Stephen Curry Absen pada Lima Laga Warriors

California: Bintang NBA, Stephen Curry, dipastikan tak bisa memperkuat Golden State Warriors pada lima laga karena cedera paha. Kepastian tersebut langsung dikonfirmasi pihak klub. 

Curry mengalami cedera pada kuarter ketiga laga melawan Milwaukee Bucks, Jumat 9 November pekan lalu. Sejak itu ia absen dari tiga pertandingan Warriors berikutnya.

Lewat laman resmi, Warriors mengumumkan meski cedera, Curry tetap akan mengikuti skuat tim yang akan melakoni tiga laga tandang di Texas yang dimulai di markas Houston Rockets pada Jumat 16 November 2018. Kondisi Curry dipantau ketat oleh tim kesehatan dan bakal dievaluasi kembali pada 24 November mendatang.

Klik di sini: Nama Besar Inggris di Pundak Kane dan Sterling

Pelatih Warriors, Steve Kerr, mengatakan timnya mengambil sikap sangat hati-hati dalam penanganan cedera kunci paha Curry. Sebab ini pertama kalinya ia mengalami cedera paha.

“Ia tidak pernah menderita ketegangan kunci paha sebelumnya,” ujar Kerr pada Senin (12/11).

Selepas dari markas Rockets, Warriors akan melanjutkan ke kandang Dallas Mavericks pada Minggu (18/11) WIB dan San Antonio Spurs sehari berselang. Setelah itu Warriors akan menjamu Oklahoma City Thunder sebagai penanda dimulainya empat laga kandang dalam enam hari.

Curry saat ini memimpin daftar pencetak angka di NBA dengan rataan 29.5 poin per penampilan. Ditambah catatan rata-rata 6,1 assist dan 5 rebound dalam 12 penampilannya.

Video: Persiapan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Thailand

(FIR)

Gagal di AFF, Indonesia Bidik AFC Futsal

Sleman: Timnas Indonesia gagal mencapai target melaju ke partai final Piala AFF Futsal yang diselenggarakan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, 5-11 November 2018. Indonesia hanya bisa menempati peringkat ketiga pada ajang tersebut. 

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan capaian itu sebetulnya tak terlalu buruk. Menurut dia, perjuangan tim sudah maksimal. 

“Perjuangan pemain dan tim kepelatihan sudah bekerja maksimal. Dan orang-orang di balik layar kesuksesan mendapat peringkat ketiga. Dari mulai mengajukan agar turnamen bisa dimainkan di Indonesia,” kata Ratu Tisha di GOR UNY, Minggu petang, 11 November 2018. 

Ratu Tisha mengakui, tim tak bisa memenuhi target Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk bisa masuk ke final. Namun, ia menilai penampilan para pemain Indonesia cukup bagus. 

Pada semifinal, Indonesia kalah 2-3 dari Thailand lewat babak perpanjangan waktu. Permainan Indonesia juga bisa berimbang dengan Thailand. Melawan Vietnam pada laga perebutan peringkat ketiga, Indonesia tampil lebih baik dan menang 3-1. 

Bagi Ratu Tisha, penampilan para pemain dalam dua laga terakhir itu jadi awal yang baik bagi timnas futsal. Menurut dia, peringkat ketiga sekaligus menjadi hadiah Timnas agar bisa bangkit untuk turnamen-turnamen yang lain ke depan. 

“Menurut saya ini jadi motivasi anak-anak. Jangan cepat puas diri. 2019 kita ada kualifikasi untuk menuju AFC futsal pada 2020. Konsentrasi harus tetap fokus semuanya. Perjuangan belum berakhir,” tuturnya. 

Timnas Futsal Indonesia masih akan berada di bawah nakhoda pelatih asal Jepang, Kensuke Takahashi. Kensuke didatangkan lantaran adanya kerja sama dengan federasi sepakbola Jepang atau JFA. 

“(Kepemimpinan) coach Kensuke masih sampai tahun depan. Bagaimana kelanjutannya, nanti akan ada di tangan federasi futsal,” tutupnya. 

Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(FIR)

AFF Futsal 2018: Lewat Perpanjangan Waktu, Thailand Tekuk Indonesia

Yogyakarta: Langkah tim nasional Indonesia harus terhenti sampai semifinal Piala AFF Futsal 2018. Berhadapan dengan Thailand, skuat Merah Putih takluk dengan skor 2-3 lewat perpanjangan waktu.

Bermain di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), babak pertama menjadi milik Thailand. Tim Gajah Putih bahkan mampu unggul dua gol saat turun minum.

Gol pertama Thailand lahir setelah Apiwat Chaemcharoen mampu memanfaatkan celah pertahanan Indonesia pada menit keenam. 

Thailand menambah keunggulan dari lewat kesalahan kiper Indonesia, Muhammad Nazil. Mencoba membuang bola, Nazil malah terpeleset sehingga bola dapat direbut pemain Thailand, Apiwat Chaemcharoen, untuk mengubah menjadi gol pada menit ke-12 dan bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Indonesia membuka kans comeback dengan memperkecil ketertinggalan. Andri Kustiawan mencetak gol untuk membuat kedudukan menjadi 1-2.

Permainan semakin memanas hingga menit-menit akhir. Indonesia sempat membuat gol melalui Adriansyah Runtuboy, namun dianulir oleh wasit.

Gol tersebut berasal dari sundulan Runtuboy. Ia merasa sudah menceploskan bola melewati garis gawang, sebelum bisa ditepis kiper Thailand. Namun wasit pun tidak mengesahkan gol tersebut. 

Indonesia kembali membangun serangan hingga memaksa memainkan power-play demi mencari gol penyama kedudukan.

Gol yang dinanti-nanti publik GOR UNY akhirnya datang pada detik-detik akhir babak kedua. Gol tersebut dicetak Subhan Faidasa setelah Indonesia mendapat hadiah penalti titik kedua.

Penalti titik kedua didapat setelah Jetsada Chudech melakukan pelanggaran kepada Bambang Bayu Saptaji. Pelanggaran tersebut adalah keenam kalinya yang dilakukan Thailand. Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada lima menit pertama, kedua tim masih kesulitan menembus gawan lawan. Meski serangan silih berganti diciptakan kedua tim.

Indonesia sempat mendapatkan peluang terbaik melalui Runtuboy. Sayang umpan yang manis dibuat BBS, hanya dimaksimalkan kurang baik oleh Runtuboy setelah bola sundulannya masih membentur tiang gawang. 

Petaka Indonesia datang pada 50 detik tersisa, setelah Chalaemkhet melakukan aksinya di sisi kanan pertahanan tuan rumah. Tanpa kawalan, ia melepaskan bola yang tak mampu ditepis Nazil. Skor 3-2 untuk Thailand bertahan hingga usai.

Dengan kekalahan ini, Indonesia masih punya kesempatan untuk memperebutkan peringkat tiga terbaik yang digelar pada Minggu 11 November mendatang. Pasukan Kensuke Takahashi akan melawan tim yang menelan kekalahan antara Malaysia kontra Vietnam yang baru akan berlangsung pukul 17:00 WIB.

Sembuh dari Kanker, Lee Chong Wei Bidik Olimpiade 2020

(FIR)

Cara Aman Urus Perizinan Gelar Nonton Bareng

Jakarta: Futbal Momentum Asia (FMA) selaku pemilik lisensi resmi media penyiaran sepak bola dan olahraga lainnya di Indonesia memberikan kemudahan buat tempat-tempat komersil yang ingin menggelar acara nonton bareng (nobar). Kini mereka bisa mengurus perizinan via online.

Dulu, tempat-tempat komersil seperti seperti mal, kafe, restoran, dan sebagainya harus menjalani proses yang cukup rumit untuk menggelar nobar. Mereka harus mendaftarkan tempat mereka ke perusahaan yang ditunjuk oleh pemegang lisensi resmi untuk mendapatkan izin menggelar nobar. Dan proses itu tentunya tidak sebentar.

Baca juga: Warga Setempat Lebih Suka Sawahlunto jadi Lokasi Finis Tour de Singkarak

Kini, mereka tidak perlu lagi melakukan hal di atas untuk bisa menggelar nobar secara resmi atau legal. FMA yang bekerja sama dengan PT Pesta Bola Indonesia memberikan kemudahan di mana tempat-tempat komersil tersebut kini hanya butuh melakukan registrasi di website www.pestabola.co.id untuk mengurus perizinan menggelar nobar.

“Venue komersial bisa mendapat keuntungan, di antaranya perlindungan properti intelektual, karena siarannya legal. Jadi mereka tidak perlu khawatir menyalahi aturan dan akan kami bantu mem-blast di sosmed,” kata Pongky Rivawanto, Deputi Presiden Direktur PT. Pestabola Indonesia.

Baca juga: AFF 2018: Fasilitasi Suporter, Kemenpora Komunikasi dengan KBRI Singapura

FMA sendiri memegang lisensi resmi dari berbagai ajang sepak bola bergengsi seperti Liga Champions, Liga Europa, Liga Jepang, DFB Pokal, Piala Super Eropa dan AFF Suzuki Cup 2018 yang akan digelar mulai 8 November mendatang. Selain itu, FMA juga memegang lisensi untuk ajang-ajang bulutangkis di bawah naungan Badminton World Federation (BWF).

“Untuk Liga Champions dan Liga Europa kami sudah jual kembali (hak siar) ke stasiun televisi nasional,” ujar Shanna Murady, Chief Marketing Officer FMA.

Video: Masyarakat Antusias Sambut Piala AFF 2018

(ACF)

Kemenpora Buka Beasiswa untuk Pemuda Berprestasi

Malang: Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi kesempatan kepada para pemuda berprestasi di seluruh Tanah Air untuk melanjutkan studi jenjang S2. Kemenpora membuka program beasiswa di 15 perguruan tinggi.

Program tersebut bernama Beasiswa Pendidikan S2 Pemuda Berprestasi. Beasiswa ini terdiri dari biaya pendidikan dan pungutan akademis wajib. Hanya saja, biaya hidup dan biaya lainnya tidak ditanggung dalam beasiswa ini.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, beasiswa ini terbuka bagi para pemuda yang aktif dalam pergerakan. Salah satunya pemuda yang aktif di Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

“Itu lebih banyak kepada akomodasi terhadap aktivis pergerakan, aktivis, OKP, teman-teman kreatif itu kita berikan jenjang pendidikan kepemimpinan di level program S2,” kata Imam di Malang, Senin 5 November 2018.Ke-15 perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Mulawarman, dan Universitas Padjadjaran.

Kemudian SBOBET,Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mataram, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Sriwijaya dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta.

“Kebetulan di Malang ini baru satu perguruan tinggi (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Saya berharap ke depan lebih banyak lagi. Tapi ini hanya jenjang S2 saja. Empat semester harus selesai, kalau nggak harus ngembaliin,” tegasnya.

Persyaratan umum untuk beasiswa ini adalah lulusan S1 di bidang yang sesuai, lolos ujian masuk di perguruan tinggi mitra, usia maksimal 28 tahun per 1 Juli 2018, pengurus atau anggota organisasi kepemudaan, atau memiliki prestasi di berbagai bidang minimal tingkat kabupaten/kota, atau olahragawan berprestasi, atau pelatih olahraga berprestasi.

Pendaftar juga harus berbadan sehat, berkelakuan baik, bebas narkoba, bukan PNS/ASN dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

Strategi Pelatih Antar Eko Yuli Raih Prestasi di Kejuaraan Dunia

Asghabat: Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, meraih prestasi gemilang pada kejuaraan dunia angkat besi di Turkmenistan, Sabtu 3 November waktu setempat. Selain meraih medali emas, ia juga memecahkan rekor dunia.

Eko berjuang di kelas 61 kilogram putra. Ia membuat total angkatan 317kg, dari sebelumnya dengan entry 313kg dengan rincian 143kg angkatan snatch dan 174kg angkatan clean & jerk.

Total angkatan 317kg milik Eko menjadi yang terbaik untuk meraih medali emas. Sementara medali perak dan perunggu diraih duo lifter Tiongkok, Li Fabin dengan 310kg dan ketiga Quin Fulin dengan 308kg.

Baca: Eko Yuli Raih Emas dan Pecahkan Rekor Angkat Besi

Rekor yang dipecahkan Eko adalah untuk angkatan clean & jerk dengan 174kg. Eko beruntung bisa memecahkan rekor dengan angka tersebut, menyusul kegagalan lifter-lifter sebelumnya yang memegang nilai saingan terberat.

“Awalnya kita ajukan angkatan 177kg untuk clean and jerk untuk mengelabui China. Tapi, ketika China dan Kolombia gagal di angkatan 172kg akhirnya tim pelatih putuskan menjadi 174 kg,” kata Manajer Tim, Sony Kasiran, lewat keterangan resmi PB PABBSI.

Di kancah kejuaraan dunia, Eko memang sering meraih medali-medali, termasuk dua perunggu dan satu perak Olympics. Namun, medali emas di kejuaraan sbobet indonesia dan dunia Turkmenistan ini menjadi yang pertama kali untuk lifter berusia 29 tahun tersebut. (ANT)