http://cozypan.com

Soal Utilitas, Pengamat: Penataan Trotoar Idealnya Terpadu Saluran Air

loading…

Ilustrasi, pekerja sedang memasang kabel fiber optik. Foto: dok/Okezone

JAKARTA – Rencana Pemprov DKI memperbaiki utilitas di Jakarta yang semrawut di Jakarta mendapat apresiasi karena sejalan dengan perbaikan trotoar dan saluran air. Karena memang idelanya, penataan trotoar itu terpadu dengan saluran air dan utilitas.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menjelaskan, penataan trotoar itu idealnya terpadu dengan saluran air dan jaringan utilitas. Seperti misalnya trotoar lebar tiga meter, kiri kanan satu meter untuk utilitas, dan satu meter ditengah untuk saluran air.

Nirwono menambahkan, dalam rongga satu meter kiri kanan itu, nantinya masin-masing utilitas memiliki lemarinya sendiri. Sehingga, ketika terjadi masalah ataupun inin melakukan penambahan jaringan, utilita lain tidak terganggu.

Baca Juga:

DKI, kata Nirwono sangat bisa melakukan itu. Apalagi DKI telah menata trotoar di Jalan Sudirman-Thmarin dengan kelebaran mencapai lebih dari 8 Meter. Dia menyayangkan penataan trotoar itu tidak menjadi pilot project penataan trotoar dengan utilitas yang ideal.

“Masalahnya ini Bina Marga tidak punya rencana induk saluran air, utilitas, dan trotoar. Itu bagian satu paket dari penataan trotoar. Kalau ada rencana induk, para penguna harus menikuti rencan induk. Yang terjadi sekarang, penataan torotoar sudah dilakukan, utilita baru jalan, lalu saluran air tersumbat dan sebagainya,” ungkapnya. (Baca: Penataaan Utilitas Bawah Tanah di Jakarta Tidak Ideal)

Dengan adanya rencana induk itu, lanjut nirwono, para pemilik utilitas hanya tinggal melihat rencana induk apabila ingin melakukan perbaikan. Begitu juga ketika ingin menambah jaringan, pemilik utilitas tinggal melihat rencan induk jalur mana yang masinh kosong dan penuh.

“Sudah 10 tahun yang lalu saya usulak tapi belum terwujud, karena jadi mainan proyek masing-masing pihak terkait,” ungkapnya.

(ysw)