http://cozypan.com

Puluhan Ribu Murid Tak Sabar Tempati Gedung Sekolah Baru

loading…

Salah satu gedung sekolah yang pembangunannya sempat mangkrak kini sudah berdiri megah dan siap ditempati siswa, Selasa (8/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

JAKARTA – Pembangunan gedung sekolah yang dilakukan pertengahan tahun 2018 di sejumlah wilayah di DKI telah selesai. Sejumlah siswa tak sabar untuk menempati gedung mentereng itu.

Beberapa orang murid kemudian tak sabar. Mereka mengharapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa meresmikan sehingga mereka bisa bersekolah di gedung yang baru itu.

Baca Juga:

“Ini mah keren banget bang. Cepetin dong peresmiannya, biar saya bisa sekolah lagi disini,” kata Abdul Malik (11) murid kelas 5 SDN Tanjung Priok 1, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019).

Malik yang tak sabar menempati gedung baru itu mengaku jenuh menumpang belajar di SMP 30 Jakarta Utara. Sudah hampir 1,5 tahun dirinya tak lagi bersekolah di sana, rindu akan belajar dan bermain dilontarkan dirinya. “Kalo di SMP 30 kan kita nggak bisa main bebas,” kata Malik.

Puluhan Ribu Murid Tak Sabar Tempati Gedung Sekolah Baru

Rampungnya pembangunan SDN 01 Tanjung Priok memang menjadi berkah tersendiri bagi murid disana. Hampir setahun lebih proyek disana mangkrak, para pekerja kabur menyisahkan puing-puing bangunan.

Barulah ditahun 2018, pembangunan kembali di lanjutkan. PT Wika kemudian membuat tanggul di belakang sekolah. Pembangunan kemudian di percepat, dalam waktu tiga bulan pembangunan disana selesai, enam kelas, dua ruang guru, satu ruang kepala sekolah kini telah ada di gedung berlantai tiga itu.

Berbeda dengan bangunan sebelumnya, bangunan SDN 01 Tanjung Priok jauh lebih baik. Tiap kelas dibangun setinggi 3,5 meter, dengan ventilasi udara yang cukup. Tiap lantai terdapat tiga kamar kecil yang terbagi untuk siswa pria, siswa perempuan, dan guru.

“Kami ikut senang, adik adik saya bisa sekolah. Saya pun bangga ada sekolah bagus disini,” kata Hendri (21) warga sekitar.

Hendri tak menampik bila sebelumnya sekolah disana mangkrak. Bahkan diakui, para pekerja proyek terdahulu memiliki utang ke beberapa warung di sekitar sekolah.

“Jadi awalnya saat sekolah sedang dibangun. Bangunan itu ambruk karena longsor, abis itu mandornya pergi, para pekerja yang ngga dibayar kemudian ikut kabur,” lanjut Hendri.

Manajer Proyek WIKA Gedung untuk Paket 1 Rehab Total Sekolah, Ali Abrar Sitepu mengatakan pihaknya sengaja mempercepat pembangunan SD 01 Tanjung Priok karena melihat kondisi sekolah yang miris.

Saat datang ke sekolah itu, Ali menyebutkan sekolah dalam kondisi proyek terbengkalai. Gedung gedung dibiarkan roboh. Sementara puing bangunan dibiarkan berserahkan.

Dalam pembangunan disana Ali mengakui kontur tanah yang lembab menjadi kesulitan dirinya membangun sekolah. “Sekarang sekolah sudah megah dengan tiga lantai dan dilengkapi alarm kebakaran,” kata Ali.

(ysw)