http://cozypan.com

Pohon Rawan Tumbang, Warga Bogor Diimbau Waspada Potensi Angin Kencang

loading…

Pohon tumbang. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

BOGOR – Sekitar 30 persen dari 14 ribu pohon di Kota Bogor dinyatakan rawan tumbang, baik ranting maupun batangnya. Terlebih, jika hujan disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Erwin Gunawan mengatakan pihaknya akan melakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang sakit atau rawan tumbang itu.

“Pohon yang akan ditebang itu memiliki lubang antara 70 sampai 80 persen, sedangkan pemangkasan rekomendasinya jika pohon tersebut memiliki lubang 20 sampai 30 persen,” ungkap Erwin di Bogor, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga:

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pepohonan rawan tumbang ini tersebar dibeberapa lokasi, khususnya di jalan-jalan protokol yang ada di Kota Bogor.

“Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan Lawang Gintung, Jalan Semeru dan sekitaran perumahan di Kecamatan Tanah Sareal. Sedangkan di Jalan Pajajaran sendiri umumnya dalam kondisi masih sehat,” katanya.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi terjadinya pohon tumbang, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, untuk melalukan pemeriksaan kondisi pohon secara rutin dua kali dalam sepekan.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Sonic Tomograf dengan waktu pemeriksaan itu khusus. Setelah itu, keluarlah hasilnya berupa rekomendasi tindakan apa yang perlu dilakukan, apakah pemangkasan atau penebangan.

“Selain itu, hingga detik ini kita masih menerapkan program Kartu Tanda Pohon (KTP). Sebab hasil rekomendasi pemeriksaan akan dicatatkan pada KTP dan dipasangkan pada pohon yang sudah diperiksa,” katanya.

Lebih lanjut Erwin kembali menjelaskan, pohon yang direkomendasikan untuk ditebang maka dipasangkan KTP berwarna merah, lalu rekomendasi untuk pemangkasan KTP berwarna kuning dan pohon yang dalam kondisi sehat memiliki KTP berwarna hijau.

Menurutnya, dalam kurun dua tahun program KTP berjalan tanpa kendala. Sebab sering kali KTP hilang dari pohonnya. Padahal itu bisa memudahkan masyarakat agar mengetahui bagaimana kondisi pohon jika suatu waktu berhenti di bawah pohon.

“Mungkin karena terbuat dari bahan seperti seng, jadi banyak yang mengambil, tapi kita upayakan agar posisinya agak sedikit naik agar tidak lagi hilang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra menjelaskan sebagian besar wilayah Bogor akan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang.

“Itu terjadi saat sore dan malam hari. Tak hanya sepekan kedepan, tapi kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir Maret- pertengahan April. Bahkan hujan lebat itu bisa disertai puting beliung,” jelasnya.

Namun demikian, dia menjelaskan puting beliung itu juga tergantung pergerakan awan. Jika ada awan bergumpal-gumpal hitam seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Kemudian terdengar suara petir, itu sudah tanda-tanda dan itu harus sudah diwaspadai terjadinya puting beliung,” ungkapnya.

Menurutnya meski durasi hujan lebat dan angin kencang ini tak berlangsung lama, namun perlu harus tetap diwaspadai.

“Iya paling hanya berlangsung 20-30 menit, hujan lebat disertai angin kencang itu, tapi jika konstruksi atap rumah penduduk tak sesuai SNI (kuat), tetap saja bisa berterbangan akibat angin kencang ini,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengendara motor maupun mobil, saat terjadi hujan deras dan angin kencang sebaiknya menepi.

“Tapi saat menepi hindari berteduh di bawah pepohonan, karena khawatir ranting dan batang pohon yang dijadikan tempat berteduh itu menimpanya seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” katanya.

(mhd)