http://cozypan.com

Hujan Lebat, Atap Rumah Dinas di SDN 01 Benda Pamulang Ambruk

loading…

Kepala Sekolah SDN 01 Benda Baru, Musherawati (60) menuturkan, ambruknya atap rumah dinas itu terjadi malam. Foto/Hambali

TANGERANG SELATAN – Rumah dinas milik SDN 01 Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), ambruk akibat diguyur hujan lebat. Beruntung saat kejadian, tak ada penghuni di dalamnya.

Kepala Sekolah SDN 01 Benda Baru, Musherawati (60) menuturkan, ambruknya atap rumah dinas itu terjadi pada Selasa 22 Januari 2019 malam. Penyebabnya diduga akibat guyuran hujan yang cukup deras sepanjang hari kemarin.

“Kejadiannya semalam, rumah ini adalah rumah dinas milik sekolah,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Hujan Lebat, Atap Rumah Dinas di SDN 01 Benda Pamulang Ambruk

Dikatakan Musherawati, bangunan itu sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan kegiatan sekolah. Khususnya bagi tempat tinggal sementara para guru, penjaga sekolah, bahkan termasuk kepala sekolah.

Baca Juga:

“Ini disebutnya rumah dinas, bisa buat penjaga sekolah, dulu kepala sekolah juga sempat tinggal disini,” katanya.

Menurut dia, rumah dinas yang atapnya roboh itu telah dibangun sekitar tahun 1986, berbarengan dengan pembangunan ruang kelas lainnya. Namun hingga saat ini, rumah dinas belum pernah mengalami perbaikan sehingga kondisinya rapuh memprihatinkan. “Sejak dibangun memang belum pernah direhab,” imbuhnya.

Kondisi demikian, setiap saat tentu mengancam keberadaan para siswa-siswi yang bermain di dekat bangunan itu. Bagian atap maupun material penyangganya, bisa saja ambruk kapan saja, terlebih saat terjadi hujan maupun angin kencang.

“Tahun 2018 kemarin pernah juga ambruk, kejadiannya malam juga, beruntung nggak ada orang saat itu,” ungkapnya.

Hujan Lebat, Atap Rumah Dinas di SDN 01 Benda Pamulang Ambruk

Letak rumah dinas itu sendiri berada persis di sisi ruang kelas siswa SDN 01 Benda Baru. Bagian atapnya belum semua roboh, masih tersisa beberapa potongan material di bagian atas rumah. Pihak sekolah berharap, ada pihak yang mau membantu agar bangunan tersebut dibongkar dan dialihfungsikan sebagai ruang kelas.

“Kita maunya dibongkar, biar menambah ruangan belajar anak-anak. Tapi kita nggak punya dana, pihak dinas pun bilang kalau untuk alokasi anggaran rumah dinas seperti ini tidak ada,” tukasnya.

(ysw)