangsel. Mereka sengaja melakukan aksi tersebut untuk menguji ilmu beladiri yang diperoleh dari Padepokan silat Banaspati.

“Jadi aksi bergerombol di jalanan itu dilakukan setelah selesai latihan di padepokan silat. Niatnya untuk menguji ilmu yang didapat di sana,” ucapnya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. Adapun pelaku yang terlibat menyebarluaskan video turut dijerat Pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman empat tahun.

(thm)

Kejahatan Seksual Anak Masih Marak, Kemana Satgas Perlindungan Anak?

loading…

TANGERANG SELATAN – Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto sangat menyayangkan masih maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak, terutama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebab Tangsel merupakan kota pertama di Indonesia yang mendapatkan rekor MURI, karena di seluruh rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) terdapat Satgas Perlindungan Anak.

“Jadi ini menjadi tantangan bagi Pemkot Tangsel untuk menghidupkan kembali Satgas Perlindungan Anak. Fenomena ini menjadi otokrotik bagi Pemkot,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Senin (28/1/2019).

Diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan anak di Kota Tangsel masih marak. Dalam empat bulan terakhir, sedikitnya terdapat tiga kasus pemerkosaan anak.

Baca Juga:

Ironisnya, dari ketiga laporan itu pelakunya merupakan ayah tiri korban. Mereka adalah Asep Wahyu, Erwanto alias Yanto, dan Herman Toni. Ketiganya saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Tangsel. (Baca juga: Kasus Pemerkosaan Anak di Tangsel Marak Dilakukan Ayah Tiri)

Menurut Kak Seto, pengawasan terhadap anak yang baik harus dilakukan oleh lingkungan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam bertetangga. Hal ini akan meminimalisir kasus kejahatan seksual anak.

“Jadi warga juga harus tahu keadaan para tetangganya. Jika ada anak tetangganya yang mulai terlihat aneh, harus ditegur, dan jangan dibiarkan saja. Jika terjadi hal buruk, langsung lapor ke satgas,” pungkasnya. (Baca juga: Diajak Bermain PS, Sejumlah Anak Jadi Korban Pedofilia)

Berkaca pada tiga kasus yang diungkap di Tangsel, dari pemeriksaan psikologis terhadap para pelaku pemerkosaan, tidak ada yang mengalami gangguan mental. “Normal semua. Modusnya rata-rata karena ketertarikan seksual,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan.

Hal ini tentu perlu mendapat kewaspadaan. Sebab secara kasat mata mungkin pelaku pemerkosaan anak tidak mencurigakan. Apalagi korbannya ternyata anak tiri dari pelaku yang hidup satu rumah.

(thm)