http://cozypan.com

Cegah Banjir, DKI Akan Bangun Drainase Vertikal di Setiap Rumah Warga

loading…

Genangan air di salah satu permukiman warga di Jakarta Barat beberapa waktu itu. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menginginkan setiap rumah dan gedung di Ibu Kota dibangun drainase vertikal atau sumur resapan sebagai bentuk kontribusi menangkal banjir dan kekeringan. Rumah yang langsung menampung dan menyimpan air hujan dianggap bisa menyumbang pencegahan banjir.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perindustrian dan Energi, menyelesaikan proses lelang untuk membangun vertikal drainase di setiap rumah warga. Dengan adanya drainase vertikal, setiap rumah tidak lagi mengeluarkan air hujan dari halaman.

“Kalau air hujannya dimasukkan ke dalam tanah di areal rumah kita sendiri, kita bisa mengatakan pada diri kita bahwa, saya bukan termasuk yang menyumbang air banjir di Jakarta,” ujar Anies di Balai Kota, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga:

Menurut Anies, drainase vertikal tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi warga untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Sebab, drainase vertikal membuat air hujan tidak terbuang ke area luar rumah, namun langsung tertampung oleh sistem itu.

Anies tengah menunggu pembangunan drainase vertikal di gedung kantor pemerintahan milik Pemprov DKI yang ditargetkan selesai pada 31 Maret. Hal itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 131/2018 tentang Percepatan Pembangunan Drainase Vertikal di Lahan Milik Pemprov DKI Jakarta.

“Nanti kita akan lakukan secara masif setelah lelang selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Ricki Marojahan Mulia, mengungkapkan, pihaknya sudah menguji coba tiga sumur resapan dangkal dan 1 sumur resapan sedang pada objek berbeda.

Sumur resapan dangkal diuji di halaman sekolah, di jalanan, dan di lapangan. Semua objek tersebut sudah disurvei merupakan lokasi yang tergenang cukup signifikan pada saat turun hujan. Sedangkan sumur resapan sedang diuji pada sebuah rumah ibadah.

Dari hasil uji coba di halaman sekolah menunjukkan bahwa sebelum ada sumur resapan, genangan baru surut sekitar 24 jam. Namun hasil uji coba saat hujan deras pada 22 November 2018, ternyata genangan hilang dalam waktu 15 menit.

Begitu juga genangan di jalanan, sebelum adanya sumur resapan air baru surut sekitar 10 jam, tetapi pada tanggal yang sama genangan hilang dalam waktu 15 menit. Untuk uji coba di lapangan, genangan sebelum dipasang sumur resapan biasanya sekitar dua sampai tiga hari, namun pada 22 November 2018 genangan hilang sekitar 2 jam.

“Kami yakin akan efektivitas drainase vertikal sebagai upaya untuk menangani banjir, asalkan penempatannya di lokasi yang tepat,” pungkasnya.

(thm)