http://cozypan.com

Pemkot Bekasi Siap Siaga Wabah Penyakit Demam Berdarah Dengue

loading…

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai siap siaga penyebaran wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, angka penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti mengalami peningkatan pada bulan ini. Hingga Selasa (29/1/2019) tercatat peningkatan dari 49 kasus menjadi 75 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohaliwati mengatakan, status siap siaga tersebut mengacu karena adanya indikasi peningkatan mulai awal bulan hingga akhir bulan ini. Untuk itu, instansinya terus mewaspadai kemungkinan akan bertambahnya angka kasus penderita wabah penyakit DBD ini.

”Kita belum resmi menetapkan kasus DBD, kami mulai waspada dan siap siaga dengan penyakit mematikan tersebut,” katanya. Menurutnya, jumlah penderita berjumlah 75 kasus tersebut berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit swasta maupun layanan kesehatan tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga:

Saat ini, kata dia, pemerintah memetakan tiga kecamatan di wilayahnya yang rawan dengan wabah penyakit ini. Hal itu, mengacu pada kasus penderita demam berdarah sepanjang tahun 2018 yang mencapai 626 jiwa. Ketiga wilayah itu, Kecamatan Bekasi Utara dengan total kasus 129 kasus, satu meninggal dunia, Bekasi Barat 107, dan Bekasi Timur 69 kasus.

Adapun di periode yang sama selama empat tahun terakhir, kasus demam berdarah cenderung naik turun. Januari 2015 jumlah kasus mencapai 50, tahun 2016 mencapai 196, lalu 2017 sebanyak 89, dan tahun 2018 mencapai 49 kasus.”Tapi tahun ini kita berusaha menurunkan wabah penyakit DBD,” ungkapnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati menambahkan, pemerintah mewaspadai peningkatan angka kasus wabah penyakit demam berdarah ini sampai dengan April mendatang.”Karena musim hujan ini atau pancaroba akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah meminta pihak rumah sakit swasta cepat dalam melaporkan pasien yang terindikasi atau yang sudah positif DBD kepada Dinas Kesehatan. Sehingga, dalam waktu 1×24 jam, pihaknya bisa melakukan pencegahan, pemetaan wilayah agar bisa langsung melakukan penanganan di lapangan atau pemukiman warga itu.

Selain itu, Dezi meminta warga Kota Bekasi agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumahnya. Disamping pihaknya melakukan koordinasi ke tiap wilayah Kelurahan dan Kecamatan agar melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN).”Pihak kecamatan dan kelurahan kita minta bersihkan lingkunganya,” jelasnya.

Dezi menuturkan, wilayahnya memang pernah mengalami jumlah kasus DBD yang cukup tinggi pada 2016 yaitu 3.813 dengan jumlah kematian 50 orang. Namun, setelah segala upaya yang dilakukan pemerintah angka itu bisa ditekan dan turun jumlah penderita DBD 2017 menjadi 699 kasus dan 626 kasus pada 2018.

(whb)