http://cozypan.com

Begini Cara Bedakan Elpiji Asli dengan Oplosan

loading…

Polda Metro Jaya merilis pengungkapan kasus gas oplosan 3 kg ke 12 kg di Tangerang dan Jakarta Timur.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Pertamina membeberkan salah satu cara untuk mengenali tabung gas yang diisi secara resmi oleh Pertamina. Hal itu untuk menghindari tabung gas oplosan sebagaimana kasus yang diungkap polisi di Tangerang dan Jakarta Timur.

Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dewi Sri Utami mengatakan, masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan harga elpiji yang murah dibandingkan harga resminya lantaran rawan terjadi oplosan. Adapun harga resmi dari Pertamina harga elpiji 12 kg itu sebesar Rp139.100.

“Harga elpiji nonsubsidi itu (oplosan) kan dijual Rp135.000-150.000 per tabung, sementara harga resminya Rp 139.100. Aritnya harga murah itu jangan sampai kita tergiur karena itu sama saja menggadaikan keselamatan kita,” kata Dewi pada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga:

Dalam membeli gas, lanjut Dewi, masyarakat diminta untuk mengutamakan keselamatan, berbeda dengan gas oplosan yang tak ada keamanannya dan sistem pengisiannya pun tak sesuai prosedur serta keselamatan. Jauh berbeda dengan Pertamina yang dalam pengisiannya mengutamakan prosedur di tempat pengisian.

“Berkaitan safety kami imbau masyarakat setiap membeli, khususnya untuk elpiji nonsubsidi yah, jika sudah tak sesuai (rusak) kembalikan ke agen atau warungnya,” tuturnya.

Dari segi keaslian dan kelaikan, tambahnya, di tabung gas yang diisi Pertamina bakal terdapat tutup segel berbarcode. Barcode itu bisa discan menggunakan handphone melalui bantuan aplikasi scan data, dari situ bisa diketahui lokasi pengisian tabung gas tersebut.

“Shield memang bisa diduplikasi, tapi shield kita yang resmi itu ada barcodenya yang bisa di-scan menggunakan handphone. Itu bisa diketahui di mana dia diisinya, itu nanti ketahuan kalau dari kami,” ucapnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menciduk enam pelaku pengoplosan gas elpiji 3 kg menjadi 12 kg di empat wilayah yang ada di Tangerang dan Jakarta Timur. Adapun keenamnya berinisial ADN, LA, RSM, KND, KSN, dan YEP.

(whb)