http://cozypan.com

Dinkes Catat Jumlah Pasien DBD di Depok Capai 314 Orang

loading…

DEPOK – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Depok hingga kini mencapai 314 pasien. Jumlah tersebut tersebar di 54 kelurahan di Depok.

Data penderita DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok hampir setiap harinya terus mengalami peningkatan. Pada Sabtu 27 Januari 2019, angkanya mencapai 173 kasus, sedangkan pada Senin, 28 Januari 2019 telah mencapai 177 orang.

Adapun jumlah mereka yang dirawat yakni, 32 pasien. Sembilan pasien di antaranya anak-anak dan 23 pasien lainnya adalah dewasa. Jumlahnya diperkirakan bertambah jika dilihat dari kondisi cuaca saat ini.

Baca Juga:

“Dari 63 kelurahan di Kota Depok, 54 di antaranya terdapat pasien atau penderita DBD. Total keseluruhan sampai dengan data 25 Januari 2019, mencapai 314 pasien,” kata Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita, Senin (28/1/2019).

Jumlah 314 kasus tersebut kata dia sudah termasuk yang didapat dari RSUD Depok. Namun data terakhir pada Senin (28/1/2019) belum diperbarui. “Ini sudah termasuk data yang dari RSUD. Kalau yang hari ini datanya belum masuk,” ungkapnya.

Dari 63 kelurahan di Depok, beberapa di antaranya menjadi wilayah paling banyak jumlah kasus DBD. Yaitu Harjamukti, Beji, Cipayung, Mekarjaya dan Cimanggis.

Menurutnya, sampai saat ini penyebarannya nyaris merata. “Ini belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena belum semua kelurahan. Masih ada sembilan kelurahan yang belum ada laporannya,” ujarnya.

Saat ini kasus DBD masuk dalam status siaga. Oleh karenanya seluruh warga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan. Selain itu memberantas sarang nyamuk juga sangat dianjurkan.

“Kami sarankan melakukan PSN, jangan fooging. Kalau fooging itu kurang efektif karena bisa jadi tidak merata. Kemudian, efek dari asap yang dikeluarkan juga kurang baik untuk kesehatan,” ujarnya.

Nova mengungkapkan, wilayah yang paling rawan ditemukan tempat berkumpulnya sarang nyamuk aedes agypti ini bukan hanya di saluran air atau got. “Yang paling rentan itu justru di dalam rumah, misalnya di dispenser coba periksa. Karena dari beberapa kasus, yang kita temukan justru di dalam rumah,” ujarnya

Selain gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi PSN, Dinkes juga berjanji akan mengoptimalkan pengawasan untuk mencegah terjadinya DBD di sejumlah wilayah. “Kalau dilihat dari angkanya, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. Karena itu mari kita jaga kebersihan,” ucapnya.

(whb)