http://cozypan.com

Ingin Atasi Kemacetan, Depok Minta Dana Hibah ke DKI Rp6,5 Miliar

loading…

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan kembali mengajukan dana hibah pada Pemprov DKI Jakarta. Kali ini dana hibah yang diajukan akan digunakan untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap dikeluhkan warga.

Pengajuan dana hibah rencana akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Kisaran dana yang akan diajukan sebesar Rp6,5 miliar.

Kepala DPUPR Kota Depok, Manto mengatakan, dana hibah tersebut digunakan untuk memperbaiki sejumlah jalan yang ada di Depok. Antara lain yaitu Jalan Radar Auri dan Jalan Gas Alam.

Baca Juga:

“Kita akan ajukan ke DKI dana hibah. Kami ingin mencoba mengatasi persoalan kemacetan di Depok. Yaitu untuk perbaikan Jalan Radar Auri dan Jalan Gas Alam,” katanya di Depok, Minggu 13 Januari 2019.

Dia menjelaskan dana tersebut akan dibagi dalam beberapa ruas jalan untuk perbaikan. Misalnya saja untuk Jalan Gas Alam diajukan sekitar Rp 4 Miliar. Sedangkan untuk Jalan Radar Auri Rp 2,5 Miliar. “Itu yang kita ajukan ke Pemprov DKI,” tambahnya.

Dia menyebutkan kedua jalan itu lokasinya berbatasan antara Depok dengan Jakarta. Sehingga hal itu ada keterkaitan dengan Jakarta pula.

“Kenapa milih di Radar Auri dan Jalan Gas Alam karena dua daerah tersebut perbatasan dengan DKI. Endingnya nanti, tentunya Jakarta akan merasakan manfaatnya,” paparnya.

Manto mengatakan, Tim dari Pemprov DKI juga telah datang ke lokasi. Disana, tim melakukan pengawasan terhadap kondisi jalan pada dua lokasi tersebut.

“Sebelumnya sudah dibahas dan sudah disurvei team dari Pemprov DKI. Semoga disetujui Pak Gubernur,” ungkapnya.

Ketika nanti jalan ini diperbaiki maka diharapkan dapat mengurangi kemacetan. Sehingga arus lalulintas menjadi lancar dan tidak tersendat. Akses Jalan Raya Gas Alam, Kelurahan Harjamukti Kecamatan Cimanggis dan Jalan Raya Radar AURI, Kelurahan Sukatani Kota Depok menjadi salah satu jalur alternatif bagi pengendara yang hendak menuju wilayah Jakarta Timur.

Biasanya, ketika terjadi kepadatan kendaraan di Jalan Raya Bogor jalur tersebut juga menjadi salah satu lokasi pengurai kemacetan. “Kabar baik ya kalau memang nanti akan diperbaiki. Karena memang jalannya sangat parah rusaknya padahal dipakai untuk aksek ke Jakarta,” kata Ilham, warga Gas Alam.

Soal dampak dari pembangunan nantinya sudah dia pikirkan. Dia pun sudah memiliki antisipasi. “Ya kalau macet karena perbaikan nanti sudah resiko. Ada pembangunan pasti ada macet. Solusi sementara ya lewat jalan lain,” pungkasnya.

(mhd)