http://cozypan.com

Bobol Minimarket di Bekasi, Polisi Hadiahi Timah Panas ke Pelaku

loading…

Dua pria spesialis perampok minimarket yang dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota Polres Metro Bekasi Kota. Foto/Ilustrasi/KORAN SINDO

JAKARTA – Polisi berhasil membongkar kasus pencurian yang marak terjadi di minimarket Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Ada tiga pelaku yang dibekuk polisi dalam kasus ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, tiga pelaku itu adalah S alias Trisno, SS alias Belong dan T alias Bintang.

Menurutnya, sebelum beraksi, ketiganya melakukan survei terlebih dahulu untuk mencari celah pintu masuk ke dalam toko. Setelah didapat, ketiganya langsung mempersiapkan alat yang akan digunakan.

Baca Juga:

“Mereka beraksi sejak Juli 2018 lalu. Tersangka melakukan aksinya dengan cara masuk ke toko melalui samping dan belakang gedung toko dengan bantuan tali tambang serta menjebol plafon untuk bisa masuk ke tokonya,” ujarnya pada wartawan, Senin (21/1/2019).

Setelah masuk ke dalam, kata dia, para tersangka menggasak barang berharga yang ada di dalam toko seperti berangkas uang dan juga rokok. Setelah mendapatkan hasil curian, para tersangka meninggalkan toko.

“Setelah menerima laporan, tim melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi, dan alat bukti terkait guna mengungkap kasus tersebut serta menemukan para tersangkanya,” tutur Argo.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata dia, Senin 14 Januari 2019, Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Trisno di Jalan Pusat Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi.

“Karena pada saat ditangkap pelaku melawan, kami terpaksa menindak tegas dan terukur di bagian kakinya,” terang Argo.

Setelah dikembangkan, tambahnya, polisi kembali meringkus dua pelaku lainnya dengan barang bukti berupa 4 unit Handphone, 1 pasang sarung tangan kulit, 1 buah besi linggis, 3 buah tang, 1 buah pahat, 2 buah gunting,1 buah senter kepala, 2 buah obeng minus dan lainnya.

“Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun,” katanya.

(mhd)