http://cozypan.com

Kurang Terpantau, Parkir Liar Marak di Kawasan Kota Tua

loading…

Kondisi parkir liar di Jalan Kalibesar dekat Mueseum Bang Indonesia, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (2/1/2018). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Kendati sudah disiapkan area parkir resmi, kenyataannya disekitar kawasan Kota Tua, Jakarta Barat tumbuh subur parkir liar. Diakui, banyak yang memilih parkir di lokasi liar karena masalah tarif yang lebih murah.

Pantauan SINDOnews, Rabu (2/1/2018) siang, di kawasan Kota Tua diketahui parkir liar masih menjadi permasalahan. Kantong kantong parkir liar masih ditemukan di kawasan itu. Bahkan para jukir liar sengaja menyewa sejumlah gedung-gedung tua dan lahan kosong untuk lokasi parkir.

Kondisi ini membuat pendapatan parkir di Jakarta alami kebocoran. Retribusi parkir yang semestinya masuk ke Pendapatan non Pajak menjadi masuk ke oknum jukir liar.

Di Kota Tua, tercatat ada beberapa kantong parkir liar, diantaranya Gedung Kantor Pos, satu gedung belakang Cafe Batavia. Lahan kosong dekat terminal Kota Tua, di Jalan Kunir danan dekat Pos Pol samping kantor Imigrasi.

Termasuk dengan jalan bank, parkir disana menutupi trotoar. Akses pejalan kaki menjadi terhalang karena trotoar yang di okupansi parkir liar.

Dibeberapa lokasi itu, tarif parkir dipatok Rp5.000. Namun bila cukup lama jukir meminta Rp10 ribu. Meskipun liar, namun banyak masyarakat yang menggunakan lahan parkir ini.

“Harga cukup murah. Kalau parkir resmi kan progresif,” kata Yogi (29) pengunjung Kota Tua. Yogi mengakui berkunjung ke Kota Tua tak cukup untuk satu jam. Karena tarif parkir progresif dinilai tak cocok dengan pengunjung di sana.

Sementara itu, Taslim (37) salah satu jukir di kawasan Kota Tua berdalih adanya parkir liar membantu para pengunjung datang ke Kota Tua. Terlebih beberapa dari mereka memilih menggunakan tempatnya dibandingkan parkir resmi karena lokasinya yang dekat.

“Loh kita tawarkan saja. Kalau mereka mau parkir di resmi silahkan aja,” ujar Taslim.

Karena berlokasi dan memiliki tempat, Taslim berdalih kemacetan tak terlihat dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan kendaraan yang terparkir tak lagi memenuhi badan jalan, sehingga akses jalan bisa lebih renggang dan tak menimbulkan kemacetan.

“Coba kalau dulu mas, buat muter kota tua malah macet. Sekarang kami sudah tertib dan tidak di jalan. Kalau di jalan itu paling PKL,” tegas Taslim yang memiliki lahan di jalan Kunir.

Kondisi berbeda terlihat di jalan pintu besar utara, keberadaan parkir liar diatas trotoar terlihat di kawasan itu. Mereka memenuhi seluruh trotoar, menutup akses pejalan kaki.

Imbasnya banyak pejalan kaki terganggu, mereka tak bisa berjalan di trotoar sehingga menggunakan badan jalan untuk melangkah. Kondisi ini membuat kemacetan di kawasan itu.

“Cuman disini aja. Yang lain mah parkirnya masuk gedung,” kata Fatma (25) pengunjung kota tua.

Fatma hafal betul mengenai lokasi kota tua. Hampir sebulan sekali, warga Tambora, Jakarta Barat ini selalu main ke kawasan kota tua, khususnya Taman Fatahillah. Tak ada tarif masuk, menjadi lokasi favorit baginya.

(ysw)