http://cozypan.com

DPRD DKI Ragukan Kemampuan Pejabat Hasil Seleksi Lelang Jabatan

loading…

JAKARTA – Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan belakangan ini menuai sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Sejumlah fraksi di DPRD DKI mempertanyakan‎ munculnya pejabat yang tak berpengalaman dan memiliki kompetensi di ‎suatu perangkat daerah namun dilantik menjadi kepala dinas.

Baca Juga:

‎Salah satunya seperti, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Hari Nugroho yang dilantik menjadi Kepala Dinas Bina Marga DKI di Balai Kota, Rabu 9 Januari 2019.

‎Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus mengimbau Gubernur Anies agar memilih pejabat yang telah memiliki pengalaman panjang di suatu perangkat daerah untuk menempatkan posisi kepala dinas.

‎”Ini memang hak gubernur. Namun kita tentu mengimbau kepada gubernur untuk meletakan orang yang pernah berproses panjang di dinas-dinas tertentu. Atau yang memiliki keterkaitan dengan bidangnya,” ujar Bestari di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Bestari mengaku khawatir, kepala dinas yang diangkat tanpa bekal pengalaman dan kemampuan di bidangnya, ‎akan terkendala menjalani tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di lapangan.

“Kalau ditaruh orang yang belum memahami Bina Marga, tentu akan mengalami kendala-kendala teknis dan harus belajar lama,” katanya.

‎Ia pun mengingatkan Anies agar memilih pejabat bukan hanya berdasarkan kemampuan akademis, tapi juga teknis dan pengalamannya di lapangan. Terlebih, di tingkat suku dinas, ada banyak pejabat yang memiliki kemampuan dan berkinerja baik‎ dalam mengeksekusi program dan menyerap anggaran.

“Di rapat kerja, nanti kita uji kompetensinya dari pada kepala dinas tersebut. ‎Apa program dan planning dia terkait dengan penganggaran yang sudah setujui. Termasuk bagaiman dia menjalankan program APBD ini,” tegasnya.

‎Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ichwan Zayadi. Menurutnya, pejabat yang dipilih sebagai kepala dinas harus mengetahui seluk beluk pekerjaan yang dijalaninya. Bila tidak demikian akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di ibu kota.

“Jelas akan ada pengaruhnya kalau tidak dipegang orang berkompeten. Analoginya, orang biasa bawa Bajaj, tapi dikasih Taksi.‎ Kita minta lain kali kalau seleksi pejabat harus sesuai dengan bidangnya,” pungkasnya.

(mhd)