http://cozypan.com

Dishub dan Pol PP Tak Tegas, Tanah Abang Kian Semerawut

loading…

Angkutan kota mengetem di bawah Sky Bridge Tanah Abang dan membuat kemacetan. Foto/Yan Yusuf/SINDOnews

JAKARTA – Ketidaktegasan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP di kawasan Tanah Abang membuat kawasan itu kian semerawut. Angkutan kota yang mengetem dan PKL yang berjualan membuat kawasan kian tak tertata.

Di sisi lain, keberadaan PKL dan angkutan kota yang sembarang membuat titik kemacetan alami pergeseran. Bila sebelumnya kemacetan di pintu selatan Stasiun, kini kemacetan berubah di pintu timur. Imbasnya lalu lintas tersendat.

Pantauan SINDOnews, kesemerawutan di Tanah Abang terlihat saat memasuki areal sky bridge. Kepadatan kendaraan terlihat dengan banyaknya ojek pangkalan yang mengetem di depan pintu selatan. Mereka memarkirkan kendaraan sembarang membuat badan jalan termakan sebagian.

Jalanan pun menjadi menyempit. Dari ruas jalan yang ada, satu ruas digunakan untuk ngetem. Jalanan kian tersendat lantaran ruas yang terpakai.

Kondisi diperparah di akhir sky bridge yang dipenuhi sejumlah angkutan umum yang berhenti sembarang. Mereka mengetem sepanjangan 50 meter tanpa ingat waktu. Lalu lintas disana kian tersendat dengan jalanan yang menyempit. Terlebih mereka yang mengetem tepat di depan jalur u turn atau puter arah.

“Ini masih mending mas. Dulu kalo di sini bisa sampai setengah jam buat ngelewatin sky bridge,” kata Tatang (34), pengendara mobil di lokasi, Jumat 4 Januari 2019.

Terlebih lokasi, sopir angkut berjalan pelan dan terkadang menutup sebagian jalan. Imbasnya bunyi klakson memekan telinga terdengar biasa. Beberapa pejalan kaki kemudian mulai kesal, umpat dan cacian kepada supir menjadi pemandangan biasa.

“Yah mau gimana. Kita cari penumpang. Kalau jalan terus mana kita dapat,” ucap Rifan (29), pengemudi mikrolet M 11 jurusan Tanah Abang-Meruya.

Kondisi tak jauh beda juga terjadi di sisi jalan Jatibaru bengkel tepat di depan pintu timur stasiun. Bajaj dan mikrolet mengetem secara sembarang membuat lalu lintas kian tersendat. Terlebih dengan ruas hanya sejalur membuat akses jalan tertutup karena angkot yang mengetem.

Meskipun tidak menyalakan mesin. Para supir mikrolet berdalih dirinya tak mengetem. Mereka hanya menunggu sejumlah penumpang kereta yang menyebrang.

“Sembari menunggu penumpang sih,” tambah Toto (27), sopir mikrolet.

Kondisi ini kian parah dengan di Jalan Jatibaru yang kian tersendat dengan adanya bongkar muat barang. Truk ekspedisi terparkir di atas trotoar dan memalang seperempat jalan.

Dua meter setelah bongkar muat barang terdapat sejumlah bajaj yang mengetem. Bajaj berjejer dan ditinggalkan sejumlah pengemudinya.

Derita kemacetan di tanah abang makin menjadi dengan banyak sejumlah ojek online dan supir online yang mangkal. Jumlah yang mencapai puluhan kemudian menutup satu dari empat akses jalan.

Alhasil, banyak simpul kemacetan membuat lalu lintas Transjakarta tersendat. Bus tak bisa berjalan dengan mulus karena jalanan yang tertutup. Imbasnya keluar dari Tanah Abang, sekitar 30-45 menit diperlukan pengemudi Transjakarta.