http://cozypan.com

Siklus 5 Tahunan, Kasus Demam Berdarah di Tangsel Meningkat

loading…

TANGERANG SELATAN – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti akan terjadinya wabah demam berdarah.

“Sudah diwanti-wanti sejak awal Januari 2019, kepada jajaran Dinkes dan puskesmasnya untuk waspada DBD,” kata Benyamin kepada KORAN SINDO, Senin (21/1/2019).

Menurut Ben, sapaan akrab Benyamin, yang diwanti-wanti itu adalah melakukan upaya pencegahan. Seperti melakukan fogging dan membersihkan saluran air warga.

Baca Juga:

“Kami sudah imbau para kader yang di bawah untuk melakukan gerakan membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing warga,” sambungnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, trend kasus demam berdarah di Kota Tangsel dan nasional naik.

“Kalau trendnya memang naik. Bukan hanya di Tangsel, tapi juga nasional. Ini siklus lima tahunan. Besok saja datanya di kantor, saya sedang di jalan tol,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua RW 05, Kelurahan Serua, Gatam Soleh, mengatakan, pihaknya dan ketua RT setempat selalu aktif melalukan fogging, untuk mencegah wabah DBD.

“Sebelumnya ada dua warga yang terserang DBD di lingkungan RT 04 dan RT 05. Padahal warga selalu rutin membersihkan got, tetapi itu saja tidak cukup,” terangnya.

Selain dengan kerja bakti membersihkan lingkungan, untuk membunuh jentik nyamuk diperlukan foging. Namun, permintaan foging ke pemerintah sangat lama.

“Kami sudah sering kali mengajukan fogging ke pemerintah. Tetapi tidak pernah datang. Prosesnya juga sangat lama. Akhirnya, warga mencari jalannya sendiri,” tukasnya.

(mhd)