http://cozypan.com

Empat Pasien DBD Meninggal Dunia, Pemkot Bogor Masih Kaji Status KLB

loading…

BOGOR – Pemkot Bogor gencar mengampanyekan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terkait meningkatnya jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD). Meski sudah ada empat pasien meninggal dunia akibat DBD, Pemkot Bogor belum menetapkan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Sepanjang Januari ini sudah ada empat pasien DBD asal Kota Bogor yang meninggal dunia. Ini memang cuacanya lagi berbeda, jadi tidak cukup hanya dengan fogging. PSN ini harus massif sekali,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada Rabu (30/1/2019).

Bima mengaku sudah mengumpulkan jajarannya, baik ditingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, (SKPD), kecamatan hingga kelurahan yang berkepentingan dengan pelaksanaan PSN. Namun demikian, lanjut Bima, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat untuk membantu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:

“Gerakan PSN ini bukan hanya pemerintah saja yang bergerak, tapi masyarakat juga harus bersama melakukan gerakan itu,” ujarnya. Tak hanya itu, karena kasusnya terus meningkat, pihaknya juga sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mengkaji penerapan status KLB.

Sementara itu, Kepala Subbag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, Taufik Rakhmat menjelaskan, berdasarkan data hingga Minggu, 27 Januari 2019, jumlah pasien DBD di RSUD Kota Bogor sebanyak 186 kasus. “Rinciannya pasien gejala DBD dari Kota Bogor sejumlah 71 kasus, dan Kabupaten Bogor 96 kasus. Sementara yang berstatus DBD akut sebanyak 19 kasus. Semuanya masih dalam perawatan. Untuk kasus meninggal belum ada,” kata Taufik.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah pasien DBD memang melonjak tajam. Terhitung sejak November 2018, RSUD Kota Bogor telah menerima pasien DBD sebanyak 45 pasien.

Sementara pada Desember 2018, pasien DBD mencapai 40 kasus. Saat ini RSUD Kota Bogor juga menyediakan tempat tidur tambahan akibat lonjakan kasus DBD di RSUD Kota Bogor.”Ya, kita ada penambahan bed atau kasus, tapi belum kami hitung lagi berapa penambahannya,” jelasnya.

Tempat terpisah, Kepala Humas RS PMI Bogor Adhy Rommy menjelaskan berdasarkan hasil rekap laporan sementara per 25 Januari 2019, saat ini terdapat 46 pasien demam berdarah, dan 13 pasien DBD di RS PMI Kota Bogor.

“Dari hasil evaluasi laporan 2018, Adhy menyebutkan ada peningkatan kasus pasien DBD di RS PMI Kota Bogor. Untuk bulan Januari 2019, kasus DBD ada di peringkat pertama, dan DBD ada di peringkat 6. Sedangkan untuk pasien meninggal, kami belum menerima laporan, semoga tidak ada,” katanya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Kota Bogor, Sari Chandrawati mengatakan, hingga Senin, 28 Januari 2019, kasus DBD di Kota Bogor mencapai 121 kasus. Dengan jumlah korban meninggal sebanyak empat orang.”Kita masih lakukan kajian kalau soal status KLB, karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam menetapkan suatu kasus penyakit itu,” ucapnya.

(whb)