http://cozypan.com

Baru Bebas dari Penjara, Residivis Rumsong Menangis Ditangkap Buser

loading…

Kasatreskrim Mapolresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menunjukan barang bukti yang digunakan pelaku untuk menggasak rumah kosong, Senin (21/1/2019). Foto/SINDOnews/Ratna Purnama

DEPOK – Dua residivis pencurian rumah kosong diringkus tim Buser Polsek Limo setelah aksinya terekam kamera CCTV di rumah korbannya. Keduanya, Charles (37) dan Andri adalah residivis dan baru keluar dari Rutan Depok pada November 2018.

“Beberapa barang bukti berhasil kita amankan yaitu satu laptop, berbagai macam handphone hasil kejahatan, gitar dan alat bukti kejahatan yaitu linggis dan obeng. Total kerugian 100 juta,” kata Kasatreskrim Mapolresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Senin (21/1/2019).

Modus pelaku adalah masuk ke rumah yang ditinggal kosong pemiliknya. Caranya dengan mencongkel jendela dan pintu menggunakan obeng dan linggis. Setelah itu keduanya masuk dan menggasak isi rumah.

Baca Juga:

“Mereka observasi dulu sebelumnya. Satu target rumah biasanya diintai lebih dari sekali. Setelah dirasa aman lalu mereka beraksi,” tukasnya.

Mereka mengetahui rumah itu kosong dari ciri umum yaitu lampu depan rumah menyala pada siang hari. Hal itu menurut pelaku diindikasikan bahwa rumah tersebut memang ditinggal penghuninya.

“Ini yang patut diwaspadai. Mereka sudah tahu kalau rumah kosong dari lampu yang menyala di siang hari,” ungkapnya.

Charles salah satu pelaku hanya bisa tertunduk lemas ketika berada di hadapan penyidik. Dia mengaku menyesal telah berbuat tindak kriminal untuk kesekian kali.

Dia mengaku terdesak kebutuhan hidup untuk menafkahi keluarga. “Saya terpaksa, harus menghidupi anak – anak saya. Sekarang mereka diurus neneknya,” katanya.

Charles dan istrinya memiliki lima anak. Istrinya kini juga mendekam di sel karena melakukan pencurian. Sehingga kelima anaknya pun harus diurus oleh orang tuanya.

Dirinya mendekam setelah ketahuan mencuri di sebuah rumah di Jalan H. Dulhania Kelurahan Krukut Kecamatan Limo, Depok. Di sana dia menggasak barang berharga milik korban.

Di hadapan penyidik ayah lima anak itu pun menangis teringat anak-anaknya. Dia mengaku tak kuasa membayangkan harus kembali menginap di sel.

“Saya teringat anak-anak saya, kasihan mereka saya janji tidak akan melakukan perbuatan seperti ini lagi,” akunya.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

(ysw)