http://cozypan.com

Kejahatan Seksual Anak Masih Marak, Kemana Satgas Perlindungan Anak?

loading…

TANGERANG SELATAN – Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto sangat menyayangkan masih maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak, terutama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebab Tangsel merupakan kota pertama di Indonesia yang mendapatkan rekor MURI, karena di seluruh rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) terdapat Satgas Perlindungan Anak.

“Jadi ini menjadi tantangan bagi Pemkot Tangsel untuk menghidupkan kembali Satgas Perlindungan Anak. Fenomena ini menjadi otokrotik bagi Pemkot,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Senin (28/1/2019).

Diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan anak di Kota Tangsel masih marak. Dalam empat bulan terakhir, sedikitnya terdapat tiga kasus pemerkosaan anak.

Baca Juga:

Ironisnya, dari ketiga laporan itu pelakunya merupakan ayah tiri korban. Mereka adalah Asep Wahyu, Erwanto alias Yanto, dan Herman Toni. Ketiganya saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Tangsel. (Baca juga: Kasus Pemerkosaan Anak di Tangsel Marak Dilakukan Ayah Tiri)

Menurut Kak Seto, pengawasan terhadap anak yang baik harus dilakukan oleh lingkungan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam bertetangga. Hal ini akan meminimalisir kasus kejahatan seksual anak.

“Jadi warga juga harus tahu keadaan para tetangganya. Jika ada anak tetangganya yang mulai terlihat aneh, harus ditegur, dan jangan dibiarkan saja. Jika terjadi hal buruk, langsung lapor ke satgas,” pungkasnya. (Baca juga: Diajak Bermain PS, Sejumlah Anak Jadi Korban Pedofilia)

Berkaca pada tiga kasus yang diungkap di Tangsel, dari pemeriksaan psikologis terhadap para pelaku pemerkosaan, tidak ada yang mengalami gangguan mental. “Normal semua. Modusnya rata-rata karena ketertarikan seksual,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan.

Hal ini tentu perlu mendapat kewaspadaan. Sebab secara kasat mata mungkin pelaku pemerkosaan anak tidak mencurigakan. Apalagi korbannya ternyata anak tiri dari pelaku yang hidup satu rumah.

(thm)

Kasus Pemerkosaan Anak di Tangsel Marak Dilakukan Ayah Tiri

loading…

Para pelaku pemerkosaan anak diperlihatkan ke media di Mapolres Tangsel, Senin (28/1/2019). Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Kasus pemerkosaan anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih marak. Dalam empat bulan terakhir, sedikitnya terdapat tiga kasus pemerkosaan anak.

Ironisnya, dari ketiga laporan itu pelakunya merupakan ayah tiri korban. Mereka adalah Asep Wahyu, Erwanto alias Yanto, dan Herman Toni. Ketiganya saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Tangsel.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, dari pemeriksaan psikologis terhadap para pelaku pemerkosaan, ketiganya tidak ada yang mengalami gangguan mental.

Baca Juga:

“Normal semua. Modusnya rata-rata karena ketertarikan seksual,” ujar Ferdy di Mapolres Tangsel, Senin (28/1/2019). (Baca juga: Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)

Kelainan seksual pelaku terhadap para anak di bawah umur ini sangat merusak psikologis korban. Apalagi pemerkosaan terhadap korban dilakukan secara berulang-ulang.

“Secara umum, perbuatan itu dilakukan di rumah mereka sendiri, ketika ibu kandung korban sedang tidak berada di tempat. Terhadap ketiga korban, dilakukan penetrasi secara seksual oleh pelaku,” tandasnya.

Dalam menjalankan aksi kejahatan seksual anak ini, Asep yang merupakan warga pendatang di Kecamatan Setu, mengancam putri tirinya yang masih berusia 6 tahun jika berani mengadu.

Aksi pelaku dipergoki istrinya pada akhir tahun 2018 lalu di rumahnya. Istri korban yang tidak terima dengan perbuatan tersangka, akhirnya melapor ke polisi pada 9 Januari 2019. Selanjutnya pelaku dijemput paksa polisi. (Baca juga: Diajak Bermain PS, Sejumlah Anak Jadi Korban Pedofilia)

Begitupun dengan Erwanto. Kuli bangunan yang tinggal mengontrak di Serpong, Tangerang Selatan, ini, memperkosa putrinya yang masih 12 tahun. Sambil mengancam akan menelantarkan ibunya, jika dia melawan dan mengadu.

Aksi pelaku ini baru terungkap Agustus 2018. Setelah sang ibu memeriksa anaknya yang mulai mengalami perubahan sikap, menjadi suka berdiam diri dan takut. Sang ibu lalu melapor ke polisi pada 7 September 2018.

Hal yang sama dilakukan pelaku Herman terhadap putri tirinya yang masih berusia 14 tahun. Pendatang yang mengontrak di Pondok Aren ini memperkosa putrinya itu saat sang istri tengah pergi kuli di luar.

Aksi pelaku terungkap oleh ayah kandung korban pada September 2018. Selanjutnya, pelaku dilaporkan ke polisi dan langsung dilakukan penjemputan paksa.

“Tehadap para korban, saat ini kami telah melakukan visum et repertum. Kami juga bersama dengan petugas P2TP2A terus melakukan pendampingan secara psikologis terhadap korban,” pungkas Kapolres.

(thm)

Aplikasi Perizinan JakEVO Kaya Fitur-fitur Kekinian

loading…

JAKARTA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta menyatakan layanan JakEVO telah berhasil membuktikan kemudahan perizinan yang dahulu kompleks menjadi sangat mudah dan sederhana. Meskipun layanan aplikasi online ini belum genap setahun beroprerasi.

Kepala Pusat Sistem Teknologi Informasi dan Kearsipan (PSTIK) DPMPTSP DKI Jakarta, Erwin mengatakan, meski belum genap setahun, layanan JakEVO telah berhasil membuktikan kemudahan perizinan yang dahulu kompleks menjadi sangat mudah dan sederhana. Terlebih pihaknya telah mengakomodir berbagai masukan pemohon terhadap aplikasi JakEVO sehingga benar-benar dapat memberikan kemudahan bagi pengurusan perizinan dan non-perizinan di Jakarta.

“JakEVO dilengkapi fitur big data analytic sehingga aplikasi ini dapat mempelajari pola pemohon dan mengolahnya menjadi sebuah rekomendasi untuk pengembangan agar dapat lebih memudahkan pemohon sesuai perkembangan zaman. Untuk itu JakEVO, terus mengalami perbaikan untuk memudahkan warga Jakarta,” kata Erwin lewat keterangan persnya, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Aplikasi JakEVO dapat diunduh melalui perangkat mobile dan/atau dapat mengunjungi website jakevo.jakarta.go.id dan DPMPTSP DKI Jakarta giat melakukan edukasi secara aktif kepada pemohon/warga Jakarta dengan melakukan pendampingan/ supervisi cara pengurusan perizinan melalui JakEVO di berbagai service point dan berbagai kegiatan sosialisasi di ruang publik seperti PTSP Goes to Mall ataupun Mobil AJIB.

Aplikasi JakEVO telah mengakomodir kekhususan DKI Jakarta dilengkapi peta digital yang sesuai dengan ketataruangan DKI Jakarta sebagaimana yang terdapat dalam Peraturan Daerah Nomor 1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ), dimana setiap pemohon mendapatkan kepastian hukum terhadap perizinan aktivitas yang dilakukannya.

“Melalui fitur tagging lokasi JakEVO pemohon benar-benar mendapatkan kepastian terhadap permohonan perizinannya, apakah diperbolehkan, dilarang atau bersyarat sesuai Perda RDTR dan PZ. Hal ini yang membuat JakEVO benar-benar diterima oleh masyarakat,” ujar Erwin.

Dia menambahkan, kedudukan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, menyebabkan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta sebagai ruang Ibu Kota negara dan kawasan perkotaan, maka pembangunan di Jakarta perlu diarahkan pada pemanfaatan ruang secara bijaksana, berdaya guna, berhasil guna, serasi, selaras, seimbang dan berkelanjutan sesuai kaidah-kaidah penataan ruang, sehingga kualitas ruang terjaga keberlanjutannya untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Hal inilah yang mendasari seluruh kegiatan atau aktivitas di Jakarta harus disesuaikan dengan Perda RDTR dan PZ. Sebagaimana diketahui, berbagai masalah perizinan kerap muncul terkait penerapan Perda RDTR dan PZ dimana warga Jakarta banyak yang bertanya apakah lokasi usahanya sesuai Perda RDTR dan PZ atau tidak. Terlebih saat mereka membeli lahan, pemiliknya tidak memiliki informasi mengenai hal tersebut sehingga banyak pengusaha yang kecewa ketika lahannya tidak dapat dijadikan kegiatan usaha sesuai ketentuan Perda RDTR dan PZ.

Melalui fitur tagging lokasi peta digital JakEVO, menurut Erwin, DPMPTSP DKI Jakarta telah memberikan kepastian hukum kepada warga Jakarta karena peta yang terdapat dalam JakEVO dapat terlihat dengan jelas wilayah tersebut termasuk zonasi yang diizinkan atau tidak terhadap perizinan yang dimohonkan oleh warga Ibukota.

“Terlebih deviasi peta tagging lokasi pada JakEVO selalu kami koordinasikan dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, sesuai kebijakan Gubernur melalui ‘Peta Jakarta Satu’, yaitu One Map, One Data and One Policy,” jelasnya.

Adapun sertifikat izin yang diterbitkan melalui JakEVO menggunakan teknologi tanda tangan elektronik dimana warga Jakarta tidak perlu lagi mendatangi service point atau Unit Pelaksana (UP) PTSP untuk meminta tanda tangan basah pejabat yang berwenang sebagai legalitas dokumen. Tanda tangan dan identitas pejabat berwenang penerbit perizinan dituliskan dengan jelas dalam sertifikat izin JakEVO, DPMPTSP DKI Jakarta telah bekerja sama dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN).

“Sertifikat izin yang diterbitkan oleh JakEVO telah memenuhi standar keamanan dan legalitas yang jelas bekerja sama dengan BSSN, sehingga warga Jakarta tidak perlu khawatir dengan keaslian sertifikat izin tersebut. Terlebih pejabat yang mengeluarkannya pun tertulis dengan jelas sehingga pemohon dapat mengetahui dengan pasti siapa yang mengeluarkan izin tersebut,” paparnya.

Erwin menambahkan standar keamanan dan kejelasan sertifikat izin ini dirasa sangat penting, terlebih maraknya kasus pemalsuan izin/non-izin yang kerap dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Di samping itu, kewenangan penandatanganan izin dan non-izin di DKI Jakarta telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 47/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sehingga setiap izin/non izin yang diterbitkan oleh JakEVO dilakukan oleh Pejabat yang berwenang dan dapat dipertanggung jawabkan pada publik.

(whb)

Relawan Jokowi Terus Gerebek Sejumlah Pasar di Jakarta

loading…

Relawan Jokowi terus melakukan kegiatan gerebek ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. Aksi yang dilakukan pada sejumlah pasar ini sebagai langkah mengembalikan semangat masyarakat dalam mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Foto Ist

JAKARTA – Relawan Jokowi terus melakukan kegiatan gerebek ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. Aksi yang dilakukan pada sejumlah pasar ini sebagai langkah mengembalikan semangat masyarakat dalam mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 bersama pasangannya Ma’ruf Amin. Sebelumnya aksi ini dilakukan di sepanjang Mall Cinere Depok, Pasar Pagi Mutiara Gading Bekasi dan Pasar Sore Stadion Pakansari Kabupaten Bogor.

Sementara pada Minggu 27 Januari kemarin aksi ini dilaksanakan oleh tujuh kelompok Relawan Jokowi yaitu Posraya Indonesia, Timbul Sehati Indonesia, Laskar Cahaya Timur Indonesia, Gerakan Rakyat Nusantara, Sepeda, Paguyuban Tunggal Rasa Garamiro dan Relawan Kerja Cerdas Ikhlas di sejumlah pasar di Jakarta.

Diantaranya Pasar Minangkabau Jakarta Selatan, Pasar Thomas Cideng Jakarta Pusat, Pasar Jaya Enjo Jakarta Timur, Pasar Angke Jakarta Barat dan Pasar Lontar Jakarta Utara.

Baca Juga:

Ketua Umum Posko Relawan Rakyat Indonesia (Posraya Indonesia) Jefry Gunawan mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai duplikasi kegiatan Presiden Jokowi yang selalu blusukan ke pasar-pasar.

“Kita akan sentuh seluruh lapisan masyarakat untuk kemenangan Jokowi Ma’ruf, hari ini kita gerebek pasar di Jakarta, kita kuatkan keyakinan masyarakat, kalau mereka bersama Pemimpin yang pro Rakyat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (28/1/2019).

Bang Bim Koordinator gerebek pasar yang juga Ketua Umum Relawan Jokowi Senyum Penuh Damai (Sepeda) melakukan aksi ini mengajak seluruh Relawan Jokowi Ma’ruf Amin untuk terus bergerak sampai kemenangan pasangan 01 direbut di hari pencoblosan.

“Gak disangka aksi ini benar-benar disambut baik oleh pedagang dan pengunjung pasar,” ujar Bang Bim. Kami gak akan berhenti sampai disini, kami akan terus melakukan hal yang sama, bahkan lebih gencar lagi,” tandasnya.

(sms)

Dinkes Catat Jumlah Pasien DBD di Depok Capai 314 Orang

loading…

DEPOK – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Depok hingga kini mencapai 314 pasien. Jumlah tersebut tersebar di 54 kelurahan di Depok.

Data penderita DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok hampir setiap harinya terus mengalami peningkatan. Pada Sabtu 27 Januari 2019, angkanya mencapai 173 kasus, sedangkan pada Senin, 28 Januari 2019 telah mencapai 177 orang.

Adapun jumlah mereka yang dirawat yakni, 32 pasien. Sembilan pasien di antaranya anak-anak dan 23 pasien lainnya adalah dewasa. Jumlahnya diperkirakan bertambah jika dilihat dari kondisi cuaca saat ini.

Baca Juga:

“Dari 63 kelurahan di Kota Depok, 54 di antaranya terdapat pasien atau penderita DBD. Total keseluruhan sampai dengan data 25 Januari 2019, mencapai 314 pasien,” kata Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita, Senin (28/1/2019).

Jumlah 314 kasus tersebut kata dia sudah termasuk yang didapat dari RSUD Depok. Namun data terakhir pada Senin (28/1/2019) belum diperbarui. “Ini sudah termasuk data yang dari RSUD. Kalau yang hari ini datanya belum masuk,” ungkapnya.

Dari 63 kelurahan di Depok, beberapa di antaranya menjadi wilayah paling banyak jumlah kasus DBD. Yaitu Harjamukti, Beji, Cipayung, Mekarjaya dan Cimanggis.

Menurutnya, sampai saat ini penyebarannya nyaris merata. “Ini belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena belum semua kelurahan. Masih ada sembilan kelurahan yang belum ada laporannya,” ujarnya.

Saat ini kasus DBD masuk dalam status siaga. Oleh karenanya seluruh warga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan. Selain itu memberantas sarang nyamuk juga sangat dianjurkan.

“Kami sarankan melakukan PSN, jangan fooging. Kalau fooging itu kurang efektif karena bisa jadi tidak merata. Kemudian, efek dari asap yang dikeluarkan juga kurang baik untuk kesehatan,” ujarnya.

Nova mengungkapkan, wilayah yang paling rawan ditemukan tempat berkumpulnya sarang nyamuk aedes agypti ini bukan hanya di saluran air atau got. “Yang paling rentan itu justru di dalam rumah, misalnya di dispenser coba periksa. Karena dari beberapa kasus, yang kita temukan justru di dalam rumah,” ujarnya

Selain gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi PSN, Dinkes juga berjanji akan mengoptimalkan pengawasan untuk mencegah terjadinya DBD di sejumlah wilayah. “Kalau dilihat dari angkanya, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. Karena itu mari kita jaga kebersihan,” ucapnya.

(whb)

Duel dengan Korban, Pencuri Rumah Kosong di Cikarang Diciduk

loading…

BEKASI – Heri Romadoni (31) pelaku pencurian rumah kosong ditangkap warga saat beraksi di Kampung Kandang Roda, Desa Ciantra, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum diciduk warga, Heri sempat berduel dengan korbannya yakni, Estri Yulianto (19).

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro mengatakan, tersangka yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol T 2840 PD mencari secara acak rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Saat itu Heri beraksi di kontrakan Estri.

Kemudian tersangka mencongkel pintu rumah kontrakan menggunakan obeng.
Di dalam rumah, pelaku mengambil ponsel pintar merek Xiaomi seharga R 2,5 juta dan uang tunai Rp 200 ribu milik korban.

Baca Juga:

Saat hendak melarikan diri, pelaku sempat berpapasan dengan Estri yang baru saja pulang bekerja.”Estri yang curiga berupaya menangkap pelaku. Duel sempat terjadi antara korban dengan pelaku,” kata Kuncuro pada Senin (28/1/2019).

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Iptu Jefri menambahkan, pelaku yang tak ingin tertangkap berupaya melarikan diri setelah pukulannya ditepis korban. Estri pun berteriak minta pertolongan hingga dengar warga bernama Asep (40) dan Torik (36).

Dibantu keduanya, Estri pun berhasil menangkap pelaku dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Cikarang Selatan.”Pelaku ini sudha beraksi di sejumlah tempat di ikarang Barat, Cikarang Utara dan Karawang,” ujar Jefri.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku yang tercatat sebagai warga Dusun Pojok Balen RT 03/02, Desa Laban Jaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang ini mendekam di tahanan Polsek Cikarang Selatan.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

(whb)

Empat Titik di Bekasi Dinyatakan Tercemar Polusi Udara

loading…

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di salah satu gerbang masuk Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Dok

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memetakan empat titik di wilayahnya yang mengalami pencemaran udara cukup tinggi. Sehingga, kualitas udara di wilayah tersebut kurang bagus dan dinyatakan tingkat polusinya sangat tinggi.

Empat titik di antaranya yang mengalami pencemaran debu, seperti di persimpangan Jalan Chairil Anwar dengan Jalan Joyomartono; Jalan Raya Narogong KM 12 atau depan Pasar Bantar Gebang; Jalan Kaliabang di persimpangan Kaliabang Bungur; dan Pasar Sumber Arta tepatnya di simpang Jalan Raya Kalimalang dengan Jalan Kincan.

“Salah satunya yang paling parah berada di lokasi proyek strategi nasional yakni tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu),” ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Masriwati, Senin (28/1/2018).

Baca Juga:

Menurut Masriawati, tingkat pencemaran Tol Becakayu itu berada di Pasar Sumber Arta. Sebetulnya, lanjut dia, ada sebanyak 25 titik uji kualitas sampel partikel debu atau total suspended particulate (TSP) yang dilakukan petugas di Kota Bekasi.

Namun hanya empat yang dinyatakan mengalami polusi debu yang cukup tinggi.”Penyebab Sumber Artha paling parah, karena ada proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Masriwati menjelaskan, pencemaran ini dibuktikan oleh hasil uji kualitas TSP melalui alat yang dipasang petugas di lokasi dengan ambang baku mutu sebesar 230 particulate matter (Pm)/Normal meter kubik (Nm3), nilai di empat titik itu cenderung lebih besar. Dari pengecekan yang dilakukan pada periode April 2018 lalu selama 21 hari.

Untuk Jalan Kaliabang kandungan partikulat tertinggi mencapai 325 Pm/Nm3. Angka ini disusul pencemaran udara di Pasar Sumber Arta yang menembus 301 Pm/Nm3, selanjutnya pencemaran di Jalan Raya Narogong mencapai 285 Pm/Nm3 dan terakhir persimpangan Jalan Chairil Anwar dengan Joyo Martono sebesar 241 Pm/Nm3.

Selain karena adanya PSN, pencemaran debu juga dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan yang melintasi ruas jalan itu. Hal ini juga disebabkan oleh rendahnya curah hujan atau terjadinya musim kemarau, sehingga debu lebih mudah berterbangan ketika alat TSP bekerja. Meski nilainya tinggi, namun pada pengecekan kedua pada periode Juni 2018 menurun.

Di Jalan Kaliabang turun menjadi 197 Pm/Nm3, titik Pasar Sumber Arta menjadi 219 Pm/Nm3, di Jalan Raya Narogong menjadi 200 Pm/Nm3 dan persimpangan Jalan Chairil Anwar dengan Joyo Martono menjadi 217 Pm/Nm3. “Faktor cuaca juga berpengaruh terhadap pencemaran udara, bila kemarau tentu polusi udara tinggi sedangkan hujan cenderung rendah,” paparnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan, pihaknya melakukan pengukuran dengan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Dari alat ini, indeks pencemaran di empat titik itu berada di tingkat sidang dengan kisaran interval 50-100.

“Di empat titik yang kategori sedang itu angkanya sekitar 51 sampai 56, jadi debunya belum jauh,” katanya. Menurutnya, ada lima kategori dengan masing-masing interval tentang ISPU. Interval pertama 1-50 berkategori baik, kedua 50-100 berkategori sedang, ketiga 101-199 berkategori tidak sehat, keempat 200-299 dinyatakan sangat tidak sehat dan kelima di atas 300 dianggap berbahaya. Indikator ini mengacu pada Keputusan Menteri LH Nomor 45/1997 tentang ISPU.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai antisipasi untuk menekan pencemaran lingkungan. Salah satunya adalah menanam pohon. Tercatat ada sekitar 600 bibit pohon sukun yang ditanam dengan memanfaatkan lahan kosong seperti sepanjang Kali Baru Pangeran Jayakarta, Polder Aren Jaya dan sebagainya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan tentang rekayasa lalu lintas di titik-titik kemacetan. Sebab di titik kemacetan itulah polusi udara cenderung tinggi karena berasal dari emisi gas buang kendaraan dan debu yang bertebaran dari tanah.”Untuk mengurangi kemacetan di titik itu kendaraan tidak berfokus yang berdampak pada polusi udara,” ucapnya.

(whb)

Aplikasi JakEvo Berikan Kemudahan dan Kepastian Perizinan di Jakarta

loading…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Command Center ke Mal Pelayanan Publik DKI.Foto/Istimewa

JAKARTA – DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dijadikan sebagai sampel utama atau berkontribusi sebesar 78 persen dalam pengukuran indeks Ease of Doing Business (EODB) Indonesia tahun 2019 yang disampaikan oleh World Bank. Jakarta dinilai merupakan wilayah dengan tingkat kemudahan berusaha tertinggi di Indonesia, dengan telah melakukan berbagai reformasi melalui inovasi layanan perizinan yang semakin memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi menjelaskan, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian besar agar dapat meningkatkan peringkat EODB of The World. Sampai dengan saat ini, berdasarkan laporan peringkat EODB Indonesia tahun 2019 yang disampaikan oleh World Bank, dilaporkan bahwa Indonesiamenududuki peringkat ke-73 dari 190 negara.

Namun, peringkat ini masih belum memenuhi target, Indonesia ditargetkan berada pada peringkat 40 besar dunia. Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dijadikan sebagai sampel utama atau berkontribusi sebesar 78 persen dalam pengukuran indeks EODB Indonesia.

Baca Juga:

“Pencapaian peningkatan peringkat EODB di tahun mendatang menjadi fokus kami dalam dua indikator yaitu starting a business dan dealing with construction permit,” kata Edy dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (28/1/2019).

Edy mengatakan, DPMPTSP DKI terus berusaha untuk mendorong peringkat EODB Indonesia ke posisi peringkat 40 besar dunia. Peringkat tersebut dapat diraih jika pelaku usaha di Jakarta sudah benar-benar merasakan kemudahan mengurus sendiri perizinan atau non perizinannya dengan mudah, salah satunya melalui aplikasi perizinan dengan pelayanan online, Jakarta Evolution (JakEVO).

“Melalui DPMPTSP, Pemprov DKI telah menghadirkan inovasi aplikasi JakEVO, untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha, sehingga membuktikan bahwa urus izin sendiri itu mudah,” ujar Edy.

Menurut Edy, JakEVO memberikan solusi perizinan bagi warga Jakarta merupakan visi dari DPMPTSP DKI. Berangkat dari visi tersebut Pemprov DKI Jakarta menghadirkan sebuah sistem aplikasi perizinan dengan teknologi terkini melalui platform elektronik yang diberi nama “Jakarta Evolution” yang selanjutnya disingkat menjadi “JakEVO”, sebuah aplikasi berbasis website dan mobile untuk pengajuan perizinan dan non-perizinan yang diluncurkan sejak Mei 2018.

“Esensi utama pelayanan publik adalah menjawab harapan dan keinginan masyarakat. Maka kami terusmengembangkan aplikasi JakEVO dan warga Jakarta saat ini sudah dapat menikmati kemudahan cepatnyamengurus perizinan dan non perizinan tanpa harus repot bolak balik datang ke service point UP PTSP,”ungkap Edy.

Edy menjelaskan, JakEVO merupakan sebuah program aplikasi pelayanan terpadu satu pintu yang mampu memberikan berbagai macam platform elektronik yang memudahkan pemohon sehingga diharapkan dapat mencegah praktik calo dalam pengurusan izin/non izin. Dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang userfriendly, Edy meyakinkan para pengguna aplikasi ini tidak akan merasa kesulitan.

Proses pengajuan izin punmenjadi lebih singkat hanya dengan tiga langkah yaitu upload Dokumen, tagging lokasi dan disclaimer, kemudian pemohon sudah dapat menerbitkan sertifikat izin yang dimohonnya sendiri. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pemohon untuk mengunggah lebih dari satu berkas dalam waktu bersamaan.

Berkas disimpan dalam folder “Berkas Saya”, sehingga pemohon tidak perlu mengunggah ulang untuk izin yang selanjutnya ingin diajukan. “Namun demikian pemohon diharapkan untuk melengkapi berkas sesuai dengan ketentuan agar pengajuanizin dapat segera diproses. Apabila pemohon tidak mengunggah berkas persyaratan sesuai ketentuan,pemohon akan diberikan peringatan oleh petugas melalui fitur komentar,” paparnya.

Selanjutnya, jika perizinan telah selesai diproses, pemohon akan mendapatkan notifikasi via email dan mengunduh sertifikat izin secara online tanpa harus meminta tanda tangan basah atau tidak perlu mendatangi service point karena telah dilakukan teknologi digital signature oleh pejabat yang berwenang.

“Aplikasi JakEVO menjadi solusi dalam kemudahan berbisnis bagi pengusaha pemula yang ingin memulai usahanya di Jakarta. Kami menyadari betul bahwa perkembangan ekonomi di Indonesia kian pesat dan semakin banyak usaha baru bermunculan. Kemajuan ini harus didukung dengan pelayanan perizinan dannon perizinan yang lebih baik sehingga para pelaku usaha dapat menyadari bahwa urus izin sendiri itu mudah,” ucap Edy.

(whb)

Belum Bayar SPP, Bocah 10 Tahun Dihukum Push-up 100 Kali

loading…

DEPOK – Seorang siswa salah satu sekolah dasar di Bojonggede, Kabupaten, Bogor berinisial GNS dihukum pihak sekolah gara-gara belum membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). GNS yang duduk di kelas IV harus rela push up sebanyak 100 kali sebagai bentuk hukuman dari pihak sekolah.

GNS (kini merasa takut jika harus sekolah dan meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah karena merasa takut kepada kepala sekolah. GNS mengalami peristiwa itu pada pekan lalu.

Saat itu GNS diminta menghadap kepala sekolah. GNS pun masuk ke ruang kepala sekolah. Disana dia dihukum push up 100 kali karena belum bayaran. “Saya disuruh push up 100 kali sama kepala sekolah karena belum dapat kartu ujian, belum bayaran,” kata GNS di rumahnya di Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Akibat kejadian itu, GNS pun mengaku sangat takut. Karena ini sudah kedua kalinya dia mengalami hal tersebut. Sebelumnya, dia juga pernah disuruh push up namun jumlahnya tidak banyak. “Yang sekarang sampai sakit perut habis push up 100 kali,” ceritanya.

Dia pun meminta pada keluarga untuk pindah sekolah. Dia tidak mau masuk ke sekolah lagi karena takut. “Saya takut, takut disuruh push up lagi,” akunya.

Karena tidak tega akhirnya keluarga berencana memindahkan ke sekolah lain. Karena GNS merasa sangat takut dan trauma. “Ya kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga enggak ada lagi yang kaya adik saya. Kasihan sudah 10 hari enggak mau sekolah. Ketemu orang aja takut, trauma,” ucap sang kakak yang enggan disebutkan namanya.

(whb)

Mayat Bayi 3 Bulan Ditemukan Penuh Luka di Pancoran Mas

loading…

DEPOK – Warga Perumahan Vila Santika, Kelurahan Pancoran Mas Depok dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di dalam salah satu rumah. Bayi yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tersebut diperkirakan berusia tiga bulan.
Penemuan bayi ini dilaporkan pada Senin (28/1/2019) pukul 14.00 WIB. Informasi yang didapat, warga melihat seorang perempuan sedang mengendong bayi. Diduga bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Lalu jasad bayi itu diletakkan di salah satu rumah Perum Villa Santika RT.07/01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor mengatakan informasi bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Kami langsung cek TKP. Saat ditemukan jenazah balita sudah ditaruh di atas kasur dalam rumah, anggota kita sudah ke lokasi,” kata Roni pada Senin (28/1/2019).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Roni, petugas menemukan adanya sejumlah luka di tubuh bayi nahas tersebut, Sejumlah saksi pun diperiksa atas penemuan jasad bayi tersebut.

Baca Juga:

“Identitas diduga pelaku telah kita ketahui. Tim dilapangan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ucapnya.

(whb)

Catut Nama HT dan Yenny Wahid, Penipu Ulung Digelandang Polisi

loading…

JAKARTA – Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan berinisial ISP yang mengaku berasal dari yayasan milik Yenny Wahid dan Hary Tanoesoedibjo. Dalam aksinya pelaku telah meraup uang kejahatan sebesar Rp10 juta dari para korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, ISP menjalankan aksinya dengan menyebar informasi melalui media sosial bisa membantu peminjaman uang untuk usaha kecil sebesar Rp15 juta dari kedua yayasan dimaksud.”Bahkan, dalam informasinya pelaku juga menyebut pinjaman tidak perlu dikembalikan apabila Joko Widodo kembali memenangi Pilpres 2019,” kata Argo Yuwono pada Senin (28/1/2019).

Dilanjutkan Argo, para korban yang tertarik kemudian menghubungi pelaku untuk disurvei tempat usaha. Begitu tiba di tempat usaha korban, pelaku kemudian memfoto usaha para korbannya dengan dalih memenuhi persyaratan mendapatkan pinjaman.

Baca Juga:

“Setelah selesai, pelaku meminta uang administrasi sebesar Rp650.000 kepada korban dengan dalih biaya administrasi dan menjanjikan pinjaman cair akhir Desember 2018,” ujarnya.

Namun, hingga lewat waktu yang dijanjikan ternyata pinjaman yang ditunggu tak kunjung didapat. Mencium ada sesuatu yang tak beres, korban akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Dari laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku di rumahnya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat, 25 Januari 2019 malam lalu.

Dari tangan pelaku petugas juga menyita barang bukti kuitansi, kartu ATM, KTP, dan KK sebagai barang bukti. “Dari hasil penyelidikan diketahui sudah ada 14 orang yang jadi korban penipuan pelaku. Uang hasil menipu para korban sebanyak Rp10 juta sudah habis untuk keperluan hidup pelaku,” ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

(whb)

Ahmad Dhani Divonis Bersalah, Raut Wajah Mulan Jameela Terlihat Sedih

loading…

Mulan Jameela istri Ahmad Dhani saat menghadiri sidang putusan kasus ujaran kebencian yang menjerat sang suami di PN Jakarta Selatan.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Hakim PN Jakarta Selatan telah memutuskan vonis penjara 1 tahun 6 bulan pada musisi Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian. Putusan hakim ini membuat sang istri Mulan Jameela dan anaknya, Dul Jaelani pun tampak sedih.

Keduanya memang tak berbicara pada awak media pasca-Dhani divonis di PN Jakarta Selatan. Namun, dua orang keluarga Dhani itu tampak memasang wajah yang sedih. Mulan dan Dul tampak sedih wajahnya, tapi mereka tampak tabah, khususnya Mulan yang mana matanya seolah menahan air mata.

Berbeda dengan keduanya, wajah Ahmad Dhani sendiri tampak memerah seolah tak puas pada vonis hakim. Maka itu, Dhani pun berencana mengajukan banding atas vonis tersebut.(Baca: Tak Merasa Lakukan Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani akan Ajukan Banding)

Baca Juga:

“Ini kan baru putusan tingkat pertama, masih ada tiga tingkat lagi, kalau ditanya saya puas atau tidak, tentu kalau kita banding ya berarti kita tidak puas dong,” kata Ahmad Dhani di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

(whb)

Tak Merasa Lakukan Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani akan Ajukan Banding

loading…

Musisi Ahmad Dhani usia menjalani sidang kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019).Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Terpidana kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani mengaku akan menjalankan mekanisme hukum yang berlaku. Dalam hal ini, dia bakal mengajukan upaya hukum lainnya atas putusan majelis hakim PN Jaksel.

“Semua proses hukum ada mekanismenya dan kita akan menjalankan semua mekanismenya. Kalau kita tidak puas sama putusannya yang pertama, ya kita lakukan upaya hukum lainnya,” ujar Ahmad Dhani pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Meski divonis hukuman penjara, Dhani mengaku tak pernah melakukan ujaran kebencian, khususnya pada etnis tertentu. Bahkan, partner bisnisnya pun banyak dari etnis tertenu dan berbeda agama dengannya.(Baca: Usai Divonis Penjara, Ahmad Dhani Ditahan di Rutan Cipinang)

Baca Juga:

“Kalau saya dianggap melakukan ujaran kebencian kepada suku dan ras, ya salah. Karena saya tak punya record-nya, gitu saja. Saya akan melakukan upaya-upaya hukum terhadap mekanisme yang ada,” tutur Ahmad Dhani.

Saat ini, dia bakal ke Kejari Jaksel dahulu untuk melakukan proses hukum yang dibutuhkan. Sedang ke depan, dia pun bakal mengajukan banding. Banding itu dilakukan lantaran tak puas dengan vonis hakim PN Jaksel.

“Ini kan baru putusan tingkat pertama, masih ada tiga tingkat lagi, kalau ditanya saya puas atau tidak, tentu kalau kita banding ya berarti kita tidak puas dong,” ucapnya.

(whb)

Pengacara Sebut Vonis Ahmad Dhani Putusan Balas Dendam

loading…

Ahmad Dhani didampingi kuasa hukumnya usai menjalani sidang putusan di PN Jakarta Selatan.Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko menilai pasal yang dikenakan pada kliennya itu bisa dianggap sebagai pasal karet. Sebab, hakim tak menjelaskan secara rinci dan jelas unsur penyebaran kebencian mengandung SARA yang dimasud.

Hendarsam menuturkan, uraian itu merupakan nyawa dalam pasal dimaksud, dengan begitu bisa dilihat bagaimana seseorang bisa dikatakan melakukan ujaran kebencian ataukah tidak. Faktanya, di persidangan hakim tak menjelaskan sama sekali, hanya menganggap apa yang dikatakan Ahmad Dhani dalam akun Twitter-nya merupakan ujaran kebencian.

“Kami kecewa, tak ada dasar atau pertimbangan hukum secara akademis untuk melihat dan menguraikan secara detail yang mana dianggap sebagai perbuatan ujaran kebencian atau tidak dan ujaran kebencian itu kepada siapa,” tutur Hendarsam pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Dalam sidang kliennya, lanjut Hendarsam, seolah hakim bersikap sewenang-wenang dan hanya berasumsi saja kalau kliennya melakukan ujaran kebencian karena hakim tak menguraikannya. Dari segi saksi, seolah hakim tak memandang dua saksi yang diajukannya, yang mana dua saksi itulah yang membuat ocehan di-twitt. Di persidangan pun hakim tak menjelaskannya secara rinci pula terkait hal itu.

Dari fakta di persidangan pun, bebernya, Dhani sama sekali tak mengetahui persoalan twitt yang dianggap berisi ujaran kebencian itu dari dua saksi tersebut. Maka itu, pihaknya pun menganggap vonis hakim tak adil, khususnya bagi kliennya.

Ke depan, pihaknya pun bakal mengajukan banding atas putusan hakim tersebut. “Jadi AH menganggap ini jelas sekali tendensinya putusan yang balas dendam. Jadi dianggap ada dua korban di situ, korbannya dari pihak sana itu Pak Ahok dan pihak sini itu Ahmad Dhani. Ini bukan win-win solution terhadap penegakan hukum di negara kita,” ucapnya.

(whb)

Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan Penjara

loading…

Ahmad Dhani berada di mobil tahanan usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dalam sidang kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan. Dalam putusan sidangnya Ketua Majelis Hakim Ratmoho agar terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani ditahan.

Sidang pembacaan vonis itu digelar pada Senin (28/1/2019) siang, pukul 15.25 WIB hingga pukul 16.00 WIB dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ratmoho. Dalam sidang tersebut sang istri tercinta Mulan Jameela dan anaknya, Dul Jaelani terlihat berada di ruang sidang.

Ketua Majelis Hakim, Ratmoho memutuskan Ahmad Dhani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh, melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA. “Maka, menjatuhkan pidana pada terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan,” kata Ratmoho membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Dari persidangan itu pun, Ratmoho memerintahkan agar terdakwa ditahan. Selain itu, hakim juga memerintahkan membebankan biaya perkara pada terdakwa sebesar Rp5.000.(Baca: Apapun Vonis Hakim, Ahmad Dhani: Itu adalah Kemenangan Saya)

“Memerintahkan agar terdakwa ditahan. Menetapkan barang bukti dirampas dan dimusnahkan dengan cara dinonaktifkan. Demikian diputuskan,” ucapnya.

(whb)

Kembali Mendarat di Bandara Soetta, Maskapai Garuda: Ada Korsleting AC

loading…

Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membenarkan pesawat kembali ke Bandara Soetta karena ada korsleting dibagian AC. Foto: dok/Okezone

TANGERANG – Maskapai Garuda Indonesia (GA) 866 tujuan Bangkok, mendadak mendarat ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Pesawat tersebut, mendarat setelah sempat mengudara selama 45 menit. Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membenarkan kejadian itu dan mengatakan kalau penyebabnya ada korsleting di air conditioner (AC).

“AC tidak bekerja secara normal. Sehingga, udara di dalam kabin tidak dingin, dan pesawat terpaksa terbang lebih rendah,” kata Ikhsan, kepada SINDOnews, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Karena adanya kerusakan itu, akhirnya pilot pesawat memutuskan untuk kembali mendarat di Bandara Soetta, dan maskapai mengganti pesawat GA 866 NG dengan Boeing 737 NG berpenumpang 160 orang. (Baca: Ada Bau Terbakar, Pesawat Garuda Tujuan Bangkok Kembali ke Bandara Soetta)

“Penumpang GA 866 berjumlah 99 orang. Kemudian, mereka diberangkatkan dengan menggunakan pesawat lain dengan nomor registrasi PK-GME, pada pukul 12.54 WIB. Saat ini sudah diberangkatkan,” terangnya.

Lebih jauh, pihaknya meminta maaf kepada para penumpang, karena perjalanannya menjadi terganggu. Hal tersebut, terpaksa dilakukan demi keselamatan penumpang.

Sementara itu, Muhammad Iqbal, wartawan SINDOnews yang berada di dalam pesawat GA 886 tujuan Bangkok mengatakan, pesawat tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta, tadi siang, pukul 12.35 WIB.

“Sekira 45 menit setelah terbang, tiba-tiba pilot mengumumkan bahwa pesawat harus kembali lagi ke Bandara Soetta. Saat itu memang saya mencium bau terbakar. Tetapi tidak ada kepulan asap,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, saat pesawat kembali lagi, penumpang sempat panik. Namun, tidak ada yang berteriak. Mereka hanya berbisik dan berbicara dengen rekan sebangkunya.

“Panik. Semua bertanya-tanya, ada apa? Kenapa? Apalagi di dalam juga tercium bau terbakar. Terutama, penumpang yang berada di kelas ekonomi row kedua. Tadi semuanya tampak panik,” pungkasnya.

(ysw)

Usai Divonis Penjara, Ahmad Dhani Langsung Ditahan di Rutan Cipinang

loading…

Ahmad Dhani berada di mobil tahanan usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani yang divonis 1 tahun 6 bulan terkait kasus ujaran kebencian langsung dibawa ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur, untuk menjalani masa penahanan.

“Iya dibawa ke Rutan Cipinang, sudah yah kami buru-buru,” ujar kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis pada wartawan, Senin (28/1/2019). Adapun Dhani dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dia didampingi oleh Jaksa Penutut Umum dan kuasa hukumnya.

Untuk diketahui pada Senin (28/1/2019) Ketua Majelis Hakim, Ratmoho memutuskan Dhani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh, melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

Baca Juga:

“Maka, menjatuhkan pidana pada terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan,” kata Ratmoho membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan.(Baca: Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan Penjara)

Dalam putusannya pun Ratmoho memerintahkan agar terdakwa ditahan. Selain itu, hakim juga memerintahkan membebankan biaya perkara pada terdakwa sebesar Rp5.000.

(whb)

Bawaslu DKI Temukan Tabloid Indonesia Barokah di 4 Kecamatan

loading…

JAKARTA – Bawaslu DKI Jakarta menemukan peredaran Tabloid Indonesia Barokah di empat kecamatan. Tabloid ini ditemukan di sejumlah masjid di empat kecamatan yakni, Cengkareng, Grogol Petamburan, Tambora dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Puadi mengatakan, pihaknya menemukan tabloid itu pada Minggu, 27 Januari 2019 malam di empat masjid yang berbeda.”Belum tahu jumlah ekslemparnya karena belum membongkar bundelan Tabloid Indonesia Barokah tersebut. Adapun alamat distibutor itu tercantum berasal dari Pondok Melati, Kota Bekasi,” kata Puadi saat dihubungi wartawan, Senin (28/1/2019).

Menurut Puadi, barang bukti itu sudah diamankan oleh Panwascam omasing-masing wilayah. Pengiriman Tabloid Indonesia Barokoh ini lanjut Puadi, melalui kurir. Saat ini Bawaslu DKI Jakarta masih melakukan koordinasi dengan Bawasalu RI terkait penemuan tersebut.

Baca Juga:

“Sekarang kan kita sudah terima, tetap kita berkoordinasi dengan Bawaslu RI dulu terkait dengan adanya temuan Tabloid Indonesia Barokah ini,” ucapnya.

(whb)

Bunuh Yuda di Kemayoran, Ketua Geng Motor Kopus Ditembak Polisi

loading…

JAKARTA – Tujuh anggota geng motor yang menikam Yuda (26) hingga tewas di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, diciduk petugas Polres Jakarta Pusat. Salah satu pelaku yakni, AL (24) terpaksa ditembak kakinya lantaran melawan saat akan ditangkap.

“Pelaku terpaksa ditembak kaki karena melawan ketika akan ditangkap di kamar kosnya Jalan Mangga Besar XIII, Sawah Besar,” ungkap Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, Senin (28/1/2019).

Sedangkan enam pelaku lain yang telah diciduk yakni, Yogi, Fajar, Guntur, Albert, Trisno, dan Prayogi Satrio, ditangkap tanpa perlawanan. Dari tangan para geng motor ini disita senjata tajam berikut sepeda motor yang mereka pakai ketika membunuh korban.(Baca: Pemuda di Kemayoran Tewas Dibacok, Diduga Pelakunya Geng Motor)

Baca Juga:

Korban Yuda, (26), warga Gang Masjid, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas mengenaskan dengan empat luka tikaman senjata tajam. Pria pemulung beranak satu asal Tasikmalaya, Jawa Barat, saat itu berteduh bersama rekannya di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran. Pria ini tanpa sebab musabab dihabisi pelaku geng motor pada Minggu, 27 Januari 2019 kemarin.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung menceritakan tertangkapnya geng motor mengaku dari kelompok “Kopus” (Komunitas Pusat) berawal dari saksi teman korban serta hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Begitu petugas memutar CCTV berulang-ulang ternyata salah satu pelaku sudah dikenal petugas bahkan tempat kosannya juga sudah diketahui.

Namun, AL yang merupakan ketua geng motor tersebut malah nekat menyerang polisi dengan pisau lipat dan kemudian kabur melalui jendela. Petugas yang berada di luar dengan sigap segera melepaskan tembakan hingga pelaku ambruk setelah timah panas bersarang di betis kaki kiri.

Oleh petugas kini pimpinan geng motor itu dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan.

(whb)

Wabah DBD Merebak, Disdik DKI Perintahkan Sekolah Ikut Lakukan PSN

loading…

Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat ini sudah membuat surat edaran ke seluruh sekolah yang ada di ibu kota untuk ikut melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat ini sudah membuat surat edaran ke seluruh sekolah yang ada di ibu kota untuk ikut melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Isinya adalah pemberdayaan dari seluruh unit-unit sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto saat dihubungi, Senin (28/1/2019).

Ia menambahkab, pihaknya melalui sekolah-sekolah yang ada melakukan koordinasi kepada Puskesmas dan Lurah setempat untuk membantu pemberantasan penyebaran virus dengue yang dibawa oleh nyamuk.

Baca Juga:

Bowo pun menjelaskan pihaknyan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras bak mandi, dan menguras kolam tergenang yang tidak ada sirkulasi airnya. (Baca: Kasus DBD di Jakarta Naik 2 Kali Lipat, Anies: Ini Ancaman Serius)

“Kemudian juga yang di taman-taman yang kaleng-kaleng yang kemudian masih terbuka dan ada genangannya, yang ada penampung air di dispenser, yang di belakang kulkas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bowo menyampaikan, seluruh sekolah di Jakarta sudah memiliki agenda gerakan bersih sampah dengan murid sekolah pada hari Jumat. Pelaksanaan bersih itu digelar secara berkala.

“Itu kan setiap hari Jumat sudah dibudayakan seperti itu, dengan PSN namanya, pemberantasan sarang nyamuk, bertepatan hari Jumat,” tutupnya.

(ysw)

Terbukti Bersalah, Hakim Vonis Ahmad Dhani 1,5 Tahun Penjara

loading…

Ahmad Dhani berada di mobil tahanan usai divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan terkait kasus ujaran kebencian.Foto/SINDOphoto/Isra Triansyah

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani divonis hukuman 1,5 tahun penjara dalam sidang kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan. Dalam putusan sidangnya Ketua Majelis Hakim Ratmoho agar terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani ditahan.

Sidang pembacaan vonis itu digelar pada Senin (28/1/2019) siang, pukul 15.25 WIB hingga pukul 16.00 WIB dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ratmoho. Dalam sidang tersebut sang istri tercinta Mulan Jameela dan anaknya, Dul Jaelani terlihat berada di ruang sidang.

Ketua Majelis Hakim, Ratmoho memutuskan Ahmad Dhani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh, melakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA. “Maka, menjatuhkan pidana pada terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan,” kata Ratmoho membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Dari persidangan itu pun, Ratmoho memerintahkan agar terdakwa ditahan. Selain itu, hakim juga memerintahkan membebankan biaya perkara pada terdakwa sebesar Rp5.000.(Baca: Apapun Vonis Hakim, Ahmad Dhani: Itu adalah Kemenangan Saya)

“Memerintahkan agar terdakwa ditahan. Menetapkan barang bukti dirampas dan dimusnahkan dengan cara dinonaktifkan. Demikian diputuskan,” ucapnya.

(whb)

Gunakan Pakaian Serba Hitam dan Blankon, Ahmad Dhani Tiba di PN Jaksel

loading…

Menggunakan busana serba hitam dan blankon, Ahmad Dhani mengaku siap dengarkan vonis di PN Jaksel, Senin (28/1/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Menggunakan busana serba hitam dan blankon, Ahmad Dhani mengaku siap menjalani sidang vonis tersebut.

Berdasarkan pantauan, musisi Ahmad Dhani tiba di PN Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019) siang ini, pukul 14.20 WIB. Dia datang dengan ditemani kuasa hukumnya dan sejumlah kerabatnya. (Baca: Kasus Ahmad Dhani, Polisi Periksa Saksi Ahli)

Adapun Dhani tampak mengenakan pakaian serba hitam, blangkon hitam, jas hitam, kemeja putih, dam celana hitam. Saat tiba di PN Jakarta Selatan, dia pun langsung menyapa awal media dan langsung diserbu awak media.

Baca Juga:

Kepada awak media, Dhani mengaku siap menghadapi sidang vonis yang bakal dijalaninya tersebut. “Siap,” ujarnya di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Saat ini, sidang pun bakal segera dimulai di Ruang sidang utama, Prof. H. Oemar Sejo Adji, SH. Sidang pun dibuka secara umum sehingga awak media dan masyarakat umum bisa menyaksikan jalannya persidangan tersebut secara langsung di lokasi.

(ysw)

Apapun Vonis Hakim, Ahmad Dhani: Itu adalah Kemenangan Saya

loading…

Dalam sidang di PN Jaksel, Ahmad Dhani mengaku apapun vonis hakim itu merupakan kemenangan bagi dirinya, Senin (28/1/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani menjalani sidang vonisnya terkait kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan. Ahmad Dhani mengaku, apapun hasilnya merupakan kemenangan baginya.

Dhani mengatakan, apapun vonis hakim itu merupakan jalan yang terbaik baginya di masa depan. Maka itu, dalam menghadapi sidangnya itu, dia pun tak memiliki rasa takut maupun rasa khawatir sedikit pun.

“Apapun putusannya itu adalah kemenangan saya. Sebab, apapun putusannya memang itu yang harus terjadi dan itu jalan yang harus saya lalui menuju masa depan yang sangat cerah,” ujarnya di PN Jaksel, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Lebih lanjut, dia pun tak begitu memikirkan tentang persoalan yang tengah dihadapinya tersebut. “Saya sih tak terlalu memikirkan masalah ini ya. Saya lebih besar daripada masalah ini,” katanya. (Baca: Didampingi Al dan Dul, Ahmad Dhani Santai Jalani Sidang Perdana)

Adapun saat tiba di depan PN Jaksel, dan sempat membuat pose dua jari dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Saat ditanyakan awak media, dia menjelaskam artinya kalau itu ‘Pilih Prabowo, 02 namanya’.

Dhani pun datang ditemani istrinya, Mulan Jameela dan anaknya, Dul Jaelani. Namun, keduanya tak banyak berbicara pada awak media.

(ysw)

Kasus Ujaran Kebencian, Kuasa Hukum Yakin Ahmad Dhani Divonis Bebas

loading…

Ahmad Dhani saat menjalani persidangan. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan, sejak persidangan dimulai pertama kali hingga saat ini, dari fakta hukum yang dihadirkan di persidangan diyakini kalau kliennya, Ahmad Dhani bakal divonis bebas.

“Sebab apa yang ditunjukkan ke mas Dhani terkait ujaran kebencian terhadap suatu golongan itu tak terbukti sama sekali,” ujarnya di PN Jaksel, Senin (28/1/2019).

Bahkan, kata dia, JPU tak bisa membuktikan siapa sosok yang menjadi sasaran ujaran kebencian kliennya itu, apakah pendukung penista agama atau pendukung Ahok. Pasalnya, berdasarkan tweet Dhani, disebutkan pendukung penista agama, sementara pengakuan terlapor dia itu bukan pendukung penista agama, dia mengaku pendukung Ahok. (Baca: Jenguk Sahabat, Fadli Zon Nilai Ahmad Dhani Dikriminalisasi)

Baca Juga:

“Di situ saja kita sudah berkeyakinan betul. Kedua terkait tweet, mas Dhani dituduhkan terkait tweet, didakwakan ngetweet dan fakta di persidangan mas Dhani cuma ngetweet satu (kali),” tuturnya.

Dia menerangkan, dari fakta persidangan diketahui kalau Dhani hanya mengetweet sekali, sedang dua tweet lainnya bukan dilakukan kliennya. Dari situlah dia yakin kalau kliennya tak bersalah dan bakal divonis bebas.

Sementara itu, kuasa hukum Ahmad Dhani lainnya, Hendarsam Marantoko mengungkapkan, dari fakta persidangan secara akal, logika, dan teknik hukum itu tak ada celah bagi hakim untuk menyatakan dua tweet tersebut diperbuat kliennya. Maka itu, dia harap pengadilan menjadi garda terakhir bagi segi penegakan hukum, dalam hal ini bisa membebaskan Dhani.

“Track record pengadilan garda terakhir makin dekat Pilpres, semoga tak membuat pengadilan terintervensi dengan hal itu dan kita ingin aktivis seperti mas Dhani ini konsisten menyuarakan kebenaran serta tak terganjal oleh isu hukum semata,” katanya.

(ysw)

Terobos Busway, Puluhan Sepeda Motor Terjaring di Jalan Otista

loading…

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Sutimin mengatakan, polisi menggelar razia di Jalan Otista Raya karena banyak pengendara yang menerobos busway. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – Polisi menggelar razia di jalur busway, tepatnya di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam razia tersebut, puluhan sepeda motor terjaring petugas.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Sutimin mengatakan, polisi menggelar razia di Jalan Otista Raya karena banyak pengendara yang menerobos busway.

Hari ini, kata dia, ada puluhan kendaraan yang dilakukan penindakan dengan tilang. Sama halnya di hari-hari sebelumnya, puluhan kendaraan pun ditilang.

Baca Juga:

“Rata-rata perhari memang bisa 57 lembar (kendaraan ditilang), di Otista ini paling tinggi karena daerah itu kan jalannya panjang tuh,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).

Menurutnya, razia itu dilakukan secara rutin dengan skala prioritasnya di jalur busway. Salah satu faktor dilakukannya razia di jalur tersebut mengingat dampak kecelakaan cukup tinggi di Jakarta ini.

Selain itu, kata dia, untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan penggunaan moda transportasi massal bagi masyarakat. Selain di Jalan Otista Raya, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Pemuda, Jakarta Timur pun kerap dilakukan razia. (Baca: Pernah Terobos Busway, Dewi Perssik Jadi Duta Keselamatan Berlalu Lintas)

“Sebab, di tiga titik jalanan itu pelanggaran jalur busway cukup tinggi. Jumlah petugas yang diturunkan bervariasi bergantung titiknya, untuk di Jalan Otista itu dua tim dengan 24 personel lebih,” tuturnya.

Dia menerangkan, dikerahkannya puluhan personel untuk penindakan karena di jalanan tersebut pelanggarannya dilakukan secara masih atau berkelompok. Maka itu, dibutuhkan personel yang mencukupi untuk menindak pelanggar.

“Adapun pelanggar didominasi oleh roda dua, meski ada roda empat juga beberapa yang melakukan pelanggaran,” terangnya.

Razia itu, paparnya, dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di jalanan sehingga razia dilakukan dalam dua skala, yakni skala prioritas dan skala rutinitas. Prioritas dilakukan di jalur busway, sedang rutinitas di jalur nonbusway.

Skala prioritas, sasarannya pelanggar di jalur busway, sedang skala rutinitas sasarannya pelanggar di jalur nonbusway, yang mana jenis pelanggarannya tak pakai helm, berkendara sambil bermain handphone, lawan arus, menerobis lampu merah, tak pakai sabuk pengaman, dan semacamnya.

“Untuk menekan angka kecelakaan itu kita tingkatkan razia tersebut dan dari data yang kami miliki, kecelakaan biasanya diawali dengan pelanggaran,” katanya.

Adapun dari hasil pemetaan, tambahnya, kecelakaam didominasi oleh pengendara roda dua dan hasil pemetaan pula, paling tinggi pelanggaran roda dua di jalur busway itu terjadi di Jalan Otista Raya.

(ysw)

Ada Sidang Ahmad Dhani, Puluhan Personel Dikerahkan Amankan PN Jaksel

loading…

Puluhan polisi disebar di PN Jaksel untuk mengamankan persidangan Ahmad Dhani, Senin (28/1/2019). Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti

JAKARTA – Puluhan personel gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan PN Jakarta Selatan yang mengagendakan sidang vonis pada terdakwa Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Prayitno mengatakan, rencananya, PN Jakarta Selatan memang menggelar sidang vonis dengan terdakwa musisi Ahmad Dhani pada Senin (28/1/2019) siang ini. Maka itu, polisi pun mengerahkan personelnya guna pengamanan sidang.

“Guna pengamanan kita kerahkan 98 personel gabungan,” ujarnya pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Menurutnya, pengamanan itu penting dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan lancarnya kegiatan sidang.
Adapun pengamanan dilakukan sebanyak empat ring, yakni di dalam area persidangan, di area dalam PN Jaksel, di pelataran PN Jaksel, dan luar atau di jalanan. (Baca: Kasus Ahmad Dhani, Polisi Melakukan Koordinasi dengan Kejaksaan)

“Pengamanan kita lakukan sesuai SOP yah, untuk pemeriksaan (pengunjung) pun dilakukan sebagaimana biasa,” katanya.

Adapun sidang saat ini masih belum digelar di PN Jakarta Selatan, jadwal sidang pun rencananya dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Awak media pun tampak menunggu di pelataran PN Jakarta Selatan menunggu persidangan dimulai.

(ysw)

Pemuda di Kemayoran Tewas Dibacok, Diduga Pelakunya Geng Motor

loading…

JAKARTA – Seorang pemuda bernama Yuda (26) tewas dibacok di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Diduga pelaku merupakan geng motor.

“Korban tewas dibacok, pelaku dan korban sama-sama pakai motor. Korban tewas satu orang,” ujar Kapolsek Kemayoran, Kompol Syaiful Anwar saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019). (Baca: Dikuntit Geng Motor, Ari tewas Dihujani Bacokan di Kebayoran Lama)

Diduga penyebab pembacokan tersebut terjadi karena saling ejek diantara korban dan pelaku sebelum kejadian. Polisi belum bisa memastikan apakah terduga pelaku merupakan geng motor, begitu pun jumlah pasti terduga pelakunya.

Baca Juga:

Di kawasan tersebut memang kerap adanya anak-anak muda yang nongkromg. Saat ini, polisi tengah memburu sejumlah terduga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi itu. “Kita masih lakukan pengejaran,” katanya.

(ysw)

Ada Bau Terbakar, Pesawat Garuda Tujuan Bangkok Kembali ke Soetta

loading…

Teknisi langsung memeriksa kondisi pesawat Garuda yang mengalami kendala teknis dan kembali lagi ke Bandara Soetta setelah terbang selama 45 menit, Senin (28/1/2019). Foto/SINDOnews/Muhammad Iqbal

JAKARTA – Diduga mengalami gangguan teknis, pesawat Garuda nomor penerbangan GA 866 tujuan Bangkok terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Penumpang yang berada di kelas ekonomi row kedua merasa ada bau terbakar di dalam kabin.

Reporter SINDOnews yang menjadi salah satu penumpang pesawat GA866, Muhammad Iqbal mengatakan, pesawat tersebut sudah take off dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 12.35 WIB, Senin (28/1/2019) siang. Sekitar 45 menit terbang, pilot mengumumkan bahwa pesawat harus kembali lagi ke Bandara Soetta.

“Memang saat take off penumpang di kelas ekonomi row kedua merasa ada bau terbakar,” ujarnya. Namun karena merasa tidak fatal, penumpang tersebut diam saja.

Baca Juga:

Sekitar 45 kemudian, lanjutnya, pilot pesawat mengumumkan ada kerusakan teknis sehingga pesawat harus kembali lagi Bandara Soetta. (Baca: Pesawat Garuda Tergelincir di Bandara Adisucipto, Tak Ada Korban Jiwa)

“Katanya AC-nya rusak, tapi anehnya tidak ada yang salah dengan suhu di dalam pesawat. Semua diminta harus pakai sabuk pengaman dan Pilot bilang akan kembali lagi ke bandara soetta,” katanya.

Hingga kini SINDOnews masih berusaha menghubungi pihak maskapai Garuda untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.

(ysw)

Jelang Sidang, Kuasa Hukum Harap Ahmad Dhani Divonis Bebas

loading…

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis berharap agar majelis hakim dalam sidang tersebut bersikap adil dan bisa memberikan vonisnya berdasarkan fakta persidangan. Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang vonis pada terdakwa Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian. Tim kuasa hukum pun berharap agar kliennya itu divonis bebas.

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis mengatakan, pada Senin (28/1/2019) siang ini, kliennya bakal menjalani sidang vonis di PN Jakarta Selatan. Maka itu, pihaknya berharap agar majelis hakim dalam sidang tersebut bersikap adil dan bisa memberikan vonisnya berdasarkan fakta persidangan.

“Kami sebagai kuasa hukum tentu berharap putusan majelis hakim bebas berdasarkan fakta dan bukti-bukti di persidangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019). (Baca: ACTA Beberkan 3 Alasan Kasus Ahmad Dhani Layak Dihentikan)

Baca Juga:

Menurutnya, dari fakta di persidangan dan bukti-bukti yang ada, kliennya itu terbukti tidak bersalah, sebagai mana tuntutan JPU yang menganggap Dhani melanggar pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Maka itu, tambahnya, sudah sepatutnya kliennya itu dibebaskan karena tak bersalah. “Banyak hal yang membuat kami yakin itu tidak terbukti,” katanya.

(ysw)

Tenggak Miras Oplosan, Perempuan Pekerja Salon Meregang Nyawa

loading…

Ratusan liter miras oplosan disita polisi. Foto: dok/SINDOnews/Isra Triansyah

JAKARTA – Seorang perempuan tewas setelah menenggak miras oplosan dengan kadar alkohol 70 persen di dekat salah satu Mal Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Diduga miras tersebut dioplos menggunakan minuman bersoda saat dikonsumsi bersama sejumlah temannya.

Kapolsek Cengkareng, Kompol H. Khoiri mengatakan, korban yang diketahui bernama Lasma Rohana sempat dilarikan ke rumah sakit kawasan Grogol, Jakarta Barat. Beberapa jam setelah melewati masa kritis, akhirnya dokter menyatakan korban meninggal dunia.

“Korban sempat kritis ya di RS Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat. Awal kejadian itu korban pulang kerja di salah satu salon yang ada di Mall kawasan Cengkareng, diajak teman-temannya meminum minuman keras dengan oplosan bersoda,” ujarnya pada wartawan, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Lantas, kata dia, korban pulang setelah puas minum bersama rekannya dan sesampainya di rumah, kawasan Kembangan, Jakarta Barat, korban merasa mual hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. (Baca: Pesta Miras Oplosan, Pelajar Tewas di Bekasi)

Kini, polisi masih menyelidiki minuman keras yang dikonsumsi korban dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan korban yang ikut minum.

“Korban di bawa ke rumah sakit sama keluarganya. Setelah meninggal korban kami kirim ke RS Polri Kramatjati untuk di otopsi,” katanya.

(ysw)

Terlibat Tawuran, Belasan Remaja Diciduk di Ciracas

loading…

Polisi menciduk belasan remaja berusia sekitar 16-19 tahun yang terlibat tawuran di Ciracas, Jakarta Timur. Foto: dok/SINDOnews

JAKARTA – Polisi menciduk belasan remaja berusia sekitar 16-19 tahun yang terlibat tawuran di Ciracas, Jakarta Timur. Kini, para remaja itu tengah diperiksa polisi lebih lanjut.

Kapolsek Ciracas, Kompol Agus Widartono mengatakan, awalnya polisi menerima informasi dari masyarakat akan adanya aksi tawuran di Jalan H Baping, Ciracas, Jakarta Timur.

Lantas, polisi pun melakukan pengecekan di lokasi untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut. “Saat di lokasi, langsung dilakukan pembubaran pada remaja tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Usai itu, kata dia, polisi pun melakukan penyisiran dan hasilnya belasan orang remaja berusia tanggung pun diciduk polisi. (Baca: Saling Ejek, Satu Orang Tewas Dalam Bentrok Antar Pemuda di Depok)

Mereka lantas dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan oleh kepolisian. “Ada 12 remaja yang kami amankan karena terlibat tawuran dan 6 unit sepeda motor,” katanya.

(ysw)

Ahmad Dhani Bakal Jalani Sidang Vonis di PN Jakarta Selatan

loading…

Ahmad Dhani akan menghadiri sidang vonis terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). Foto: dok/SINDOphoto

JAKARTA – PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang vonis pada terdakwa Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian. Adapun Dhani sudah siap menjalani sidang vonis tersebut.

“Ya, sidang putusan Senin (28/1/2019) siang nanti (pukul 14.00 WIB),” ujar kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/1/2019).

Menurutnya, kliennya selalu siap menghadapi setiap proses sidang, termasuk sidang vonis kasus ujaran kebencian nanti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019). Dalam sidang tersebut, tak ada persiapan khusus yang dilakukan pihaknya.

Baca Juga:

Persiapan yang dilakukan, tambahnya, sebagaimana biasa di sidang-sidang sebelumnya saja. “Kalau mas Dhani selalu siap menghadapi proses sidang,” katanya. (Baca: Jenguk Sahabat, Fadli Zon Nilai Ahmad Dhani Dikriminalisasi)

Dalam kasus tersebut, Ahmad Dhani menjalani sidang pertamanya pada 16 April 2018 lalu hingga akhirnya pada Senin 26 November 2018 lalu Dhani dituntut JPU dengam hukuman 2 tahun penjara karena dianggap telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok tertentu berdasarkan atas SARA.

Adapun yang dilanggar tertera pada Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

(ysw)

PKS Minta Tiga Cawagub DKI ‘Puasa’ Ngomong ke Media

loading…

Guna menghindari aroma persaingan yang ketat antara tiga kandidat, PKS melarang tiga kadernya yang menjadi cawagub DKI untuk berbicara ke media. Foto/Istimewa

JAKARTA – Proses fit and proper test Cawagub DKI saat ini tengah berlangsung. Guna menghindari aroma persaingan yang ketat antara tiga kandidat, PKS melarang tiga kadernya yang menjadi cawagub DKI untuk berbicara ke media.

“Kita hold dulu. Bukan enggak boleh. Nanti kan mereka pasti akan bicara sehingga akhirnya mereka nanti akan menyampaikan,” kata kata Ketua Bidang Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Ia menambahkan, pelarangan itu hanya sementara. Nantinya, setelah proses fit and proper test sudah berlangsung, maka mereka diizinkan kembali untuk berbincang-bincang dengan awak media.

Baca Juga:

“Enggak mau nanti satu sama lain, mohon maaf sekali lagi, bersaing begitu. Mohon maaf sekali lagi ya, saya enggak berprasangka, tapi ini menjaga untuk semualah,” lanjutnya.

Usai melakukan uji kelayakan dan kepatutan, ketiga cawagub akan melaksanakan focus group discussion (FGD) atau konsultasi publik bersama beberapa tokoh. Mereka bisa memberikan masukan terkait kandidat orang nomor dua di Ibu Kota harus seperti apa. (Baca: Cawagub DKI Akan Diseleksi, Anies Syaratkan 3 Kriteria Ini)

“Iya ada FGD nanti. Rangkaian timeline-nya saya lupa. Sampai tanggal 3 nanti kan ada FGD kalau enggak salah. Di situ nanti berhak memberikan masukan, tokoh masyarakat juga memberikan masukan, dan segala macam,” jelasnya.

Adapun tiga kandidat yang dilarang berbicara antara lain Ahmad Syaikhu, Agung Julianto, dan Abdurrahman Suhaimi.

Mereka bertiga diuji oleh, empat orang panelis yang ditunjuk saat fit and proper test, yakni Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif, Peneliti LIPI Siti Zuhro, Pakar Kebijakan Publik Eko Prasodjo, dan Pengamat Politik Ubedilah Badrun.

(ysw)

Penghuni Kontrakan di Pondok Aren Ditemukan Membusuk di Kamarnya

loading…

TANGERANG SELATAN – Bau menyengat tercium kuat dari salah satu kamar kontrakan di Kampung Poncol, RT11 RW01, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Sontak warga sekitar heboh dan ramai mencari tahu dari mana sumber aroma busuk itu.

Kamar kontrakan yang menebar bau busuk itu ditinggali oleh Baskoro Setu (68). Dia diketahui, menempati kamar tersebut seorang diri. Sejak beberapa hari terakhir, rutinitasnya memang tak terlihat oleh para tetangga.

Misteri sumber bau busuk pun akhirnya terkuak pada Minggu 27 Januari 2019 sore. Hal itu bermula saat seseorang datang menanyakan keberadaan Baskoro kepada tetangga sebelah kontrakan bernama Febri Dwi Rizki (20).

Baca Juga:

Seseorang yang mengaku teman Baskoro itu mengatakan, jika sudah mengetuk berulang kali pintu kamar kontrakannya yang dalam posisi terkunci. Karena curiga, Febri pun mencoba menghubungi melalui sambungan telfon. Namun tak ada jawaban apapun dari Baskoro.

“Ditelpon beberapa kali, tidak ada jawaban. Lalu dicek ke depan rumah kontrakan korban, dan ternyata bau busuk semakin menyengat, banyak juga lalat hijau di jendela kontrakan,” jelas AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Senin (28/1/2019).

Karena curiga terjadi sesuatu, lantas Febri memberanikan diri mencongkel jendela kontrakan Baskoro. Setelah berhasil, dia pun melongok ke dalam. Disana terlihat sesosok jasad membusuk terbaring di lantai dalam posisi tak bergerak. “Saksi ini kemudian melapor ke Ketua RT dan pemilik kontrakan,” imbuh Alex.

Tak beberapa lama, petugas kepolisian tiba di lokasi. Petugas memeriksa seisi ruang kamar kontrakan tersebut. Tak ada kekerasan dari tubuhnya, bahkan sejumlah barang berharga lain seperti Handpone, dompet , televisi, tak ada yang hilang.

“Di lokasi, sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda pengerusakan maupun kekerasan terhadap korban. Tidak ada juga obat-obatan,” ungkapnya.

Petugas kepolisian sendiri belum mau menduga-duga ihwal kematian korban. Jenazahnya lantas dikirim ke RSU, namun pihak keluarga menolak jika jenazah akan diautopsi.

“Pihak keluarga sudah menandatangani pernyataan tidak dilakukan autopsi. Diduga korban sudah meninggal antara 2 hingga 3 hari lalu,” tukas Alex.

(ysw)

Siang Ini, Beberapa Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan

loading…

Berdasarkan data BMKG sejumah wilayah di Jakarta siang ini akan diguyur hujan, sedangkan malam hari berawan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Metereologi KLimatologi dan Geofisika (BMKG) sejumah wilayah di Jakarta siang ini akan diguyur hujan. Sedangkan pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta hanya diselimuti mendung,

Menurut situs bmkg.go.id, Senin (28/1/2019), wilayah yang akan diguyur hujan lokal meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan diguyur hujan sedang. Sementara wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu hanya dinaungi awan.

Baca Juga:

Sedangkan untuk wilayah penyangga ibu kota seperti Depok, Bogor, Bekasi, akan terjadi hujan ringan sejak siang hingga malam hari. Sedangkan di Tangerang hujan lokal mengguyuru siang hari dan malam hari hanya berawan.

(ysw)

Kawanan Pencuri Modus Ban Kempis Dihajar Massa

loading…

Seorang kawanan pencuri dengan modus gembos ban dihajar massa. Foto/Ilsutrasi/SINDOnews

BEKASI – Seorang kawanan pencuri dengan modus ban kempis babak belur diamuk massa setelah terpergok mencuri di Jalan Raya Industri Jababeka atau samping Wisma Mattel, Desa Pasir Sari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/1/2019). Tersangka Febriansyah (27), mengalami luka di bagian wajah akibat dihajar massa menggunakan tangan kosong.

”Tersangka merupakan kawanan pencuri modus ban kempis yang kerap beraksi di wilayah Bekasi,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro, Minggu (27/1/2019). Sedangkan lima rekanya, SA, FR, ML, KS dan AM berhasil melarikan diri membawa barang berharga korbanya. (Baca Juga: Komplotan Begal Sadis di Bekasi Digulung, 8 Anggotanya Diringkus)
Alin menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kawanan ini beraksi di Jalan Raya Industri Jababeka. Saat itu, korban Lukman tengah mengendarai mobilnya, tiba-tiba dia dihampiri dua pelaku menggunakan sepeda motor. Pelaku Febriansyah bersama KS memberitahu dari luar bahwa ban belakang mobilnya kempis.

Bahkan, Lukman sempat mengacuhkan pesan yang disampaikan kedua pelaku karena sudah curiga bahwa mereka kawanan penjahat. Meski diacuhkan korban, para pelaku tidak hilang akal. Pelaku SA dan FR kembali memberitahukan hal yang sama, namun Lukman tetap mengacuhkannya. (Baca Juga: Dikejar Korbannya, Begal Motor di Bintaro Tewas Terbentur Aspal)

Baca Juga:

Terakhir, pelaku ML dan AM kembali menghampiri korban menggunakan sepeda motor untuk memberitahu ban belakang mobilnya kempis. ”Karena sudah tiga kali diberitahu, korban akhirnya menepi untuk mengecek ban namun rupanya ban mobil memang tidak dalam kondisi kempis,” imbuhnya.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Iptu Jefri menambahkan, saat kembali masuk ke dalam mobil, korban melihat pelaku Febriansyah tengah mengambil tas miliknya yang di bawah jok samping pengemudi. Adapun tas milik korban berisi uang tunai Rp3 juta, dompet, KTP, SIM A dan SIM C, NPWP, kartu ATM dan kartu kredit.

Melihat tas miliknya diambil oleh pelaku, korban lalu mengejarnya dengan mobil yang dikendarainya sampai menabrak sepeda motor yang ditumpangi FB (Febriansyah) dan KS di dekat PT Kawan Lama. ”Saat terjatuh, pelaku KS berhasil melarikan diri ke arah rekannya yang lain berikut tas korban,” katanya. (Baca Juga: Lompat dari Flyover, Kepala Pelaku Begal Pecah dan Kaki Patah)

Sementara Febriansyah babak belur dihajar massa karena kesal dengan ulahnya. Oleh warga, tersangka dibawa ke petugas untuk diperiksa. Kepada polisi tersangka mengaku sudah mencuri dengan modus serupa sebanyak belasan kali di wilayah hukum Bekasi. Sasarannya dilakukan secara acak, namun biasanya yang sendirian karena dianggap lemah.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. Saat ini, penyidik sudah disebar untuk menangkap lima buronan tersebut. ”Ciri-ciri pelaku sudah kita ketahui, kami sedang memburu mereka,” tukasnya.

(rhs)

Diduga Hendak Tawuran, 21 Remaja Diamankan di Rumah Kontrakan

loading…

Sebuah rumah kontrakan di Gang Golf, Parung Bingung, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok digerebek polisi karena meresahkan warga. Foto/Ilustrasi

DEPOK – Sebuah rumah kontrakan di Gang Golf, Parung Bingung, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok digerebek polisi pada Minggu (27/1/2019) pukul 02.00 WIB. Diduga rumah tersebut digunakan sebagai tempat ngumpul remaja dengan kegiatan yang meresahkan.

Dari dalam rumah diamankan puluhan remaja. Dua di antaranya adalah perempuan. Selain itu diamankan pula sejumlah senjata tajam jenis celurit. Seluruh remaja dan senjata tajam pun dibawa oleh Tim Jaguar Polresta Depok. (Baca Juga: Tawuran di Tanah Sereal, Polisi Tetapkan Enam Tersangka)

Informasi yang dihimpun, rumah itu disewa oleh AF. Warga resah dengan kegiatan rumah tersebut. Warga menduga kuat rumah itu digunakan untuk sebagai tempat kumpul remaja sampai larut malam. Hal itu membuat warga merasa terganggu. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas.

Baca Juga:

“Informasi tersebut langsung kita telusuri ke lokasi dan mengamankan anak-anak tanggung. Ada 21 orang yang kita amankan,” kata Katim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus, Minggu (27/1/2019).

Ketika digerebek, puluhan remaja itu sedang berada di dalam kontrakan. Ketika ditanya aktivitasnya, mereka gugup. Kemudian ditanya alasan menyewa rumah pun mereka tak dapat menjawab. Kemudian Tim Jaguar membawa puluhan remaja itu ke Polsek Pancoran Mas.

“Ada indikasi rumah kontrakan milik orang tua salah satu murid SMA swasta di Depok yang menjadi biang tawuran dipergunakan untuk tempat tidak benar, sehingga kita lakukan razia di sekitar rumah tersebut,” tuturnya. (Baca Juga: Sisir Pelaku Tawuran di Tanah Sereal, 13 Remaja Diamankan)

Dari hasil pengeledahan anggota ditemukan sebanyak lima senjata tajam jenis celurit diduga akan dipergunakan untuk kejahatan. “Ada 19 anak laki-laki dan dua cabe-cabean di sekitar lokasi penggrebekan langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Pancoran Mas. Termasuk senjata tajam jenis celurit ada lima buah diserahkan ke petugas untuk diselidiki lebih lanjut kasusnya,” tutupnya.

(rhs)

KITA Jokowi Ekspansi Komunitas Fan Base Klub Sepakbola

loading…

BEKASI – KITA Jokowi mengadakan kompetisi futsal antara fans club sepakbola, seperti Liverpool, Manchester United, dan Juventus. Acara tersebut berlangsung di AWK Futsal Center, Kota Bekasi, Minggu (27/1/2019).

Relawan Komunitas Indonesia Cinta Jokowi terus menjaring generasi milenial yang tergabung dalam komunitas atau fans club sepakbola, gerakan masif ekspansi KITA Jokowi terus blusukan ke kantong-kantong suara milenial cukup sihnifikan.

Ketua Panitia Kompetisi Futsal yaitu Ma’mun Rizki (Big Reds Fans Club Liverpool) mengatakan bahwa kegiatan positif seperti ini yang bisa membuat generasi milenial Indonesia jauh dari hal-hal negatif dan meningkatkan partisipasi politik anak muda.

Baca Juga:

“Kita menyambut baik kegiatan positif ini karena beda ya penyampaiannya, kampanye tapi asik dengan olahraga. Prinsipnya kita siap bergabung untuk menggalang suara milenial di Bekasi menangkan Bapak Jokowi,” tegasnya

Dalam pembukaan acara kompetisi futsal Koordinator Nasional KITA Jokowi, Ichya Halimudin menjelaskan, bahwa KITA Jokowi merupakan pendukung berbasiskan generasi milenial dan tidak berfiliasi kepada partai politik

“KITA Jokowi isinya anak muda semua, jadi kita tidak berafiliasi ke partai politik apapun, kita mandiri. Murni untuk memenangkan orang baik yang sudah bekerja nyata untuk Indonesia. Kita optimistis generasi muda di Bekasi akan mendukung pasangan No 01,” katanya.

Ichya menambahkan bahwa generasi milenial butuh pendekatan politik yang soft dan rasional jangan lagi dengan isu-isu usang yang tidak produktif. “KITA capeklah denger isu-isu usang yang menyerang Bapak Jokowi, kita olahraga aja, nongkrong sama komunitas sambil bicara fakta dan data untuk meluruskan (isu negatif),” ucapnya.

KITA Jokowi yakin pasangan nomor urut 01 mampu memenangkan kontestasi Pilpres 2019 dengan sportif dan sehat karena itulah karakter bangsa Indonesia. “Yakin dong, Pak Jokowi akan menang dengan sportif dan sehat, maka dari itu kita kerja keras untuk menangkan beliau,” tandasnya.

KITA Jokowi terus fokus mengadakan kegiatan-kegiatan atas aspirasi anak-anak muda, seperti konser musik, festival olahraga, an melawan hoaks, SARA dan kampanye negatif.

(thm)

KITA Jokowi Rangkul Milenial Kota Bekasi melalui Kompetisi Futsal

loading…

BEKASI – Pendukung pasangan urut nomor 01, Komunitas Indonesia Cinta Jokowi terus melakukan ekspansi untuk meraih simpatik dari generasi milenial. Kini kali kedua Milenial Kota Bekasi dikunjungi dengan mengadakan Futsal Competition bersama komunitas suporter klub sepakbola.

Dalam acara yang digelar Minggu, 27 Januari 2018 di AWK Futsal Center Kota Bekasi, diikuti 78 Tim Paguyuban dari berbagai macam fan base club, seperti sepak bola Eropa, Liverpool, Barcelona, Real Madrid, Lazio, dan sebagainya. Acara diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Paguyuban Suporter Sepakbola Yahya Putera yang juga fan base klub sepakbola Barcelona.

Yahya mengatakan bahwa acara seperti ini menjadi ajang persatuan bersilaturahmi dan paguyuban fan base sepakbola bisa menyampaikan aspirasinya untuk pemilihan presiden yang damai dan sejuk sehingga milenial bisa secara jernih memilih untuk pemimpin Indonesia ke depan.

Baca Juga:

“Senang acara kaya gini buat kita fan base sepakbola silaturahmi sama nambah wawasan kita tentang Pak Jokowi. Jadi selama ini yang di medsos sama di omongin orang enggak sesuai fakta, koornas KITA jokowi jelasin gamblang dengan data, jadi ngeyakinin kita anak-anak muda yang enggak di politik,” katanya.

Dalam acara tersebut hadir juga Koordinator Nasional KITA Jokowi Ichya Halimudin untuk membuka acara sekaligus memberikan sambutan yang dihadiri sekitar 200 orang. Ichya mengatakan bahwa generasi milenial sebagai penentu dalam pilpres 2019 dengan jumlah hampir 12 jutaan di jawa barat maka jangan sampai golput dan memilih pemimpin dengan hati jernih sesuai bukti nyatanya.

“Jawa Barat ini sebagai barometer milenial, karena populasinya hampir 12 jutaan. Maka kita harus peduli menentukan bangsa ini dengan memilih calon presiden yang sudah terbukti nyata bukan sekadar omongan belaka. Apalagi Saya yakin milenial di Bekasi pasti menyukai pemimpin yang pro terhadap milenial,” tuturnya.

Ichya juga menekankan bahwa ke depan mempunyai harapan dapat berkolaborasi bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju dengan ide-ide dan kreatifitas yang dimiliki milenial Bekasi. “Karena ini adalah bagian dari perjuangan panjang untuk menempa diri kita, karena kelak kita lah yang meneruskam estafet kepemimpinan Indonesia,” tutupnya.

(thm)

Pertajam Strategi Pemenangan Pileg, Perindo Bekasi-Depok Bersinergi

loading…

DPD Partai Perindo Kota Bekasi dan Depok melakukan sinergitas caleg DPRD Jawa Barat, DPRD tingkat daerah maupun DPR RI, di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Foto: KORAN SINDO/Abdullah M Surjaya

BEKASI – DPD Partai Perindo Kota Bekasi dan Depok melakukan sinergitas calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat, DPRD tingkat daerah maupun DPR RI, di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kegiatan itu digelar dalam rangka akselarasi pemenangan pemilu di Kota Bekasi dan Depok.

”Kegiatan ini kita gelar untuk memenangkan Pileg 2019 di Kota Bekasi dan Depok, semua caleg harus saling akselerasi dalam menyusun strategi pemenangan bagi caleg,” ujar Caleg DPR RI (Kota Bekasi–Depok), Ricky Herbert P Sitohang.

Menurut dia, kegiatan ini patut dilakukan agar semua caleg didua wilayah saling bersinergi. Pertemuan yang dilakukan oleh pengurus di dua daerah ini memang sudah sering dilakukan. Sebab, semua caleg di tingkat provinsi, daerah maupun DPR RI harus melakukan akselerasi dalam sinergitas untuk melangkah bersama dalam strategi untuk meraih kemanangan di Pemilu 2019.

Sehingga, kata dia, berkumpulnya para caleg ini bisa mempertajam setiap visi dan misi yang diinginkan oleh Partai Perindo selama ini. Dengan adanya agenda perencanaan yang baik ini, Partai Perindo akan dapat memenangkan kemenangan di pemilu ini. ”Harapan kami tentunya, dapat menembus cita-cita yang kita impikan,” kata salah satu Komisaris MNC ini.

Baca Juga:

Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Kota Bekasi Muhamad Gunawan mengatakan, sinergitas ini juga menjadikan agenda silahturahmi menggabungkan para caleg-caleg Partai Perindo di Kota Bekasi-Depok. ”Sebelum bertarung di Pileg nanti, kita butuh kerja sama yang baik antar caleg untuk memenangkan Perindo dalam pemilu ini,” katanya.

Sinergitas antar caleg itu juga membahas kerja sama yang cukup baik terkait persoalan saksi di Pemilu 2019, dengan harapan DPD-DPD Partai Perindo untuk bekerja sama dengan DPC serta para caleg-caleg Perindo yang melaju ke DPRD dan DPR RI menggunakan struktur organisasi DPC dan DPRT.

”Untuk saksi-saksi di Pemilu Pileg ini, akan diturunkan melalui DPC-DPC dan DPRT hal tersebut agar tidak menjadi liar. Tentu kita juga akan terus berkoordinasi dengan kantor pusat (DPP),” ungkapnya.

Rencananya, saksi yang akan diturunkan akan berjumlah ratusan ribu orang untuk di Bekasi dan Depok. Gunawan menyebut, Partai Perindo Bekasi akan menerjunkan sekitar 6.800 orang yang terbagi di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Bekasi. Sehingga, satu caleg wajib membawa satu saksi. ”Minimal satu saksi ini dapat memberikan lima suara di satu TPSnya,” tandasnya.

(thm)

Lagi, Warga Tangsel Penderita DBD Meninggal Dunia

loading…

Nuryati (42), ibunda korban, saat ditemui di rumah duka, RT 04/ RW 06, Nomor 16, Pondok Ranji, Ciputat Timur. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

TANGERANG SELATAN – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meninggal dunia. Kali ini korban diketahui bernama Andre Fernanda Sugara (24), warga Jalan Onta Raya, RT 04/ RW 06, Nomor 16, Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Andre meninggal dunia pada Jumat, 25 Januari 2019 lalu sekira pukul 13.45 WIB. Nuryati (42), ibunda korban menceritakan, Andre meninggal dunia setelah 7 hari mendapatkan perawatan di RSU Tangsel. Sebelumnya dia dirawat di puskesmas.

“Awalnya dia mengeluh demam dan nyeri pada beberapa bagian tubuhnya. Lalu dibawa ke Puskesmas Pondok Ranji. Karena perlengkapan tidak memadai, lalu dirujuk ke RSU,” kata Nuryati, di rumahnya, Minggu (27/1/2019). (Baca juga: Kasus DBD di Jakarta Naik 2 Kali Lipat, Anies: Ini Ancaman Serius)

Baca Juga:

Meenurut Nurhayati, Andre saat itu baru pulang kerja. Dia mengeluhkan badannya sakit, nyeri, mual, dan kepalanya pening. Keluarga yang curiga lalu membawanya ke puskesmas. (Baca juga: Tangsel Endemi Demam Berdarah Dengue, Tercatat 3 Warga Meninggal Dunia)

“Curiganya dari awal memang kena demam berdarah. Karena katanya badannya pada sakit, pegal, ngilu semua. Kepalanya juga pusing. Makanya langsung dibawa menuju ke puskesmas untuk diperiksa,” ungkapnya.

Sebelum dirujuk, Andre juga sempat dirawat selama satu malam di puskesmas. Saat itu, trombosit darahnya sudah turun jadi 65 ribu. Paginya, dia dirujuk ke RSU Kota Tangerang Selatan.

“Trombositnya turun terus. Saat di RSU dia dirawat di ruangan IGD. Trombositnya turun terus, jadi 4.000, lalu 2.000, dan 1.800, hingga sempat drop dengan trombosit hanya 1.100, dan naik lagi 1.800,” terangnya.

Setelah berhari-hari menjalani perawatan di RSU, kondisi Andre tidak bertambah baik. Sebaliknya, kondisinya semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan pengamatan, rumah Andre termasuk kawasan padat penduduk. Namun, masih ditemukan sejumlah lahan kosong yang menjadi sarang nyamuk, saluran air yang kotor, dan kandang unggas.

Kondisi ini telah berlangsung sejak lama. Menurut keluarga korban, sejak DBD mulai mewabah wilayah Tangsel, belum ada petugas Dinas Kesehatan yang mengontrol.

“Belum ada yang ngecek (jumantik). Kalau fogging, pernah tiga bulan lalu. Habis itu, enggak ada lagi. Padahal di sini sudah banyak yang kena DBD, belasan jumlahnya. Yang meninggal baru satu,” sebut Nuryati.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan terkait perlu tidaknya menentukan kejadian luar biasa (KLB).

“Kita akan menentukan apakah itu kejadian luar biasa atau belum. Itu harus sesuai data, kapan dan regulasi yang berlaku, untuk menentukan KLB atau bukan,” katanya.

Airin melanjutkan, Pemkot Tangsel akan mendorong masyarakat untuk melakukan jumantik. Pihaknya juga telah menerjunkan satu kader jumantik setiap satu rumah. Sayangnya, program ini ada di Kecamatan Pamulang.

“Dengan kader satu rumah satu jumantik, diharapkan tidak terjadi DBD. Kita lihat, kita pantau. Di Pamulang, program itu sudah 100{d8fec6297a4cfe7f92d0a3b7b5ff8deafe35a908531dc6f9198f667afc4e870b}. Setiap kelurahan ada,” pungkasnya.

(thm)

Usai Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta, Prabowo Enggan Cerita Personal

loading…

Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Eka Tjipta Widjaja, RSPAD Gatot Subroto, Minggu (27/1/2019) petang. Foto: SINDOnews/Ari Sandita

JAKARTA – Capres nomor urut o2, Prabowo Subianto, melayat ke rumah duka Eka Tjipta Widjaja di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019) petang. Seusai melayat, Prabowo akhirnya menjawab pertanyaan wartawan.

Prabowo mengaku sudah mengenal almarhum Eka Tjipta Widjaja sejak usianya masih muda. Karena itulah, ia merasa sepatutnya datang melayat sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa dan duka citanya kepada keluarga almarhum.

“Saya juga kenal mereka semua (keluarga almarhum Eka Tjipta). Ya, saya merasa wajib untuk datang berbelasungkawa,” ujar Prabowo di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto. (Baca juga: Sandiaga Pulang, Giliran Prabowo Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta)

Menurut Prabowo, almarhum dikenalnya sebagai sosok yang cukup sukses dan cukup berhasil. Selain itu, keluarga almarhum yang ditinggalkan pun memiliki banyak peranan dari segi keberhasilan almarhum tersebut. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Baca Juga:

Namun saat ditanya tentang pengalamannya yang bersifat personal dengan sosok pendiri Sinar Mas Group tersebut, Prabowo enggan bercerita. “Saya kira kalau personal tak usah saya ceritakan, tapi beliau ini cukup sukses dan berhasil,” pungkasnya.

(thm)

PSU dan SPAM Akan Dikelola Pemkab Bogor, Warga Sentul City Resah

loading…

Juru bicara PT Sentul City, Alfian Mujani mengatakan pihaknya siap menaati keputusan hukum yang berlaku. Foto: Ist

BOGOR – Keresahan melanda sejumlah warga Perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor. Mereka yang selama ini selalu patuh membayar Biaya Pengelolaan dan Perawatan Lingkungan (BPPL) galau karena tersiar kabar Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU), termasuk pengelolaan air di perumahan tersebut, akan segera diserahkan pengembang kepada Pemkab Bogor sebagai akibat adanya putusan pengadilan.

“Selama ini misalnya, aliran air bersih yang dikelola pengembang pasokannya lancar. Kalau nanti dikelola PDAM, apakah lebih baik? Siapa yang bisa menjamin? Apalagi kami tidak bisa menggunakan air tanah karena kontur perumahan kami yang berbukit,” ujar Dwi (44), salah seorang warga Perumahan Sentul City, Minggu (27/1/2019).

Dwi mengatakan, langkah sejumlah warga Perumahan Sentul City yang menggugat perjanjian penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) antara Pemkab Bogor dan pengembang dimana di tingkat kasasi dimenangkan sekelompok warga tersebut, tidak dapat dikatakan mewakili aspirasi seluruh warga Perumahan Sentul City.

Baca Juga:

“Di mana-mana pengelolaan PSU itu oleh pengembang. Cek saja kota mandiri di Tangerang dan tempat-tempat lain. Masak diurus sama RT dan RW,” ucapnya. (Baca juga: Ini Penjelasan Sentul City Soal Pengelolaan Air)

Dia melanjutkan, pada saat meneken perjanjian jual-beli dengan pengembang, pengelolan PSU dikelola oleh anak perusahaan pengembang, yakni PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) dan tertuang dalam dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). “Sekarang kan banyak itu katanya enggak bayar BPPL. Faktanya air bersih masih ngucur, lingkungan bersih, rapih dan aman. Enak banget mereka,” tandasnya.

Menurut Dwi, mayoritas warga merasa tidak ada masalah dengan BPPL yang dikelola PT SGC. Jutsru dia meragukan kesiapan Pemkab Bogor untuk mengelola kawasan Sentul City seperti yang dilakukan PT SGC bertahun-tahun. “Sekelas Sentul City sudah pas dikelola oleh anak perusahaan pengembang dengan konsep township management. Ini kan lazim pengelolaan kayak gini di perumahan yang berkonsep kota mandiri,” terangnya.

Warga lain, Wawan (52) mengaku bingung dengan maksud dan tujuan pihak-pihak tertentu yang mendesak agar PT SFC jangan lagi mengelola PSU di Perumahan Sentul City. Padahal justru perusahaan itulah yang tahu seluk-beluk dan berpengalaman mengelola kawasan yang begitu luas dengan kontur pegunungan.

“Kalaupun PSU diserahterimakan, Pemkab Bogor nantinya tetap dapat bekerja sama dengan PT SGC dalam pengelolaan PSU dan air di Sentul City,” tandasnya.

Sementara itu, juru bicara PT Sentul City, Alfian Mujani, mengatakan, pihaknya siap menaati keputusan hukum yang berlaku. Pihaknya juga akan mengikuti prosedur. (Baca juga: Putusan MA Batalkan Izin SPAM, Sentul City Sebut Abaikan Fakta Hukum)

“Kalau Sentul City sebagai partner Pemkab, menghormati keputusan hukum. Bahwa nanti ada celah hukum lain, dan kita melakukan upaya hukum lain soal lagi,” ujarnya.

Ia menyebut, belakangan PT Sentul City Tbk intens melakukan diskusi dengan PDAM Tirta Kahuripan terkai beberapa pipa Sentul City yang akan diserahkan. Hanya saja ada beberapa pembahasan yang alot, ketika pipa yang bakal diserahkan rupanya tidak ada dalam site plane Perumahan Sentul City.

Karena letaknya di luar site plane, maka pipa penghubung PDAM Tirta Kahuripan dari Kandang Roda Hingga area Sentul City tidak masuk dalam PSU yang semestinya diserahkan ke Pemkab Bogor. “Yang lainnya kita serahkan. Tapi yang (pipa) 5,7 kilometer ini mau dibeli atau gimana,” pungkas Alfian.

(thm)

Sandiaga Pulang, Giliran Prabowo Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta

loading…

Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Eka Tjipta Widjaja, RSPAD Gatot Subroto, Minggu (27/1/2019) petang. Foto: SINDOnews/Ari Sandita

JAKARTA – Hanya berselang berapa lama setelah Sandiaga Uno pulang, giliran capres nomor urut o2, Prabowo Subianto, yang mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita atas meninggalnya Eka Tjipta Widjaja.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, Prabowo Subianto datang ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, sekitar pukul 17.40 WIB. Dia mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana panjang warna gelap dengan peci hitam di kepala. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Prabowo Subianto datang dengan diiringi anggota patwal yang biasa mengawalnya saat bepergiaan. Saat baru tiba di rumah duka, Prabowo pun disambut oleh pihak perwakilan keluarga dan langsung menuju ke dalam rumah duka. (Baca juga: Disambut Hujan Ringan, Sandiaga Uno Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta)

Baca Juga:

Saat datang, Prabowo tak menyapa awak media karena langsung menuju ke rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita kepada keluarga almarhum Eka Tjipta. Saat ini, Prabowo pun tengah menemui pihak keluarga almarhum. (Baca juga: Sosok Eka Tjipta di Mata Wantimpres: Pekerja Keras dan Luar Biasa)

Hingga kini, kerabat dan kenalan almarhum masih terus berdatangan ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawanya pada keluarga yang ditinggalkan tersebut. Apalagi, pada pukul 19.00 WIB nanti, keluarga mempersilahkan tokoh dan kerabat almarhum ataupun secara umum apabila memang hendak memberikan tali kasih. Tali kasih bakal disalurkan untuk korban bencana alam.

(thm)

Gelar Beragam Event, Kepulauan Seribu Incar 800 Ribu Wisatawan

loading…

Kepulauan Seribu akan menggelar berbagai event, baik yang bersifat rutin, tahunan, maupun event-event tertentu. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu tahun ini menargetkan sebanyak 800 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Kepulauan Seribu.

Untuk mencapai target tersebut Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu akan menggelar berbagai event, baik yang bersifat rutin, tahunan, maupun event-event tertentu. “Kami optimistis 800 ribu kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ini dapat tercapai,” ujar Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia, Minggu (27/1/2019).

Untuk mencapai target 800 ribu kunjungan tersebut pihaknya telah mempersiapkan berbagai strategi program. Beberapa di antaranya acara ulang tahun Kabupaten Kepulauan Seribu, Festival Pulau Untung Jawa, dan Festival Pulau Tidung.

Baca Juga:

Pihaknya juga akan menyelenggarakan ajang final pemilihan Abnon Kepulauan Seribu. “Selain itu, event fashion show bertema pantai, festival kuliner, dan pentas musik,” katanya. (Baca juga: Saat Ini 30 Pulau di Kepulauan Seribu Terancam Hilang)

Selain acara yang menarik, sarana pendukung juga tak kalah penting untuk diperbaiki, seperti sarana dan prasarana pariwisata, homestay dan pelayanan dengan cara rutin, dan melakukan bimbingan teknis pengelolaan homestay. (Baca juga: Cara Anies-Sandi Menata Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu)

Ketersediaan air bersih di pulau permukiman, transportasi murah, dan pengembangan pariwisata di Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung tahun ini juga diharapkan dapat menunjang peningkatan jumlah wisatawan.

“Hal ini kami lakukan karena Kepulauan Seribu merupakan alternatif wisata, liburan dan hiburan bagi masyarakat urban,” pungkasnya.

(thm)

Kepergok, Pencuri Modus Pecah Kaca Dikepung Warga Ciracas

loading…

JAKARTA – Seorang pelaku pencurian modus pecah kaca mobil gagal beraksi di Jalan Taruna Jaya, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, setelah aksinya dipergoki warga. Pelaku berinisial ES (34) ditangkap saat mengincar mobil Nissan Grand Livina bernomor polisi B 1418 TOY.

“Saat ditangkap dia sudah memecahkan kaca mobil sebelah kanan,” ujar Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar, Minggu (27/1/2019).

Pelaku ditangkap setelah seorang warga memergoki aksinya. Seketika itu juga warga bernama Toni tersebut berteriak sehingga mengundang perhatian warga lain. Warga kemudian menghubungi polisi hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan.

Baca Juga:

“Dia sempat kabur, tapi karena banyak warga akhirnya dia terkepung dan berhasil ditangkap,” ucapnya. (Baca juga: Pencuri Modus Pecah Kaca Bonyok Dihakimi Warga Jatiasih)

Kapolsek yang sempat dirawat saat insiden pembakaran Polsek Ciracas ini menyebutkan, dalam beraksi pelaku menggunakan pecahan busi untuk memecahkan kaca mobil. Pelaku mengaku belajar melakukan hal tersebut dari kawannya yang saat ini telah ditangkap.

“Jadi dia memecahkan kaca pakai busi dengan cara dilempar. Setelah retak kemudian kaca didorong dan pelaku dengan bebas menjarah isi yang ada di dalam mobil,” kata Agus. (Baca juga: Sempat Dirawat, Kapolsek Ciracas dan Dua Anak Buahnya Kembali Bertugas)

Dari tangan pelaku pencurian, petugas menyita sebuat tas merah yang diambil dari mobil korban dan sebuah tas pinggang yang berisi pecahan busi untuk beraksi.

Dari keterangan pelaku, dia mengaku sudah beberapa kaki beraksi namun lokasinya berpindah-pindah. Dalam beraksi dia selalu seorang diri. Hasil yang didapat pelaku beragam, mulai dari ponsel dan laptop. “Hasilnya cuma buat kebutuhan sehati-hari,” tukasnya.

Kini ES ditahan di Polsek Ciracas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ES dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

(thm)

Disambut Hujan Ringan, Sandiaga Uno Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta

loading…

Sandiaga Uno mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, untuk menyampaikan belasungkawa dan duka-citanya atas meninggalnya Eka Tjipta Wijdaja. Foto: SINDOnews/Ari Sandita

JAKARTA – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan belasungkawa dan duka-citanya atas meninggalnya pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Wijdaja.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, Sandiaga Uno datang ke rumah duka, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengenakan kemeja warna putih lengan panjang. Dia datang di saat hujan mengguyur kawasan RSPAD Gatot Subroto. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Dia lalu berjalan kaki menuju rumah duka. Karena cuaca yang sedang hujan ringan, mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu berjalan dengan bantuan payung. Saat datang, dia tak banyak berbicara pada awak media. Dia hanya menyapa awak media dengan lambaian tangan dan senyuman khasnya. (Baca juga: Sambangi Rumah Duka, Jonan Sebut Eka Tjipta Tokoh Hebat)

Baca Juga:

Disambut Hujan Ringan, Sandiaga Uno Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta

Sandi kemudian langsung menuju rumah duka dan mengisi daftar hadir yang ada di pintu masuk. Setelah itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu langsung memasuki rumah duka untuk menyampaikan rasa belansungkawa dan duka-citanya kepada keluarga almarhum.

Sandi datang ke RSPAD Gatot Subrot dengan diiringi serangkaian anggota patwal yang biasa mengawalnya. Saat ini Sandi tengah menemui pihak keluarga almarhum Eka di rumah duka RSPAD Gatot Subroto.

(thm)

Sandiaga: Saya Sukses Jadi Pengusaha Berkat Nasihat dari Eka Tjipta

loading…

Sandiaga Uno mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, untuk menyampaikan belasungkawa dan duka-cita atas meninggalnya Eka Tjipta Wijdaja. Foto: SINDOnews/Ari Sandita

JAKARTA – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan belasungkawa dan duka-cita atas meninggalnya pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Wijdaja. Usai melayat, Sandi bercerita bagaimana awal mula mengenal almarhum Eka Tjipta Wijdaja.

Di mata Sandi, Eka Tjipta Wijdaja merupakan sosok penginspirasi bagi pengusaha pemula. Almarhum Eka Tjipta merupakan salah satu pengusaha yang benar-benar berjuang dari nol, yakni memulai karier dengan usaha kecil hingga kini menjadi pengusaha terbesar di Asia. Sandi mengaku mengenal sosok almarhum Eka Tjipta saat baru memulai kariernya sebagai pengusaha.

“Diawal karer saya sebagai pengusaha, saya sempat bertemu beliau lalu diberikan nasihat, bahwa kalau bisnis mau besar itu harus kerja keras dan jejaring banyak teman. Silaturahim dan banyak teman itu mendapatkan kesuksesan,” ujar Sandi kepada wartawan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019) petang. (Baca juga: Disambut Hujan Ringan, Sandiaga Uno Melayat ke Rumah Duka Eka Tjipta)

Baca Juga:

Sandi menyatakan sangat berduka atas meninggalnya Eka Tjipta karena Indonesia kehilangan salah satu tokoh pengusaha luar biasa. Sandi berharap semua usaha yang dirintis almarhum, yakni Sinar Mas Group, bisa terus menjadi mitra pemerintah agar bisa terus membuka lapangan kerja seluas-luasnya. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

“Sebab kita butuh dunia usaha yang kuat, yang perlu ditopang kebijakan pemerintah yang pro pada penciptaan lapangan kerja yang baru dan berkualitas. Ini yang kami yakini sebagai hal yang sangat penting sebagi inspirasi dari tokoh kita yang hari ini telah berpulang, yaitu Eka Tjipta,” tuturnya.

Sandi terakhir bertemu almarhum Eka Tjipta sudah tergolong cukup lama, yakni sekitar 13 tahun lalu, saat dia baru saja diangkat sebagai Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Saat itu mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berkunjung ke tempat Eka Tjipta. Di situ almarhum menyampaikan pesah bahwa berbisnis itu selain membuka peluang usaha, juga menjalin pertemanan dan jaringan.

Hal itulah yang telah dilakukan almarhum, dengan membangun jaringan bukan hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara, seperti China dan Hongkong. Saat ini terbukti hasil kepemimpinannya di Sinar Mas begitu gemilang, bisa dilihat dari ekspansi bisnis Sinar Mas Group. (Baca juga: Sosok Eka Tjipta di Mata Wantimpres: Pekerja Keras dan Luar Biasa)

Saat ini Sinar Mas Group dikelola oleh generasi kedua dari keluarga Eka Tjipta dan tetap terus bertumbuh. “Ini motivasi bagi pengusaha pemula untuk bisa bekerja keras dan membangun jejaring karena itulah kunci kesuksesan dari usaha. Saya yakin motivasi itu kalau kita eksekusi di kehidupan keseharian, kita akan datangkan banyak pertumbuhan di bidang ekonomi,” pungkasnya.

(thm)

Datangi Rumah Duka, Ini Pesan Ketua Wantimpres ke Keluarga Eka Tjipta

loading…

Ketua Wantimpres Sri Adiningsih mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto Minggu (27/1/2019). Foto: SINDOnews/Ari Sandita

JAKARTA – Sejumlah tokoh dan pejabat negara masih berdatangan ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Eka Tjipta Widjaja yang meninggal dunia tadi malam.

Setelah sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan, kini giliran Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih yang terlihat di rumah duka. Ekonom UGM itu datang ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto Minggu (27/1/2019) siang. Dia datang mengenakan pakaian bermotif batik.

“Saya mengucapkan turut berduka-cita pada keluarga pak Eka, beliau ini pendiri Sinar Mas Group,” ujar Sri Adiningsih kepada wartawan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019). (Baca juga: Sambangi Rumah Duka, Jonan Sebut Eka Tjipta Tokoh Hebat)

Baca Juga:

Menurut dia, Sinar Mas merupakan bisnis raksasa di Indonesia yang luar biasa lantaran sudah menciptakan banyak lapangan kerja. Almarhum sudah membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan ribu masyarakat Indonesia.

Maka itu, tak heran apabila almarhum dianggap sebagai tokoh pengusaha yang luar biasa dan senior di bidang bisnis. Ia pun berharap jerih payah Eka Tjipta Widjaja bisa terus dipertahankan dan dikembangkan.

“Semoga, saya harap, sepeninggalnya pak Eka, putra-putri dan keturunannya bisa terus membesarkan Sinar Mas Group agar terus tetap berkembang dan berguna bagi Indonesia, serta memberikan lapangan kerja di Indonesia,” tandasnya. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia tadi malam sekitar pukul 19.43 WIB. Pria yang lahir dengan nama Oei Ek Tjhong di Quanzhou, Fujian, Tiongkok, 27 Februari 1921 ini meninggal pada usia 98 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Dalam Biografi Eka Tjipta Widjaja seperti yang dirangkum www.biografiku.com, dia terlahir dari keluarga yang sangat miskin. Dengan tekad kuat ingin mengubah hidup keluarganya, Eka lantas memutuskan merantau keluar dari kampung halamannya di Quanzhou, China. (Baca juga: Jatuh Bangun Eka Tjipta Widjaja Membangun Kerajaan Bisnis Sinar Mas)

(thm)

Sosok Eka Tjipta di Mata Wantimpres: Pekerja Keras dan Luar Biasa

loading…

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih mendatangi Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Eka Tjipta Widjaja.

Kepada wartawan, ekonom UGM ini membeberkan sekilas pandangannya terhadap sosok pendiri Sinar Mas Group tersebut. Menurut Sri, Eka Tjipta merupakan sosok yang berpengaruh dalam dunia perekonomian Indonesia, sehingga wajar jika almarhum dianggap sebagai sosok luar biasa.

Kini, sepeninggal Eka Tjipta, Sri berharap putra-putri dan keturunannya bisa terus membesarkan Sinar Mas Group agar terus tetap berkembang dan berguna bagi Indonesia, serta memberikan lapangan kerja kepada masyarakat luas. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Dengan begitu, perusahaan raksasa itu bisa terus turut serta dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Dari semua itu, ada pula yang patut diteladani almarhum oleh semua orang, salah satunya sosok pekerja kerasa dari tokoh yang meninggal tadi malam itu.

Baca Juga:

“Beliau ini tentu saja pengusaha besar, pekerja keras dan luar biasa, sehingga bisa mengembangkan bisnis raksasa sebesar Sinar Mas Grup di Indonesia, masih terus berkembang, dan merasuki berbagai macam bisnis yang dampaknya besar bagi perekonomian Indonesia,” kata Sri Adiningsih di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Sri Adiningsih datang ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto mengenakan pakaian bermotif batik. Tak lama setelah dia pergi dari rumah duka, karangan bunga dari Presiden Joko Widodo tiba di rumah duka. (Baca juga: Karangan Bunga untuk Eka Tjipta Masih Berdatangan,Termasuk dari Jokowi)

(thm)

Karangan Bunga untuk Eka Tjipta Masih Berdatangan,Termasuk dari Jokowi

loading…

Ratusan karangan bunga untuk almarhum Eka Tjipta tampak memenuhi jalanan masuk rumah duka. Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, masih terus dibanjiri karangan bunga untuk almarhum pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja. Salah satunya karangan bunga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan pantauan, karangan bunga Presiden tiba di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 14.20 WIB. Karangan bunga tersebut diletakkan di area rumah duka dan sedikit terpisah dengan karangan bunga yang lain untuk tokoh bisnis tersebut. (Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Karangan Bunga untuk Eka Tjipta Masih Berdatangan,Termasuk dari Jokowi

Area Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto sudah dipenuhi karangan bunga sehingga karangan bunga yang baru hadir itu ditempatkan di lokasi yang memungkinkan. Hingga kini karangan bunga untuk almarhum Eka Tjipta Widjaja masih saja terus berdatangan di rumah duka. (Baca juga: Rumah Duka Eka Tjipta Dipenuhi Karangan Bunga)

Baca Juga:

Padahal, pihak keluarga Eka Tjipta Widjaja sudah meminta semua pihak untuk tidak lagi mengirimkan karangan bunga. Pihaknya keluarga hanya menerima tanda kasih. Tanda kasih itu bakal disumbangkan kembali ke orang yang membutuhkan, khususnya korban bencan alam. (Baca juga: Keluarga Eka Tjipta Minta Stop Kiriman Karangan Bunga)

“Belasungkawa dimohon tidak dalam bentuk karangan bunga. Namun simpati dan tanda kasih, yang mana akan didonasikan untuk membantu saudara kita, korban bencana alam,” kata Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jalarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

(thm)

Keluarga Beberkan Penyebab Meninggalnya Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta

loading…

Foto kenangan pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja (98) semasa hidup. Foto: SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja (98), meninggal dunia Sabtu malam kemarin sekitar pukul 19.43 WIB. Saat ini jenazah Eka Tjipta Widjaja disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat.

Kepada media, pihak keluarga mengungkap penyebab meninggalnya tokoh di dunia bisnis itu. Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto mewakili keluarga menyampaikan almarhum Eka Tjipta meninggal karena faktor usia. (Baca juga: Jatuh Bangun Eka Tjipta Widjaja Membangun Kerajaan Bisnis Sinar Mas)

“Faktor usia dan menurunnya kesehatan menjadi penyebabnya,” ujar Gandi di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Minggu (27/1/2019). (Baca juga: Sambangi Rumah Duka, Jonan Sebut Eka Tjipta Tokoh Hebat)

Almarhum tokoh nasional itu rencananya dimakamkan akhir pekan depan di Desa Marga Mulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bagi rekan almarhum maupun tokoh dan pejabat negara yang hendak melayat, bisa dilakukan hingga Sabtu depan.

Baca Juga:

“Kami beritahukan, bisa hadir mulai malam nanti pukul 19.00 WIB hingga Sabtu 2 Februari 2019 mendatang, karena proses pemakamannya dilakukan pada tanggal tersebut,” tandasnya.

Diketahui, kiprah pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja di dunia bisnis telah sangat dikenal tak hanya di Indonesia, namun juga kancah dunia. Sejatinya taipan sukses yang tutup usia tadi malam itu tidak melulu berbisnis. Eka Tjipta dan keluarganya juga aktif di bidang sosial.

(thm)

Keluarga Eka Tjipta Minta Stop Kiriman Karangan Bunga

loading…

Keluarga almarhum pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja, meminta untuk tidak mengirimi karangan bunga. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat dibanjiri karangan bunga untuk almarhum pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja. Untuk itu, pihak keluarga meminta stop untuk mengirimi karangan bunga tersebut.

Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto mengatakan, dia yang mewakili keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih atas ucapan berduka cita dari semua pihak, khususnya yang kenal dengan almarhum. Namun, dia meminta agar kiriman bunga dihentikan.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, ucapan belasungkawa dimohon tidak dalam bentuk karangan bunga. Namun, simpati dan tanda kasih, yang mana akan didonasikan untuk membantu saudara kita, korban bencana alam,” ujarnya RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Baca Juga:

Menurut dia, tanda kasih tersebut dapat diberikan secara langsung di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (27/1/2019) malam, pukul 19.00 WIB. Sebab, saat pagi hingga sore hari lokasi persemayaman masih tertutup untuk umum. “Jadi saat ini dibuka khusus untuk keluarga terdekat saja,” tuturnya.

Terkait tanda kasih dan sumbangan tali kasih dari semua pihak pada almarhum, tambahnya, bakal disumbangkan ke korban bencana alam, yang mana lebih bermanfaat am sesuai jiwa sosial Eka. Hanya saja, belum diputuskan bakal disumbangkan ke mana, bisa saja untuk korban bencana di Banten maupun di Sulawesi Selatan.

(wib)

Sambangi Rumah Duka, Jonan Sebut Eka Tjipta Tokoh Hebat

loading…

Menteri ESDM Ignasius Jonan. Foto/SINDOphoto/Dok

JAKARTA – Pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia dan saat ini jenazahnya ada di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat. Sejumlah pejabat negara pun turut melayat di rumah duka.

Salah satu pejabat negara yang datang untuk melayat yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan yang datang pada Minggu (27/1/2019) ini. Dia datang hendak menghormati Eka yang dianggapnya sebagai salah satu tokoh hebat di Indonesia ini.

“Beliau meninggalnya usia 97, sudah berkiprah sekurangnya mungkin 75 tahun, ini tokoh hebat makanya kami datang beri penghormatan,” ujarnya di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Baca Juga:

(Baca juga: Jatuh Bangun Eka Tjipta Widjaja Membangun Kerajaan Bisnis Sinar Mas)

Menurutnya, dia pun mengenal sebagian keluarga Eka yang mana memang berasal dari perusahaan besar tersebut. Dia juga secara pribadi mengenal sosok Eka. Hingga kini, sejumlah orang dari berbagai lapisan pun masih berdatangan di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Senen, Jakarta Pusat.

“Kenal, beliau orang hebat yah,” tuturnya.

(maf)

Jenazah Eka Tjipta Widjaja Dimakamkan 2 Februari di Karawang

loading…

Pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia dan saat ini jenazahnya ada di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat. Foto: Ist

JAKARTA – Jenazah pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, akan dimakamkan pada Sabtu, 2 Februari 2019 mendatang. Eka Tjipta Widjaja akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Karawang, Jawa Barat.

“Pemakaman (Eka Tjipta Widjaja) rencananya dilakukan pada Sabtu, 2 Februari 2019 mendatang di pemakaman keluarga, Desa Marga Mulya, Karawang, Jawa Barat,” ujar Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto, di rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Menurut dia, sejak Minggu (27/1/2019) pagi hingga sore rumah duka hanya dibuka khusus untuk keluarga terdekat saja. Adapun rumah duka dibuka untuk umum pada malam hari yakni pukul 19.00 WIB, usai prosesi dari keluarga dilakukan.

Baca Juga:

Dia menambahkan, sejak semalam sejumlah tokoh dan pejabat telah datang ke rumah duka Eka Tjipta Widjaja. Masih ada sejumlah tokoh yang bakal datang, hanya dia tak menyebutkannya secara rinci. (Baca juga: Sambangi Rumah Duka, Jonan Sebut Eka Tjipta Tokoh Hebat)

Namun untuk waktunya, tetap sama sesuai yang telah diatur keluarga. Dia menyampaikan agar para tokoh dan pejabat datang sesuai waktu yang ditentukan keluarga. (Baca juga: Jejak Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta di Bidang Sosial hingga Pendidikan)

“Salah satu tokoh yang semalam hadir ke rumah Pak Moeldoko dan beberapa gubernur. Cuma kita beritahukan, untuk hadir mulai malam hari nanti dan bisa sampai hari Sabtu, 2 Februari 2019 mendatang,” tandasnya.

Kiprah pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja di dunia bisnis telah sangat dikenal tak hanya di Indonesia, namun juga kancah dunia. Sejatinya taipan sukses yang tutup usia tadi malam itu tidak melulu berbisnis. Eka Tjipta dan keluarganya juga aktif di bidang sosial.

(thm)

Rumah Duka Eka Tjipta Dipenuhi Karangan Bunga

loading…

Ratusan karangan bunga untuk almarhum Eka Tjipta tampak memenuhi jalanan masuk rumah duka. Foto/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia dan saat ini jenazahnya ada di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat. Rumah duka itu pun dipenuhi karangan bunga.

Berdasarkan pantauan, ratusan karangan bunga untuk almarhum Eka Tjipta tampak memenuhi jalanan masuk rumah duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (27/1/2019) ini. Bebagai karangan bunga dari para pejabat pun tampak berjejeran.

(Baca juga: Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Meninggal Dunia)

Misalnya saja dari Mendagri Tjahji Kumolo, lalu Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kabareskrim Polri Irjen Idham Azis, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Lalu ada Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga:

Adapun rata-rata karangan bunga itu hanya berisi tulisan turut berduka cita atas meninggalnya Eka Tjipta Widjojo dan pernyataan doa agar dia diterima di sisi Tuhan. Belum lagi, sejumlah bunga pun ada di dalam rumah duka RS Sentosa RSPAD Gatot Subroto mengiringi kematiannya itu.

Adapun Hingga saat ini, karangan bunga masih terus berdatangan di rumah duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat. Selain itu, puluhan orang pun tampak melayat di rumah duka tersebut.

(maf)

Hujan di Jakarta, Pintu Air Pasar Ikan Siaga III

loading…

Hujan mengguyur kawasan Jakarta membuat pintu air di Pasar Ikan, Penjaringan, siaga III. Adapun kondisi cuaca di Jakarta diprediksi hujan dan berawan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Hujan mengguyur kawasan Jakarta membuat pintu air di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara siaga III. Adapun kondisi cuaca di Jakarta diprediksi hujan dan berawan.

Berdasarkan twitter resmi BPBD DKI Jakarta, kondisi Pasar Ikan siaga tiga, yakni di ketinggian 184 cm pada Minggu (27/1/2019) pagi, pukul 09.00 WIB. Air tampak meningkat dari kondisi aman atau siaga IV sejak pukul 02.00 WIB dinihari.

BPBD DKI pun sudah memberikan peringatan dini cuaca Jabodetabek melalui twitternya itu, yang mana sejak pagi hingga siang ini masih berpotensi hujan sedang-lebat. Meliput kawasan Depok, Tebet, Jatinegara, Bekasi di sekitarnya, serta bisa meluas ke kawasan seluruh Jakarta ini.

Baca Juga:

Sedang prediksi BMKG, kawasan seluruh Jakarta pada pagi hari cuaca di semua wilayah Jakarta bakal diguyur hujan ringan. Lalu pada siang hari ini bakal terjadi hujan lokal dan hujan ringan. Sedang pada malam harinya diprediksi cuacanya berawan.

Saat ini sendiri, kawasan Jakarta Selatan sudah diguyur hujan sejak pagi meski intensitasnya tak tinggi. Artinya hanya terjadi hujan ringan dikawasan Jakarta Selatan ini.

(maf)

5.000 Personel Gabungan Amankan Harlah Muslimat NU

loading…

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan Maulidurrasul-Harlah 73 Tahun Muslimat NU dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/1/2019). Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan Maulidurrasul-Harlah 73 Tahun Muslimat NU dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Untuk pengamanan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, sebanyak 5.000 personel kepolisian dikerahkan. “Pengamanan kegiatan tersebut kita kerahkan 5.000 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemprov DKI,” ujarnya pada wartawan, Minggu (27/1/2019).

Menurut dia, pengamanan tersebut dilakukan sesuai SOP yang ada, yakni dengan pola empat ring. Ring pertama pengamanan dilakukan di Stadion SUGBK, ring kedua di area akses ring road, ketiga di akses masuk ring road, dan keempat di luar kawasan SUGBK. “Kami juga menyiapkan Polwan berhijab,” tuturnya.

Baca Juga:

Dia menambahkan, untuk area parkir pun polisi sudah menyiapkan personelnya guna pengamanan, yakni di belakang gwdung DPR/MPR, samping hotel Mulia, dan parkir timur. Sejauh ini, situasi dalam kegiatan tersebut pun aman dan terkendali.

(wib)

DBD Resahkan Warga, Caleg Perindo Asapi Perumahan Melati Mas

loading…

Caleg dari Partai Perindo tengah melakukan pengasapan di Perumahan Melati Mas Residence, Blok M Point, RT41/09, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel). Foto/Hambali/Okezone

TANGERANG SELATAN – Warga yang tinggal di Perumahan Melati Mas Residence, Blok M Point, RT41/09, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), turut merasa resah dengan perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) atau aedes aegypti di musim pancaroba saat ini.

Melalui pengurus lingkungan setempat, akhirnya warga meminta Partai Perindo terjun guna mem-fogging pemukiman mereka. Apalagi diketahui, wilayah itu telah sejak 2017 lalu belum pernah kembali di-fogging.

Merespon permintaan tersebut, calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan Banten 3, David Surya, memimpin fogging di sejumlah titik Perumahan Melati Mas Residence, Blok M Point. Caleg Perindo lainnya di tingkat DPRD Provinsi Banten maupun DPRD Kota Tangsel turut teribat dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:

“Hari ini kita melakukan fogging, karena memang Partai Perindo itu melakukan kampanye berbasis program. Programnya ini langsung menyentuh masyarakat dan bisa dirasakan manfaatnya. Sebagaimana diketahui, beberapa bulan ini kan DBD itu meningkat, sedangkan daerah ini cukup lama belum difogging,” terang David di lokasi, Sabtu (26/1/2019) sore.

Dalam pelaksanaan fogging itu, dikerahkan 2 unit alat fogger serta beberapa personel Rescue Perindo. Mereka “mengasapi” satu per satu rumah warga, saluran air, tempat penampungan sampah, hingga kebun-kebun kosong yang menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk DBD.

DBD Resahkan Warga, Caleg Perindo Asapi Perumahan Melati Mas

“Semua yang kita kerjakan ini kita berikan yang terbaik, terutama penggunaan bahan-bahan obatnya, sehingga efektif membasmi nyamuk DBD. Jadi yang kita fogging adalah tempat yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk DBD, seperti kebun kosong, saluran air, halaman rumah, itulah di antara titik-titik yang kita fogging,” imbuhnya.

Menurut David, Partai Perindo sebenarnya memiliki banyak program sosial. Namun untuk kali ini, fokusnya lebih ditekankan pada aksi fogging. Mengingat telah banyak jatuh korban yang dirawat akibat mengidap DBD di berbagai daerah.

“Program Partai Perindo itu banyak, diantaranya ada gerobak UMKM, bazar murah. Tapi yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah fogging, karena musim pancaroba membuat penyebarannya cukup massif. Oleh karena itu, kita terjun kesini membantu menghilangkan keresahan masyarakat itu,” tukasnya.

Secara bergantian, Caleg Perindo DPRD Provinsi Banten nomor urut 3, Hanie Timothy Lawrence, lalu Caleg DPRD Kota Tangsel nomor urut 1 M Yosep dan Caleg DPRD Kota Tangsel nomor urut 4 Tarsid Saputra, berkeliling menyemprot area yang dihuni sekira 35 Kepala Keluarga (KK) itu.

Disela-sela fogging, para Caleg itu berdiskusi dengan warga sekitar tentang bagaimana menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Dibeberkan pula alasan, mengapa Partai Perindo memilih program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan.

“Selain fogging, kita juga harus terus mengingatkan masyarakat bagaimana selalu menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karenanya kita lakukan pula dialog, diskusi mendengar dan menyerap aspirasi mereka,” tukas Hanie.

(wib)